Panas Dingin Fan Chelsea Lihat Timnya Tersedak Lagi di Stamford Bridge

0

Setelah mengalami perubahan besar musim ini, Chelsea terus menyita perhatian. Namun, perhatian itu datang untuk alasan yang berseberangan dengan imbas ideal dari perubahan itu.

Pemilik baru, Todd Boehly, sudah menggelontorkan sekian banyak dana, yang kalau dikonversi mendekati 5 triliun rupiah, untuk membeli sejumlah pemain mahal. Pelatih anyar, Graham Potter dihadirkan menggantikan Thomas Tuchel yang nota bene mempersembahkan Liga Champion.

Hasilnya, sampai pekan ke-27 yang mereka lakoni, The Blues masih tercecer di peringkat ke-10. Mereka hanya unggul selisih gol dari Aston Villa yang menang 3-0 atas Bournemouth beberapa jam sebelum laga Chelsea.

Pada Sabtu (19/3), Si Biru hanya mampu mendulang satu poin di kandang mereka, Stamford Bridge. Tim tamu adalah kubu yang sebelum laga masih berada di papan bawah, Everton.

Ada 5 hal lagi yang bikin para fan The Blues panas dingin dari pertandingan petang itu.

Dua kali dikejar

Yang bakal membuat pendukung Chelsea gemas banget adalah fakta tim kesayangan mereka dua kali unggul, masing-masing lewat Joao Felix dan penalti Kai Havertz pada menit ke-76 setelah Reece James dilanggar di kotak terlarang.

Sepertinya ketangguhan mental klub London Barat ini perlu dipertanyakan. Yang lebih jelas, hasil ini mengembalikan tekanan ke pundak Potter. Tempat di perempat final Liga Champion masih mengamankan eks bos Brighton itu di kursinya. Entah sampai kapan.

Felix makin padu

Hal pertama dari secuil hal positif buat Chelsea di laga ini adalah Joao Felix, pencetak gol pembuka. Pemain yang dipinjam dari Atletico ini semakin nyetel yang sedikit banyak jadi kontras dengan pemain yang ditransfer mahal-mahal.

Menurut Football London, penampilan di partai ini mungkin yang terbaik yang diperlihatkan penyerang asal Portugal itu. Pergerakan dan sentuhan Felix tampak hidup. Gol yang layak ia cetak dari performa bagus ini.

Enzo motor stabil

Tentu enggak semua pemain mahal Chelsea melempem. Enzo Fernandez adalah salah satunya. Gelandang muda Argentina ini tampil paten sebagai motor permainan Chelsea.

Konsistensi pun layak dianggap sebagai kelebihan Fernandez dibandingkan rekan-rekan setimnya. Sejauh ini Fernandez tidak tepengaruh transfer gemuknya dari Benfica senilai 106,8 juta pound.

Koulibaly fatal

Kalidou Koulibaly terlihat tangguh di sepanjang laga. Namun, noda di akhir pertandingan mencorengnya. Sang bek tengah bisa mudah dilewati pemain Everton, Ellis Simms, pada menit ke-89.

Potter menuding pertahanan sebagai alasan Chelsea kehilangan dua poin. “Banyak hal positif dalam performa, tapi jelas kami tidak cukup baik dalam bertahan sehingga kemasukan dua gol,” kata Potter dikutip Football London.

Mungkin Koulibaly semakin menyesali kepindahannya dari Napoli, yang saat ini sedang ganas-ganasnya.

Sepoin berharga Everton

“Laga besar untuk mencetak gol pertama di liga dan untuk meraih satu poin melawan tim besar. Ini impian yang menjadi kenyataan,” ujar Simms setelah laga. Sang penyerang belia baru masuk pada menit ke-80.

Abdouaye Doucoure memberikan assist untuk Ellis. Doucoure mencetak gol pertama setelah mendapatkan bola dari James Tarkowski dalam sebuah kemelut di depan gawang Chelsea pada menit ke-69.

Satu poin dari Stamford Bridge jelas berharga buat Everton yang tengah berjuang menjauhi zona degradasi. “Saya puas dengan mentalitas tim yang meningkat. Sulit datang ke tempat seperti ini. Respek kami terhadap lawan terlalu besar pada babak pertama, tapi kami bisa tampil baik untuk dua kali membalas,” tutur Sean Dyche, pelatih Toffees dikutip The Guardian.

Everton berada di peringkat ke-15 dengan koleksi 26 poin, dua lebih banyak dari West Ham yang berada di peringkat ke-18. Toffees sudah 28 kali bermain, sementara The Hammers dua laga lebih sedikit.

Share.

About Author

Leave A Reply