Larangan suporter untuk away yang diterapkan oleh PSSI dan PT LIB sepertinya menjadi polemik hingga saat ini. Hingga pekan kelima Liga 1 2032/24, hampir setiap laga para suporter melanggar larangan tersebut.
Akibat dari melanggar larangan yang dibuat oleh PSSI, baik tim tamu maupun tim tuan rumah mendapatkan hukuman dari komite disiplin (komdis) PSSI. Hukuman yang diberikan biasnaya berupa denda untuk tim tamu sebesar Rp 25 juta begitu juga dengan tim tuan rumah didenda Rp 25 juta.
Hukuman untuk tim tuan rumah diberikan karena dianggap tidak dapat mengantisipasi kedatangan suporter tim tamu. Untuk tim tandang, tentu saja kedatangan suporternya dianggap melanggar aturan dari PSSI dan PT LIB.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengaku sulit mencegah suporter tim tamu untuk tidak hadir di stadion. Dengan banyaknya suporter yang melanggar aturan, PSSI akhirnya sedikit melunak.
PSSI yang memiliki Komite Ad Hoc suporter, yang diisi oleh Arya Sinulingga memberikan perintah agar yang bersangkutan bersafari ke sejumlah kelompok suporter. Dalam safarinya itu PSSI berharap dapat usulan dari para suporter.
“Jangan dikonotasikan ada kepentingan. Tidak ada. Ini menjaga, siapa yang menjamin kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi?” kata Erick Thohir.
“Ini saya rasa dinamika ini kita sama-sama sabar, harus kita buktikan bisa, dan kita bertransformasi ke titik kita mau bisa, tapi kan sampai hari ini masih ada (suporter yang tetap away).”
“Jadi saya mohon kita ada komite Ad Hoc suporter, pak Arya (Sinulingga) lagi muter ini ke beberapa daerah,” sambungnya.
USULAN SUPORTER
Erick Thohir menyebut, bagi suporter tandang yang ingin mendukung timnya silakan untuk mengajukan usulan. Akan tetapi, PSSI enggan menanggung semua tanggung jawab yang ada.
Erick Thohir meminta agar suporter yang away untuk menerima beban dan tanggung jawabnya. Namun demikian demi kompetisi dapat terus berjalan dengan lancar, ia akan memberikan izin suporter untuk away namun dalam jumlah yang terbatas.
Izin tersebut diberikan agar PSSI dapat fokus untuk mengurus beberapa hal lain, salah satunya soal Video Assistant Referee (VAR). Namun, izin tersebut belum diketahui kapan bisa diterapkan.
“Ada usulan dari suporter, ‘boleh tidak kalau kita diundang, kami datang dengan jumlah terbatas?’ Ya silakan diajukan, akan tetapi jangan semua bebannya PSSI mengontrol semuanya,” tegas Erick Thohir.
`
“PSSI ya cuma ingin perbaiki wasit, VAR, pelatihan kedua sudah mulai, kita berharap VAR jalan Februari karena ini sulit kalau kita terus menoleransi kesalahan-kesalahan individu yang membuat kerugian,” jelas Erick Thohir.
KESEPAKATAN
Izin terbatas sendiri tidak bisa langsung diterapkan. Erick Thohir mengatakan masih harus menunggu waktu yang tepat. Pasalnya penerapan larangan suporter away merupakan kesepakatan banyak pihak, termasuk FIFA.
Belum lagi akan adanya musim pemilu yang tentunya akan sulit untuk PSSI memberikan izin suporter untuk away. Oleh karena itu, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu izin terbatas sebelum nantinya diterapkan.
“Kami harus ada tinjauan bertahap. Kesepakatan yang kemarin dicapai antara PSSI pemerintah, FIFA dan liga, salah satunya adalah ketika saat musim kampanye yang selama ini liga bisa berhenti, bahkan penontonnya kosong, Saat ini dikasih 50 persen. Jadi ini mesti ada take and give,” jelas Erick Thohir.
View this post on Instagram


