Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Intervensi Pemerintah Buat Sepak Bola Thailand Dalam Bayang Dibekukan oleh FIFA
    Sepakbola Internasional

    Intervensi Pemerintah Buat Sepak Bola Thailand Dalam Bayang Dibekukan oleh FIFA

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 2, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Somyot Poonpanmoung dipaksa mundur oleh Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan. (Foto: twitter/theaseanball).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sepak bola Thailand saat ini sedang dalam bayang dibekukan oleh FIFA. Hal tersebut buntut dari mundurnya Presiden federasi sepak bola Thailand (FAT), Somyot Poonpanmoung dari jabatannya.

    Somyot Poompanmoung yang menjabat sebagai Presiden FAT sejak 2016 lalu dikabarkan dipaksa lengser dari jabatannya oleh Prawit Wongsuwan. Diketahui jika Prawit Wongsuwan merupakan ketua dari Komite Olimpiade Nasional Thailand.

    Bukan cuma Ketua Komite Olimpiade Nasional Thailand saja, Prawit Wongsuwan juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Thailand saat ini. Atas jabatannya tersebut dapat didefinisikan jika Prawit Wongsuwan sebagai wakil dari pemerintah.

    Seperti dilansir dari Thai Post, desakan tersebut lantas membuat sepak bola Thailand dalam bayang-bayang sanksi FIFA. Pasalnya situasi tersebut tentu saja dilarang oleh FIFA.

    “Pengunduran diri Somyot (Poompanmoung) dari FAT atas desakan Prawit Wongsuwan bisa membuat sepak bola Thailand terkena sanksi FIFA, yang punya peraturan jelas mengenai sebuah asosiasi sepak bola tidak boleh mendapat gangguan dari luar atau politik,” tulis Thai Post.

    PERNYATAAN PRAWIT WONGSUWAN

    Sebelummnya Prawit Wongsuwan sudah meminta kepada Somyot Poompanmoung untuk mundur dari jabatannya. Permintaan tersebut buntut dari gagalnya Thailand meraih medali emas di SEA Games 2023.

    Saat itu Thailand dikalahkan oleh Indonesia dengan skor 5-2. “Saya sudah katakan di SEA Games kali ini, jika tim putra gagal merebut medali emas, maka presiden federasi harus mundur,” jelasnya.

    Tidak hanya itu saja, Prawit Wongsuwan juga berpendapat jika keributan yang terjadi di final SEA Games 2023 antara para pemain Thailand dan Indonesia sudah mencoreng muka tim Gajar Perang.

    Kejadian tersebut juga menjadi salah satu faktor Prawit Wongsuwan meminta Somyot Poompanmoung untuk mundur dari jabatannya.

    “Belum lagi masalah finansial. Kami melakukan kesalahan sendiri. Kami harus punya semangat. Kali ini nama baik negara menjadi sangat buruk. Tim tidak bisa mengontrol emosi, hal itu tidak boleh terjadi,” kata Prawit.

    IKUTI PERMINTAAN

    Mundurnya Somyot Poonpanmoung dari jabatannya diketahui melalui akun Facebooknya. Somyot Poompanmoung membuat pernyataan jika dirinya telah melepaskan jabatannya sebagai Presiden FAT.

    Ia memilih untuk patuh kepada apa yang diminta oleh Prawit Wongsuwan. “Sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand, saya siap mengikuti perintah Jenderal Prawit,” kata Somyot, Sabtu (1/7).

    SEPERTI INDONESIA

    Sebelumnya sepak bola Indonesia pernah dibekukan oleh FIFA buntut dari intervensi pemerintah. Berawal dari perebutan kekuasaan di PSSI, akhirnya pemerintah turut turun tangan

    Menpora pada saat itu, Imam Nahrawi, memutuskan untuk membekukan PSSI melalui Surat Keputusan yang dibuatnya. Imam Nahrawi memilih untuk turun tangan agar perebutan kekuasaan di PSSI dapat ditangani dengan baik.

    Namun justru intervensi dari Kemenpora tersebut memicu FIFA untuk bersikap tegas dengan membekukan sepak bola Indonesia. Sebelumnya, FIFA telah memberi tenggat waktu kepada PSSI dan pemerintah untuk segera mengakhiri konflik.

    Namun karena waktu yang diberikan oleh FIFA keadaan belum mereda, akhirnya FIFA mengirimkan surat sanksi kepada Indonesia tepatnya pada 30 Mei 2015. Surat tersebut berisi pelanggaran PSSI terhadap Statuta FIFA.

    FIFA menilai PSSI melanggar Statuta FIFA pasal 13 tentang Kewajiban Anggota, 14 ayat 1 tentang Suspensi, dan 17 tentang Kebebasan Anggota dan Turunannya.

    Dampaknya pun bukan main-main, Timnas Indonesia tidak boleh ikut serta dalam ajang sepak bola internasional. Padahal Indonesia sudah dijadwalkan akan menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Kualifikasi Piala Asia 2019.

    Meskipun saat itu timnas U-23 Indonesia masih diberikan izin berlaga di SEA Games 2015, tidak untuk timnas U-16 dan U-19 Indonesia. Federasi sepak bola Asia (AFC) turun langsung.

    AFC memastikan Timnas U-16 dan U-19 Indonesia tidak bisa berpartisipasi pada Kualifikasi Piala AFC U-19 di Bahrain dan Piala AFC U-16 di India. Akibatnya PSSI pun akhirnya membubarkan Timnas U-16 dan U-19 Indonesia.

    Baru setelah satu tahun usai Indonesia mendapatkan sanksi, akhirnya FIFA mencabut hukuman untuk Indonesia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan jika Indonesia lepas dari sanksi saat melaksanakan Kongres Tahunan FIFA di Meksiko pada 13 Mei 2016.

    FIFA sendiri tidak serta merta mencabut keputusannya. Diketahui jika keputusan tersebut dicabut usai Pemerintah Indonesia juga mencabut pembekuan PSSI.

    dibekukan FAT FIFA Indonesia Prawit Wongsuwan PSSI SEA Games 2023 Somyot Poonpanmoung Thailand
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Data Singkat Lima Calon Pemain Timnas Indonesia yang Baru Disetujui oleh DPR RI

    August 26, 2025

    PSSI akan Laporkan Kuwait ke AFC Soal Pembatalan Sepihak di Laga FIFA Matchday September

    August 25, 2025

    PSSI Perkenalkan Alexander Zwiers Sebagai Direktur Teknik yang Baru

    August 25, 2025

    Timnas Indonesia Dipastikan Batal Menghadapi Kuwait di Surabaya

    August 25, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Data Singkat Lima Calon Pemain Timnas Indonesia yang Baru Disetujui oleh DPR RI

    August 26, 2025

    PSSI akan Laporkan Kuwait ke AFC Soal Pembatalan Sepihak di Laga FIFA Matchday September

    August 25, 2025

    PSSI Perkenalkan Alexander Zwiers Sebagai Direktur Teknik yang Baru

    August 25, 2025

    Timnas Indonesia Dipastikan Batal Menghadapi Kuwait di Surabaya

    August 25, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2025 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.