DPI eps. 421 – Financial Fair Play adalah Lelucon UEFA?

0

Karena banyaknya permintaan pemirsa untuk melanjutkan debat terbuka antara Justinus Lhaksana dengan Timo Scheunemann, diskusi mereka mengenai ESL dan UEFA berlanjut di DPI episode 421 bagian kedua.

Justinus Lhaksana atau lebih akrab Coach Justin berpendapat jika UEFA harus membuat aturan yang lebih jelas mengenai penggajian pemain agar lebih terkendali. Coach Justin juga menilai UEFA membuat aturan Financial Fair Play (FFP) hanya untuk meningkatkan citranya.

“Itu tugas UEFA melakukan regulasi biar agen-agen gak seenak jidat untuk minta fee segede itu. Kedua, biar transferannya itu ada itung-itungannya,” kata Coach Justin.

“Financial Fair Play is a big joke. Itu hanya tujuan UEFA untuk pansos, menunjukkan bahwa kita berusaha lho untuk menekan gap antara klub kecil dan klub besar. Ujung-ujungnya apa? Contoh paling bagus, Neymar,” pungkasnya.

Timo Scheunemann atau lebih akrab Coach Timo sependapat dengan Coach Justin. Menurut Coach Timo, UEFA harus memiliki regulasi untuk menanggulangi perputaran angka transfer dan gaji yang semakin meninggi tersebut. Coach Timo menilai bahwa klub-klub ESL hanya membuat alasan soal mereka akan bangkrut jika ESL tidak diselenggarakan.

“Intinya, harus ada regulasi yang ‘stopping this crazy train’. Karena mengalienasi orang-orang bola yang betul-betul cinta bola, bukan yang cuma suka bola,” ucap Coach Timo.

“Itu alasan, itu hanya cara mereka untuk melegitimasi ESL. Ada banyak masalah dan saya setuju sama Coach Justin, semuanya saya setuju. Tapi, ada lukanya di sepak bola itu, dan obatnya bukan ESL,” tandasnya.

Share.

About Author

Leave A Reply