Analisis Bang Bes Mengenai Taktik Real Madrid Racikan Carlo Ancelotti

0

Real Madrid kehilangan beberapa pemain terbaiknya awal musim ini di sektor pertahanan, setelah ditinggal Raphael Varane dan Sergio Ramos. Meski begitu, musim ini Real Madrid masih bisa memuncaki klasemen Liga Spanyol berkat racikan Carlo Ancelotti. Berikut ini adalah analisis taktik Real Madrid oleh Bayu Eka Sari, atau yang biasa disapa Bang Bes.

Dari susunan pemain, Madrid masih mengandalkan Thibaut Courtouis di bawah mistar. Di posisi bek tengah, Eder Militao dan David Alaba, yang memiliki kelebihan dapat mengalirkan bola dengan baik. Di posisi bek kiri, Nacho dan Miguel Gutierrez bergantian mengisi posisi tersebut. Di posisi bek kanan, Dani Carvajal menjadi andalan dengan Lucas Vasquez sebagai pelapis.

Di lini tengah, Casemiro tetap diandalkan sebagai penjaga kedalaman. Casemiro ditopang oleh Luka Modric dan Ernesto Valverde untuk menjadi trio yang solid. Di lini depan, Karim Benzema tetap menjadi ujung tombak, diapit Vinicius Junior di sisi kiri, dan Eden Hazard atau Marco Asensio di sisi kanan.

Madrid bermain dengan formasi 4-3-3, tapi formasi tersebut bisa saja berubah. Carlo Ancelotti merupakan tipikal pelatih yang bertipe reaction football.

“Misalkan mereka melawan tim yang kuat di tengah, mereka akan menumpuk pemain di tengah. Tapi kalau mereka melawan tim yang sekiranya bisa didominasi atau bisa dipress, mereka akan pakai formasi 4-3-3,” kata Bang Bes.

Ketika bertahan Madrid punya 2 kecenderungan, yaitu melakukan high press jika melawan tim yang lebih lemah, atau menunggu di belakang saat melawan tim kuat. Jika Madrid turun ke belakang saat kehilangan bola, penyerang sayap Madrid akan turun ke lini tengah. Satu pemain turun ke sayap, dan satu pemain lagi turun ke belakang penyerang, sehingga membuat formasi Madrid menjadi 4-4-1-1.

Saat menyerang, Madrid akan menumpuk pemain di kotak penalti lawan untuk memberikan keleluasaan bagi dua pemain sayapnya untuk melakukan umpan silang atau tusukan langsung ke area pertahanan lawan. Madrid di bawah asuhan Ancelotti memiliki kelebihan kemampuan operan yang sangat cepat dan agresif, atau bisa disebut quick progressive ball possession.

Share.

About Author

Leave A Reply