PSSI Kaji Tanah 10 Hektar untuk Training Center di Sekitar Banten International Stadium

0

PSSI saat ini tengah mengkaji tanah 10 hektar yang ada di Banten. Tanah tersebut terletak di sekitar Banten International Stadium.

Menurut ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan atau yang biasa disapa Iwan Bule, pihaknya tengah mengkaji lebih dalam terkait tanah tersebut. Tanah tersebut menjadi topik yang telah dibahas antara salah satu Exco PSSI dengan petinggi Provinsi Banten.

Menurutnya saat ini ada sekitar 60 hektar tanah sisa dari pembangunan stadion yang direncanakan untuk dihibahkan kepada PSSI. Dengan tanah tersebut, PSSI berencana untuk membangun training center yang diisi mulai dari lapangan latihan, gym, medical center, sport science dan masih banyak lagi.

“Kemarin Exco saya, Bu Pipin lapor bahwa ada pembicaraan dengan pejabat Banten karena Banten punya international stadium, di sana masih ada sisa 60 hektar, mudah-mudahan bisa dihibahkan 10 hektar,” katanya dalam acara JebreeetTalks, Selasa (2/8/2022).

Melalui pembicaraan tersebut PSSI pun segera melakukan kajian dengan melihat untung rugi dari mulai jam perjalanan, biaya pembangunan dan lainnya. Termasuk memastikan tanah tersebut akan dihibahkan atau bagaimana.

“Sekarang kami lagi hitung dulu berapa jam perjalanan, tempatnya bagaimana dan bagaimana sistim tanahnya dihibahkan atau apa, pokoknya itu terus kita jajaki,” jelasnya.

Jika nantinya dihibahkan, PSSI tentunya harus mempunyai rencana bangunan training center tersebut akan seperti apa. Itu pula yang dipikirkan oleh PSSI.

Dengan melihat situasi yang ada, PSSI juga akan meminta bantuan pemerintah untuk merealisasikan training center ke depannya. Dengan begitu maka training center yang didambakan pun dapat terealisasikan.

Pihaknya tentu akan mengusahakan untuk merealisasikan training center untuk timnas Indonesia. Sponsor pun akan dicari guna melancarkan hal tersebut.

Namun sebelum jauh ke situ, PSSI pun saat ini tengah menggodok kompetisi di Indonesia agar lebih baik lagi. Untuk itu, meski situasi sedang kalang kabut yang terpenting baginya kompetisi bisa tetap jalan.

“Karena sebelum dapet tanahkan kami butuh bangunannya dan itu tidak mudah, saya pun minta bantu pemerintah karena situasi sekarangkan ngejar sponsor dan lainnya, yang penting liga jalan,” ungkapnya.

Share.

About Author

Leave A Reply