Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Kisah Miris Wallace Costa, Sempat jadi Kapten PSIS Semarang kini Dideportasi Imigrasi
    Sepakbola Nasional

    Kisah Miris Wallace Costa, Sempat jadi Kapten PSIS Semarang kini Dideportasi Imigrasi

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaApril 7, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Mantan pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kisah miris datang dari mantan pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves. Pemain yang sempat menjadi kapten untuk tim berjulukan Mahesa Jenar itu harus dideportasi imigrasi karena overstay.

    Wallace Costa Alves overstay selama 90 hari di Indonesia karena berniat untuk mencari klub baru. Namun karena gagal mendapatkan klub, akhirnya ia harus terusir dari Indonesia.

    Hal tersebut dikatakan oleh Denny Irawan selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kediri. Diketahui bahwa Wallace Costa Alves terakhir kali bermain di Indonesia pada Liga 1 2021/2022, bersama dengan PSIS Semarang.

    Usai kontraknya tidak diperpanjang PSIS Semarang, Wallace Costa Alves pun tak mempunyai klub sampai saat ini.

    “WNA tersebut merupakan eks pemain sepak bola di Liga 1 yang sudah tidak mempunyai klub karena kontraknya telah habis dengan PSIS Semarang.

    “Lalu dia keluar Indonesia dan masuk lagi dengan Visa On Arrival untuk mencari klub baru” ujar Denny dikutip dari website imigrasi.go.id.

    “Lantaran tidak mendapatkan kontrak baru sehingga overstay dan melaporkan diri ke Kantor Imigrasi Kediri,” sambungnya.

    Cerita mirisnya Wallace Costa Alves pun tak sampai situ. Dikabarkan pemain asal Brasil itu harus dipulangkan ke negaranya melalui kedutaan Brasil. Hal tersebut dilakukan karena Wallace Costa Alves disebutkan tidak mempunyai biaya untuk pulang ke negaranya.

    “Karena yang bersangkutan tidak mempunyai biaya akhirnya WCA dan keluarganya dideportasi dengan dibiayai oleh pihak Embassy (kedutaan) Brazil,” ujar Denny.

    REAKSI CEO PSIS SEMARANG

    Mendengar berita Wallace Costa Alves dideportasi membuat CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi merasa prihatin. Yoyok Sukawi mengatakan jika pihaknya sudah tidak menjalin komunikasi lagi dengan Wallace Costa Alves.

    “Pertama kami prihatin karena Wallace Costa pernah memperkuat PSIS. Kami pun juga mendoakan semoga Wallace dan keluarga selamat sampai Brasil,” ungkapnya.

    Diketahui Wallace Costa Alves juga sempat bermain tarkam di Indonesia usai lepas dari PSIS Semarang. Untuk itu Yoyok Sukawi meminta kepada pemain asing agar tidak memaksakan diri untuk menetap di Indonesia jika tidak memiliki klub.

    “Mungkin buat semua pemain asing yang tidak punya klub, jangan dipaksakan untuk tinggal di Indonesia dan main tarkam di sini,” tegas Yoyok Sukawi.

    KARIER WALLACE COSTA DI INDONESIA

    Wallace Costa Alves sendiri pertama kali datang ke Indonesia setelah Persela Lamongan mengontraknya pada Liga 1 2017. Sejak saat itu dirinya menghabiskan karier sepak bolanya di Indonesia.

    Bersama Persela Lamongan, Wallace Costa Alves menjadi palang pintu andalan tim berjulukan Laskar Joko Tingkir. Bermain selama satu musim, Wallace Costa berbaju Persela Lamongan sebanyak 30 pertandingan. Ia juga sukses mencetak empat gol untuk timnya ini.

    Melihat kuatnya Wallace Costa Alves dalam menjaga pertahanan membuat PSIS Semarang kepincut dengannya. Akhirnya pada Liga 1 2018 Wallace Costa direkrut oleh PSIS Semarang.

    Bersama PSIS Semarang, Wallace Costa Alves semakin menjadi. Ia bermain sebanyak 32 pertandingan dan mencetak enam gol. Tentu jumlahnya golnya itu terbilang cukup banyak untuk pemain yang berposisi sebagai bek tengah.

    Di musim tersebut Wallace Costa Alves membawa PSIS Semarang berada di posisi 10 Liga 1 2018 dengan mengumpulkan 46 poin. Catatan kebobolan PSIS Semarang pun cukup baik karena berada di rataan kebobolan tim lainnya, yaitu 42 gol.

    Pada musim selanjutnya Wallace Costa Alves tetap dipertahankan oleh PSIS Semarang, namun karena adanya COVID-19 akhirnya kompetisi dihentikan.

    Memasuki musim Liga 1 2021/2022, Wallace Costa Alves bermain semakin baik. Dari 28 pertandingan yang dijalaninya, ia mencetak enam gol kembali.

    Bahkan catatan kebobolan PSIS Semarang pun turut membaik. Di musim itu PSIS Semarang hanya kebobolan 34 gol dan memasukan sebanyak 35 gol.

    Namun kariernya di PSIS Semarang harus berakhir di musim itu karena tim Mahesa Jenar tidak memperpanjang kontraknya untuk Liga 1 2022/2023.

    Menurut General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, timnya terpaksa tidak memperpanjang kontrak sang pemain karena faktor usia. Memasuki tahun ini sendiri usia Wallace Costa Alves ada di angka 36 tahun. Memang usia yang bukan lagi muda untuk pemain sepak bola.

    “PSIS dan Wallace telah bersepakat untuk mengakhiri kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak,” kata Wahyu Winarto beberapa waktu lalu.

    “Ada pun salah satu alasannya, PSIS ingin refreshment di posisi yang ditinggalkan Wallace,” ujarnya.

    Persela Lamongan PSIS Semarang Wallace Costa Alves
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.