Tiket Sold Out, Akhirnya Makan Nasi Goreng Rendang di Anfield

0

Akhirnya sampai di stasiun Lime Street, Liverpool, dimana penumpang dari London kebanyakan juga suporter Liverpool tidak ada yang menggunakan jersey atau atribut Manchester United. Uniknya, di kereta mahal tersebut ada yg menjual syal match sambil berjalan gerbong ke gerbong, ini start duluan namanya daripada penjual syal yang di sekitaran stadion Anfield.

Bang Simon yang sudah resah karena belum gue ceritain apa yang terjadi sebelumnya sudah tiba menjemput gue di sana dan langsung mengarahkan mobilnya ke stadion Anfield. Saat itu sudah hampir jam 1 gw pikir match jam 7.45 ternyata jam 4 sore waktu Liverpool.

Tiket semua Sold Out, itulah yg dikatakan sama bang Simon pas kami ngobrol di mobil dan tentu membuat senewen lagi setelah apa yang gue alami di London, tetapi ada kawan beliau yang sedang mengusahakan.

Sambil menunggu, kami menuju tempat satu-satunya masakan China yang ada di Anfield dan membeli nasi goreng di sana yang kami bawa ke parkiran tepat di depan store Liverpool. Tak lama bang Simon mengambil rendang sarimandenya dalam 1 plastik 1 kg sambil ditumburkan ke nasi panas sehingga bumbunya meleleh manja dan dagingnya pun coklat merona.

Begitu nikmatnya bisa makan nasi goreng rendang di depan Anfield cuaca di bawah 8 derajat sampai akhirnya kami tersadar tiket belum juga ada kabar. Para perantara alias calo menawarkan 10 juta per tiket, harga yang sangat tidak masuk akal namun ada beberapa turis juga yang membelinya.

Pukul 15.00 tiket belum juga datang, bagaimana ini? Gue lanjutin tulisan berikutnya ya.

Share.

About Author

Leave A Reply