Pagelaran Piala Dunia Wanita yang tengah berlangsung di Paris, Prancis, saat ini rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran Ada Hegerberg.

Penyerang timnas Norwegia ini menolak tampil untuk negaranya pada ajang tersebut.

Usut punya usut, sejumlah alasan menyoal kesetaraan menjadi latar belakang di balik keputusan pemain milik Olympique Lyonnais itu.

Hegerberg menyebut, tidak ada support dan perhatian lebih terhadap program sepak bola wanita di Federasi.

Diakui pemain berusia 23 tahun itu, perlakuan yang diberikan oleh pihak klub (Lyon) dan Federasi Sepak Bola Norwegia sangat berbeda jauh.

“Saat berada di Lyon, perempuan dan laki-laki dihormati secara sama. Fakta-fakta seperti kesetaraan, lapangan yang kami gunakan bersama, makan di kantin yang sama dan kami merasa menjadi bagian klub bersama dengan tim Lyon laki-laki,” ujar Heigerberg.

“Para pemain bertahan di sini cukup lama karena mereka merasa cinta. Mereka merasa nyaman hidup di tempat ini, dan mereka bisa hidup dari sepak bola serta berkompetisi pada level tertinggi,” katanya.

Peraih penghargaan Ballon d’Or Wanita tahun 2018 ini menjelaskan, ia telah berusaha keras untuk memberi kontribusi pada sepak bola Norwegia.

Sayangnya, diakui Heigerberg, Federasi sepak bola Norwegia tidak memberikan apresiasi atas hal tersebut.

Bahkan, ia mengaku tidak memiliki suara di sisten tersebut.