Begini Perbedaan Isi Acara di Jebreeet Media dan PON Papua menurut Intan Saumadina

0

Intan Saumadina sukses dipanggil ke PON Papua 2021 setelah menjadi host tetap di Jebreeet Media. Nama Intan Saumadina saat ini mulai dikenal banyak di dunia host atau sportcaster.

Dirinya selama ini biasa mengisi acara di Jebreeet Media dalam program Dewan Pundit Indonesia (DPI). Dalam catatan debat terbarunya, Intan Saumadina telah mencatatkan 3:27 menit berbicara.

Catatan tersebut juga cukup baik mengingat Intan Saumadina merupakan seorang host pada acara tersebut. Terkait perbedaan dirinya dalam memimpin sebuah acara, Intan Saumadina mengaku memang di tenpat lain dan di Jebreeet Media berbeda-beda.

“Kalau ditanya ada perbedaan ga di Jebreeet atau tempat lainnya mungkin pasti beda-beda karena karakteristik yang diminta juga berbeda,” katanya kepada JebreeetMedia.

Perbedaannya ada di kemauan dan arah program yang diinginkan oleh sang produser acara. Namun dirinya mengakui, JebreeetMedia masih unggul dengan yang lain karena di situ dirinya bisa menjadi diri sendiri.

“Untuk program lain itu beda sesuai program dan kemauan produsernya bagaimana. Cuma mungkin kalau di JebreeetMedia itu nilai plusnya aku bener-bener bisa dikasih kebebasan untuk jadi diri sendiri walaupun tetap diarahin bagaimana-bagaimananya,” jelasnya

Berbeda jika di tempat lain justru banyak arahan yang diberikan kepadanya sehingga dirinya tidak terlalu menjadi diri sendiri. Begitu pun di acara lain selain PON.

“Cuma tetep bisa jadi diri sendiri aja. Kalau di PON agak berbeda karena di Jebreeet dan tempat lain bener-bener program biasanya on air, kalau off air mc sering beberapa kali,” tambahnya.

Namun ia tak memungkiri kala menjadi host di opening ceremony PON, ia cukup deg-degan. Pasalnya PON merupakan acara 4 tahunan yang tentunya ia ingin terlihat baik di depan banyak pihak.

Dirinya pun bersyukur dapat diberikan kepercayaan oleh beberapa pihak untuk memimpin jalannya acara pembukaan PON Papua 2021.

“Kalau di PON karena ini kan acara 4 tahun sekali dan yang kemarin itu momen di mana dilaksanain di tengah pandemi dan ingin membangkitkan masyarakat Papua bahwa mereka bisa melaksanakan itu.

“Mungkin rasanya lebih menantang dan lebih deg-degan saat membawa acara karena berusaha tidak mengecewakan beberapa pihak. Dan alhamdulillah-nya dikasih kepercayaan,” tutupnya.

Share.

About Author

Leave A Reply