Newcastle sukses mengandaskan Chelsea 4-1 di St. James Park, Sabtu (25/11). Kedua tim sempat bermain imbang 1-1 di 45 menit awal, sebelum akhirnya tuan rumah menambah tiga gol tanpa balas di babak kedua.
Gol pembuka laga yang dicetak Alexander Isak di menit 13’ hanya bertahan 10 menit lantaran Raheem Sterling sukses mencetak gol balasan di menit 23’.
Di 45 menit awal, The Blues memang masih sanggup meladeni permainan agresif The Magpies. Namun, kondisinya berubah di babak kedua.
Tambahan dua gol tuan rumah yang lahir hanya dalam rentang satu menit, Jamaal Lascelles (60’) dan Joelinton (61’), merupakan buah dari penampilan anak-anak asuh Eddie Howe yang tampil pede dengan pola ofensif.
Sebaliknya, Chelsea semakin tertekan. Dilansir Flashscore, skuat London Biru bahkan cuma bisa melepas satu tembakan di babak kedua. Bandingkan dengan Newcastle yang sanggup mengkreasi delapan tembakan.
Kartu merah yang diterima Reece James menambah penderitaan Chelsea. Keunggulan jumlah pemain membuat Newcastle masih mampu mencetak satu gol tambahan yang sekaligus menjadi gol penutup kemenangan lewat aksi Anthony Gordon (83’).
Dilansir dari berbagai sumber, Jebreeetmedia coba mengumpulkan fakta-fakta menarki dari kemenangan 4-1 Newcastle ini.
- Kekalahan terbesar Chelsea era Pochettino
Bagi Mauricio Pochettino, kekalahan 1-4 dari Newcastle merupakan kekalahan terbesar di Premier League yang ia derita sejak resmi menjadi pelatih Chelsea, akhir Mei silam.
Pada 12 pekan sebelumnya, Chelsea asuhan Pochettino sudah menelan empat kekalahan. Namun, baru kali ini Thiago Silva dkk. takluk dengan selisih tiga gol.
Sebelumnya, Chelsea “cuma” kalah 0-2 dari Brentford, 0-1 dari Aston Villa, 0-1 dari Nottingham Forest, dan 1-3 dari West Ham.
2. Memulihkan head-to-head sejak tahun 1995
Hal positif lain yang diraih Newcastle dari kemenangan ini adalah soal catatan pertemuan. Di tiga pertemuan terakhir secara beruntun kontra Chelsea, Newcastle tak pernah kalah. Pada dua pertemuan terakhir sebelumnya, mereka menang 1-0 dan imbang 1-1.
Menurut Squawka, ini merupakan kali pertama sejak 1995 di mana Newcastle mampu melalui tiga pertemuan beruntun kontra Chelsea tanpa pernah kalah.
Sebuah catatan yang bahkan tak pernah diukir selama Newcastle diperkuat striker legendaris mereka, Alan Shearer (baru bergabung 1996).
3. Isak terbanyak dan setara Ibra
Gol pembuka laga yang dicetak Alexander Isak punya beragam makna spesial. Yang pertama, gol itu mengantarkan Isak sebagai pengoleksi gol terbanyak (8 gol) Newcastle sejauh ini di semua ajang. Menyusul setelah Isak adalah Callum Wilson (7 gol), Anthony Gordon (5 gol), dan Miguel Almiron (4 gol).
Secara keseluruhan, Isak sudah mengoleksi 17 gol selama berkarier di Premier League. Jumlah koleksi golnya itu setara dengan koleksi striker legendaris asal Swedia yang pernah memperkuat Manchester United, Zlatan Ibrahimovic.
4. Welcome to the Club: Joelinton dan Lascelles
Keberhasilan Joelinton dan Jamaal Lascelles masuk dalam scoresheet boleh jadi membuat keduanya tak perlu lagi minder dengan rekan-rekan setim mereka.
Pasalnya, keduanya kini resmi bergabung dengan 14 pemain lain yang sudah lebih dulu berhasil menjebol gawang lawan musim ini.
Berhubung gol Joelinton dan Lascelles ke gawang Chelsea merupakan gol perdana mereka musim ini, maka keduanya resmi menjadi pemain ke-15 dan 16 Newcastle yang sudah menyumbang gol.
===
*BOKS DATA
Daftar 16 Penyumbang Gol Newcastle Musim ini (di semua ajang)
- Alexander Isak – 8 gol
- Callum Wilson – 7 gol
- Anthony Gordon – 5 gol
- Miguel Almiron – 4 gol
- Sean Longstaff – 3 gol
- Dan Burn – 2 gol
- Jamaal Lascelles – 1 gol
- Fabian Schar – 1 gol
- Bruno Guimaraes – 1 gol
- Lewis Hall – 1 gol
- Joelinton – 1 gol
- Jacob Murphy – 1 gol
- Sandro Tonali – 1 gol
- Harvey Barnes – 1 gol
- Joe Willock – 1 gol
- Sven Botman – 1 gol


