Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » 5 Fakta Dari Hasil Dramatis 1-1 Juventus Versus Inter
    Liga Italia

    5 Fakta Dari Hasil Dramatis 1-1 Juventus Versus Inter

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaApril 5, 2023Updated:April 5, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Duel Juventus versus Inter, berlangsung sengit dan berakhir imbang; Foto index: Lukaku, dianggap memulai provokasi lewat selebrasi golnya.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mulai dari kartu merah yang dicetak masing-masing pencetak gol hingga isu rasis yang mengemuka di akhir laga. 

    Juventus bermain imbang 1-1 kala menjamu Inter Milan pada leg pertama semifinal Piala Italia, Rabu (5/4). Laga berjalan sengit sejak menit awal. Meski begitu, drama justru baru terjadi 10 menit akhir laga.

    Juventus lebih dulu unggul berkat gol Juan Cuardado (menit 83’). Saat publik tuan rumah mengira laga bakal berkesudahan 1-0, Inter justru mendapat hadiah penalti dari wasit.

    Bomber Inter, Romeru Lukaku, berhasil menunaikan tugasnya selaku algojo penalti tersebut. Di momen inilah beragam kericuhan bermula hingga mengakibatkan keluarnya tiga kartu merah dari kantong wasit. 

    Berikut fakta menarik dari laga ini:

    *Inter, Lawan Terfavorit Cuardado

    Berstatus sebagai tuan rumah, Juventus dituntut untuk bisa memenangi laga sebagai modal ke leg kedua. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, bahkan sampai harus merombak komposisi lini depannya karena gol tak kunjung datang hingga laga memasuki menit ke-65’. 

    Dusan Vlahovic dan Angel Di Maria yang tampil sejak menit awal, ditarik keluar dan digantikan dua darah segar, Federico Chiesa dan Arkadiusz Milik. 

    Namun, hasilnya sama saja. Juventus tak kunjung mendapat gol. Hingga akhirnya, kesigapan Cuardado untuk ikut maju membantu serangan membuahkan hasil manis. 

    Berawal dari umpan silang Juve di sisi kanan pertahanan Inter, bola gagal diantisipasi beberapa pemain kedua tim yang berata di kotak penalti dan jatuh di kaki Cuardado yang datang dari lini kedua. 

    Pemain Kolombia itu lalu melepaskan tembakan keras yang berujung dengan gol untuk tuan rumah. Secara historis, gol itu bertambah spesial bagi sang pemain. 

    Pasalnya, gol tersebut merupakan gol keempat Cuardado ke gawang Inter selama dirinya berseragam Juventus atau gol keenam ke gawang Inter di sepanjang kariernya (tidak hanya bersama Juventus).

    Menurut Opta, jumlah tersebut merupakan jumlah gol terbanyak yang dicetak Cuardado ke salah satu tim lawan, di semua zhang. Tim lawan berikutnya yang paling sering dibobol Cuardado adalah rival sekota, Torino, dan Cagliari. (4 gol). 

    *Inter doyan penalti tiap kali bersua Juventus

    Menjelang detik-detik akhir laga, Inter mendapat hadiah penalti usai bek tengah Juventus, Bremer, melakukan handball.

    Keputusan wasit Davide Massa tersebut sempat diprotes sebagian besar pemain Juventus. Namun, sang wasit bergeming dan tetap yakin pada keputusannya.

    Romeru Lukaku maju selaku eksekutor dan sukses menuaikan tugasnya dengan baik. 

    Tren gol penalti Inter ke gawang juventus bukanlah hal yang baru. Menurut Opta, sebanyak lima dari delapan gol terakhir Inter ke gawang Juventus, lahir dari titik putih. 

    Berdasarkan fakta itu, tak heran jika sebagian besar pemain Juve sempat melakukan protes keras ke wasit begitu dihukum penalti. 

    • Melawan rasialisme dengan gol dan kartu merah

    Momen lain yang menarik dari laga ini adalah kala Lukaku membalas cemoohan rasialisme dari fan tuan rumah dengan gol penalti. 

    Kubu Inter mengklaim bahwa striker andalan meraka tersebut kerap mendapat cemoohan setiap kali menguasai bola. 

    Itu pula mengapa dalam proses selebrasinya, Lukaku sempat membuat pose dan gesture yang seakan meledek dan menantang balik para suporter tuan rumah. 

    Belakangan, wasit menganggap bahwa selebrasi Lukaku tersebut terlalu berlebihan. Lukaku akhirnya diganjar kartu merah.

    • Inter berharap kartu merah Lukaku direvisi

    Usai laga, pelatih Inter, Simeone Inzaghi, berharap agar hukuman kartu merah yang diberikan kepada Lukaku bisa direvisi. Sang pelatih meyakini ada kesalahpahaman dalam mengartikan bentuk selebrasi gol Lukaku tersebut. 

    “Saya berharap agar hukuman kartu kuning kedua yang diberikan kepada Lukaku bisa dibatalkan, seperti halnya kasus (Ademola) Lookman. Pasalnya, Lukaku sudah sering melakukan selebrasi seperti itu,” ujar Inzaghi. 

    “Sepertinya banyak yang salah paham dalam mengartikan selebrasi gol Lukaku. Akhir laga yang buruk bagi kami. Saya khawatir kehilangan Lukaku dan Samir Handanovic di leg kedua karena mereka pemain penting untuk kami,” lanjut Inzaghi. 

    *Dari selebrasi ke ruang ganti

    Kericuhan yang terjadi di laga Juventus versus Inter baru bermula ketika beberapa pemain Juventus merasa keberatan dengan gaya selebrasi Lukaku. Mereka terlibat adu mulut dan saling menantang.

    Kericuhan itu sempat bereda sejenak, sebelum akhirnya muncul kericuhan baru di kala kedua tim hendak meninggalkan lapangan ke ruang ganti. Pada momen tersebut, giliran Cuardado dan kiper Inter, Samir Handanovic, yang diganjar kartu merah. 

    ===

    ===

    0-0 angel di maria copa del ray imbang inter milan juventus Liga Spanyol romeru lukaku
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.