Status sebagai pemain terbaik Asia memang tak terlalu berlebihan jika diberikan kepada Rizky Faidan.

Selain berhasil menjadi juara dalam kejuaraan PES League Regional Asia 2019, Rizky Faidan dibekali banyak kemampuan, baik di wilayah teknis mau pun non-teknis.

Pada partai final kategori 1v1 menjadi ajang pembuktian bagi pemuda yang masih berusia 16 tahun itu.

Saat menghadapi wakil asal Jepang, Mayageka, pada partai final 1v1, Rizky Faidan sempat berada dalam keadaan tertinggal.

Meskipun pada awal laga ia sempat unggul cepat lewat gol yang tercipta pada menit ke-13, sang lawan berhasil mencetak dua gol dan berbalik unggul (19′ dan 51′).

Namun, perlahan demi perlahan, pemuda asal Bandung itu berupaya bangkit demi memangkas defisit gol. Akhirnya, Dia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68.

Semangat menolak menyerah ini kembali ditampilkan Faidan. Puncaknya, ia berhasil mencetak gol pada menit ke-76 dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai.

Sebelumnya, kisah serupa sempat terjadi kala Faidan harus menghadapi wakil Indonesia lainnya, Akbar Paudie, pada babak perempatfinal.

Pada laga tersebut, Faidan sempat tertinggal 1-4. Ia pun harus mengejar defisit tiga gol untuk setidaknya menyamakan kedudukan.

Dan lagi-lagi, mental juara pemain asal Bandung ini menjadi pembeda. Faidan sukses melakukan come-back cemerlang dan membalikkan keadaan menjadi 7-4.

Semangat menolak menyerah memang mengalir dalam darahnya. Faidan mengaku tak ingin menyerah meski dalam kondisi tertinggal.

Hal ini karena dia masih memiliki banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan.

“Saat dalam kondisi tertinggal, saya tetap berpikir masih ada banyak waktu,” ujar Faidan.

“Apa pun kondisinya tidak boleh cepat menyerah,” katanya menambahkan.