DPI eps. 420 – ESL hanya Dibuat untuk Keuntungan Finansial?

0

Kemunculan European Super League (ESL) sebagai tandingan UEFA Champions League (UCL) semakin menimbulkan pro dan kontra.

Ronny Pangemanan atau lebih akrab Bung Ropan, menolak jika ESL diselenggarakan. Menurutnya, ESL dibuat untuk mendatangkan keuntungan untuk klub-klub besar saja. Hal ini menyebabkan kesenjangan antar klub semakin tinggi.

“Ini ujung-ujungnya duit. Saya tahu, ini begitu diagungkan ini duit. Ini bisnis yang menguntungkan aja bagi klub-klub papan atas,” kata Bung Ropan.

“Ini kalo begini ya klub kaya semakin kaya, klub miskin ya semakin miskin,” lanjut Bung Ropan.

Bayu Eka Sari atau lebih akrab Bang Bes, berpendapat ESL dibuat untuk meningkatkan kualitas sepak bola karena generasi sekarang sudah kurang berminat menonton sepak bola. Menurut Bang Bes, klub-klub ESL juga membuat kompetisi ini untuk menjaga ekosistem sepak bola.

“Anak-anak umur 14-20 tahun di Eropa saat ini khususnya, itu sudah mulai meninggalkan sepak bola, karena tontonannya semakin tidak menarik,” ucap Bang Bes.

“Sebenarnya ini niatnya baik, untuk ekosistem sepak bola. Kita tahu kan piramida yang predator di atas yang di bawah dimakan, yang di atas lagi gak ada makanan. Dia butuh makan, dia kelaparan, makanya dia bikin sendiri,” pungkasnya.

 

Share.

About Author

Leave A Reply