JEBREEETalks: Apa yang Akan Dilakukan Dado Jika Lolos dari Jegalan Syaiful?

0

Laga tandang Persib ke Malang kala bersua Arema memang menjadi pemantik kebangkitan Maung Bandung di awal musim ini. Di Kanjuruhan, Persib mampu membungkus tiga poin lewat gol kemenangan yang dicetak Syaiful Indra Cahya (bunuh diri) dan Wander Luiz.

Di balik keseruan laga Arema vs Persib di awal musim ini, Dedi Kusnandar pantas juga disebut sebagai kartu as dari kubu Maung Bandung meski tak mencetak gol. Pasalnya, pemain asal Jatinangor ini sanggup tampil jadi pembeda saat dimasukan di babak kedua.

Pada menit ke-76, Dedi merangsak naik ke jantung pertahanan Arema sehingga ia pun dianggap membuat ancaman di mulut gawang Singo Edan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, bek Arema, Syaiful Indra Cahya coba menghentikan Dedi namun apesnya, kaki Syaiful terkena kaki Dedi dan akhirnya Persib pun mendapat hadiah penalti yang mampu membalikan keadaan.

Di balik aksi jatuhnya Dedi di kotak penalti, tersimpan banyak pertanyaan tentang apa yang akan dia lakukan jika lolos dari hantaman Syaiful. Banyak yang berpendapat kalau Dedi akan melakukan tendangan langsung ke gawang Teguh Amirudin tapi ada pula yang percaya kalau Dedi akan mengoper bola ke rekannya.

“Kalau saya lolos dari tekel Syaiful, saya jelas mau mengumpan,” ujar Dedi.

Cerita unik berlanjut seusai laga karena menurut Dedi, pelatih Arema yakni Mario Gomez heran dengan keputusan yang diambil Syaiful. Diceritakan Dedi, bahwa mantan pelatihnya di Persib itu menganggap aksi tekel Syaiful tidak perlu ditujukan karena ia dianggap Gomez tidak berbahaya.

“Selesai main, pemain Arema bercerita kalau Mario Gomez heran kenapa memilih untuk menekel saya karena saya dianggapnya tak punya kecepatan dan tidak bahaya,” kata Dedi.

Meski dianggap tidak berbahaya saat melakukan serangan, Dedi sebetulnya pernah tampil sebagai striker pada beberapa tahun silam. Pada 2016 saat membelah Sabah di Liga Primer Malaysia, Dedi pernah ditantang untuk mencetak gol agar posisi nya sebagai pemain asing selamat.

Jelang akhir paruh musim Liga Primer Malaysia 2016, Dedi terancam dicoret karena minim kontribusi. Jajaran pengurus dan pelatih meminta Dedi untuk tampil produktif, tak peduli posisinya adalah gelandang bertahan.

“Di Malaysia dulu saya pernah jadi striker. Pelatih memperingatkan saya dan pengurus karena saya belum mencetak gol. Saya hampir dicoret di putaran pertama kemudian sebelum putaran pertama selesai, saya minta untuk dimainkan sebagai striker kepada asisten pelatih. Akhirnya selama tiga pertandingan saya mencetak dua gol dan tiga assist akhirnya saya dipertahankan,” ujar Dedi.

Share.

About Author

Leave A Reply