Tak terasa gelaran Piala Dunia U-17 2023 akan digelar kurang dari dua minggu ke depan. Demi bisa tampil baik, timnas U-17 Indonesia terus memantapkan persiapan dengan menggelar pemusatan latihan di Jakarta, Jumat (27/10).
Sebelumnya timnas U-17 Indonesia telah menjalani pemusatan latihan di Eropa, tepatnya di Jerman. Selama di sana, timnas U-17 Indonesia juga turut menjalani tujuh laga uji coba.
Untuk rinciannya, timnas U-17 Indonesia menang dua kali atas VFL Osnabrück U-19 (2-1), dan SC Paderborn Youth U-17 (1-0).
Kemudian bermain imbang 1-1 dengan SV Meppen U-17. Lalu menelan empat kekalahan dari FC Koln U-17 (2-3), 1. FSV Mainz 05 U-19 (0-3), Eintracht Frankfurt U-19 (0-3), dan TSV Meerbusch U-17 (0-1).
Kembalinya ke Indonesia, diakui oleh Pelatih timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti, latihan yang diterapkan pun tidak banyak berubah. Kebanyakan hanya meneruskan latihan yang telah dijalani.
“Sebenarnya, kami hanya meneruskan dan melanjutkan program latihan dari Jerman. Materi latihan tadi adalah pemulihan fisik dan adaptasi cuaca di Indonesia, serta beberapa latihan lain seperti set piece, dan game plan,” buka Bima usai latihan.
“Kami juga akan melakukan latihan di malam hari, karena menyesuaikan laga kami di Piala Dunia nanti yang dimainkan malam hari,” lanjutnya.
Bima juga mengungkapkan kalau seusai TC di Jerman timnya masih ada kendala pada adaptasi cuaca. Cuaca yang sangat berbeda antara Indonesia dan Jerman membuat para pemain harus adaptasi kembali.
Maklum saja, cuaca di Indonesia terbilang cukup panas, sedangkan di Jerman udaranya sedang dingin. Perbedaan yang cukup signifikan itu lah yang membuat para pemain kesulitan dalam adaptasi cuaca. Belum lagi kelembapan udara pun sangatlah berbeda dengan di Jerman.
“Di Jerman kami ada di kondisi cuaca dingin dengan 12, kadang 10, bahkan sampai 6 derajat celcius. Di sini kita kembali suhu panas, jadi harus adaptasi lagi.
Sejauh ini, menurut Bima Sakti sudah ada beberapa pemain yang sudah beradaptasi. Namun, sebagian ada juga yang masih berproses.
Meskipun terkendala dengan adaptasi cuaca, tetapi kondisi para pemain sangat fit. Bima Sakti menilai hal tersebut tak lain karena kinerja dari para tim medis di timnas U-17 Indonesia.
“Alhamdulillah pemain sudah bisa beraptasi. Walau ada beberapa dari mereka mengalami jet lag, itu biasa. Kami pelatih juga. Karena perbedaan waktu lima sampai enam jam, waktu istirahat juga,” jelasnya.
“Kondisi pemain semua dalam keadaan fit, baik semua. Terima kasih kepada tim medis kami, dokter, fisioterapi, masseur, mereka kerja maksimal, setelah latihan ini biasanya pemain treatment, ke kamar medis, dan Alhamdulillah mereka baik-baik saja dan sudah siap,” tutur Bima.
Untuk susunan pemain, Bima mengungkapkan belum final, namun rangka tim sudah terbentuk. Seperti diketahui, Bima Sakti nantinya harus mencoret delapan pemain sebelum nantinya didaftarkan untuk bermain di Piala Dunia U-17.
Saat ini Bima Sakti memiliki 29 pemain di timnas U-17 Indonesia. Sedangkan pemain yang bisa didaftarkan hanya 21 pemain saja.
“Nanti masih ada pengurangan lagi, karena kami masih ada beberapa hari di Jakarta. Saat pindah ke Surabaya, kami akan ada pengurangan pemain,” tegasnya.
Sementara itu, Muhammad Iqbal Gwijangge mengatakan latihan seusai TC di Jerman ini merupakan pemantapan sekaligus evaluasi tim. Iqbal Gwijangge pun memastikan jika para pemain sudah siap menghadapi Piala Dunia U-17.
“Hari ini kita latihan taktikal, final third, kemudian positional, attacking dari tengah ke depan, karena itu kekurangan kita selama di Jerman. Saya rasa kami sudah semakin baik, dan saya harap terus lebih baik,” bukanya.
“Kondisi pemain sejauh ini semuanya sehat, kondisi tim juga bagus sekali. Kami harus memantapkan lagi persiapan kita. Dalam artian, sebelum kami menghadapi Piala Dunia U-17 nanti karena kami tahu juga lawan kita berat.
“Pertama kita melawan Ekuador, kami harus bermain lebih berani, kami harus fokus pada tim sendiri, kami akan memberikan 100 persen di laga perdana nanti,” jelas Iqbal.
Sebagai kapten tim, Iqbal Gwijangge punya cara khusus agar rekan setimnya bisa memberikan yang terbaik. Iqbal Gwijangge biasanya memberikan motivasi kepada rekan-rekan satu timnya sebelum laga.
“Sebelum pertandingan, saya selalu bilang ke teman-teman untuk memberikan 100 persen, jangan mau kalah, disiplin dan tanggung jawab dengan posisi masing-masing. Pantang menyerah, kita main di kandang nanti saat Piala Dunia, kita akan buktikan ke masyarakat Indonesia yang menonton di Stadion atau rumah. Kami juga mohon dukungannya, agar kita bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
“Tak peduli kita menang berapa gol, harus tetap terus fokus di setiap laga. Pertama, kita fokus dahulu melawan Ekuador, baru nanti kita pikirkan lawan Panama, lalu Maroko. Target kita, lolos grup lebih dahulu,” tutup Iqbal.
Pada Piala Dunia U-17 nanti, timnas U-17 Indonesia berada di Grup A bersama dengan Ekuador, Maroko, dan Panama. Laga perdana mereka akan dimulai hari Jumat, 10 November 2023, pukul 19.00 WIB melawan Ekuador di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
View this post on Instagram


