Pertarungan antara timnas Norwegia melawan Inggris pada babak perempatfinal Piala Dunia Wanita 2019 bakal berlangsung menarik.

Pasalnya, kedua tim sama-sama memiliki ambisi tinggi pada laga tersebut.

Di kubu timnas Inggris, mereka berencana mengulang sukses yang mereka raih empat tahun silam ketika menghajar Norwegia pada Piala Dunia Wanita 2015.

Kini, mereka ingin menembus babak semifinal. Menjaga peluang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 menjadi ambisi tersendiri.

Hal ini lantaran hanya tiga tim Eropa dengan pencapaian tertinggi pada ajang Piala Dunia 2019 yang berhak lolos ke Olimpiade.

Persaingan itu semakin ketat karena tujuh dari delapan kontestan yang lolos ke babak delapan besar berasa dari Benua Biru.

Tentu saja, hal ini akan jadi beban tambahan bagi Inggris.

Namun, sang pelatih Phil Neville menegaskan para pemainnya harus bisa menghadapi tuntutan tersebut.

“Tiga atau empat tahun lalu, kami berjuang untuk meraih perhatian publik dan media,” ujar Neville.

“Kini, setelah berhasil meraihnya, kami tidak akan melangkah mundur. Kami akan menyambut tekanan ini dengan tangan terbuka,” kata eks pemain Manchester United itu.

Sementara itu di kubu sebelah, Norwegia bakal membalaskan dendam yang selama ini terpendam.

Pasalnya, mereka harus disingkirkan Inggris saat keduanya berjumpa pada babak 16 besar Piala Dunia Wanita edisi 2015.

Tentu, hal itu bakal menjadi motivasi tabahan bagi Norwegia saat berjumpa Inggris dini hari nanti.

Bagi bek timnas Norwegia, Maria Thorisdottir, rasa sakit akibat kekalahan empat tahun silam itu masih sangat terasa di dadanya.

“Saya sangat terpukul saat itu dan rasa itu masih ada hingga sekarang. Saat itu saya masih muda, tapi kekalahan itu sangat berat,” kata bek 26 tahun itu.