Depdagri Eps 66 – Berkah Hujan untuk Si Jago Becek

0

PSIS Semarang sukses mencuri poin dari Persija Jakarta usai sebelumnya mereka tertinggal dua gol. Baru kala memasuki babak kedua, PSIS mulai bangkit dan menyelesaikan laga dengan imbang 2-2.

Banyak yang menilai bahwa Persija Jakarta saat itu sudah terlena dengan keadaan unggul atas lawannya. Akibatnya gol pun datang untuk PSIS Semarang lewat gol Hari Nur Yulianto dan gol bunuh diri pemain Persija Jakarta, Rohit Chand.

Namun hasil imbang tersebut nampaknya mempunyai arti tersendiri untuk beberapa pihak, salah satunya Alvino Hanafi. Alvino Hanafi mengatakan bahwa hujan justru membawa berkah untuk PSIS Semarang.

Keberkahan tersebut karena sedari dulu PSIS Semarang mempunyai julukan ‘Si Jago Becek’ karenq keahliannya dalam bermain di lapangan becek. Meski PSIS Semarang tak suka dengan julukan tersebut, tetapi tak salah jika dari hasil ini, melihat hasil laga melawan Persija Jakarta.

“Banyak yang bilang kaya, wah ini karena ujan dll, Persija terlena, hujan dll. Tapi masalahnya kan yang keujanan emang duaduanya.

“Jadi perlu diingat bahwa PSIS dulu dijuluki si Jago Becek. Pasalnya mereka juga naik di final liga 2 itu main di lapang yang becek jadi ya semakin layak mereka disebut si jago becek,” katanya.

Selain itu Alvino Hanafi juga sedikit menyoroti performa dari penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany. Dia menyebut bahwa ke depannya Andritany harus kembali mengasah antisipasi bola mati lagi karena kedua gol PSIS Semarang berawal dari bola mati.

“Terlepas dari Persija yang terlena, gw lebih menyoroti Andritany kuramg bisa nangkep bola. Tidak perlu diganti tetapi ya harus bisa mengantisipasi bola mati,” ungkapnya.

Share.

About Author

Leave A Reply