Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Ratu Tisha Ungkap Kunci Sukses Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023, FIFA Beri Pujian Sekaligus Tiga Evaluasi untuk Indonesia
    Sepakbola Nasional

    Ratu Tisha Ungkap Kunci Sukses Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023, FIFA Beri Pujian Sekaligus Tiga Evaluasi untuk Indonesia

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaDecember 1, 2023No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria. (LOC PD U17 2023)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria mengungkapkan ada beberapa faktor suksesnya Piala Dunia U-17 yang diselenggarakan di Indonesia. Ratu Tisha Destria mengatakan kalau kunci sukses pelaksanaan Piala Dunia U-17 berkat sinergitas antarstakeholder di pusat dan daerah.

    Pernyataan Ratu Tisha Destria tersebut diungkapkan saat konferensi pers di Informasi Center Piala Dunia U-17 Surakarta, di Hotel Solia Zigna, Solo, Jumat (1/12). Mewakili Ketua PSSI, Ratu Tisha pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan kerja cerdas semua pihak.

    Sejak babak penyisihan hingga jelang partai final tak ada kejadian luar biasa yang bisa mempengaruhi penyelenggaraan. “Terima kasih sekali lagi kepada media dan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) yang sudah melengkapi sinergitas ini untuk lancarnya pagelaran kita, turnamen FIFA pertama Piala Dunia U-17 yang ada di Indonesia,” katanya.

    “Ini semua berkat sinergitas dan kebersamaan pemangku kepentingan. Ini menjadi satu pembelajaran yang sangat penting dari Piala Dunia U-17 untuk perkembangan persepak bolaan tanah air,” ujar dia.

    Menurut Tisha, ketika seluruh pihak memiliki rasa tanggung jawab sebagai sebuah bangsa, dari pusat dan daerah akan melakukan yang terbaik, maka semua hasilnya akan baik. Hal ini terbukti dari 52 pertandingan, 50 diantaranya telah rampung diselenggarakan di empat stadion yakni, Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo).

    “Tanpa kendala berarti. Ketika ada persoalan, dalam sebuah perhelatan sudah pasti tidak akan mulus-mulus saja. Pasti ada. Tapi yang paling penting bagaimana penanganan dilakukan dengan cepat, cermat dan terbaik,” katanya.

    Tisha pun meminta dukungan agar dua sisa pertadingan lainnya yakni perebutan juara ke-3 antara Argentina vs Mali yang akan digelar di Stadion Manahan Solo, pada Jumat (1/12/2023), serta partai final antara Jerman vs Prancis yang dilaksanakan pada Sabtu (2/12/2023) malam di tempat yang sama, juga berjalan dengan baik.

    “Saat ini kita telah selesai. Deliverable kita 50 pertandingan dari 52 pertandingan dan itu adalah satu prestasi yang luar biasa bagi Indonesia. Bukan bagi PSSI, tapi bagi Indonesia untuk kita semua,” kata Ratu Tisha Destria.

    Tak lupa, Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh awak media dan fans sepak bola di Indonesia yang turut mendukung event ini hingga berjalan dengan lancar.

    “Terima kasih untuk teman-teman media juga. Tanpa kalian sebagaimana layaknya juga tanpa fans garing kami. Mau kita terus giring kalau tidak ada teman-teman media yang ikut merayakan dan menyemarakkan pasti kami dari LOC pun tidak akan bisa maksimal dalam bekerja,” ujar dia.

    Pada kesempatan tersebut, Tisha pun kembali menyampaikan bahwa seluruh tim yang berlaga sepakat menganggap gelaran Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia adalah satu yang terbaik. Semuanya pun sepakat memuji kualitas lapangan baik yang digunakan bertanding maupun tempat latihan. Termasuk pujian untuk pelayanan dan keramahan.

    “Jadi itu adalah sebetulnya bagi kami pujian tertinggi yang bisa kita dapatkan adalah berasal dari tim yang bertanding,” jelas dia.

    Pada laga perebutan tempat ke-3 dan final Piala Dunia U-17, Tisha mengatakan akan ada sedikit sentuhan guna mempercantik lokasi pertandingan di Stadion Manahan Solo.

    “Jadi kita akan menaikkan sedikit levelnya dalam segi branding dan dressing untuk partai final dan saya rasa ini adalah satu hal yang juga baru bahwa ini festival memang ada perbedaan dari satu stage ke stage lain,” kata dia.

    Selain itu, FIFA juga memberikan pujian atas kinerja Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia U-17 2023. Namun, FIFA memberikan beberapa evaluasinya, terutama terkait dengan perencanaan.

    Apresiasi dari FIFA diberikan berdasarkan hasil laporan tim-tim peserta. Para tim peserta, menurut Wakil Ketua Panitia Pelaksanan (LOC) Piala Dunia U-17 2023 yang juga Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria memuji kualitas lapangan baik tanding maupun training yang disediakan Indonesia, termasuk pelayanan dan hospitality yang diberikan.

    “Bagi kami (LOC), pujian tertinggi memang datang dari tim-tim peserta. Mereka merasa puas dengan pelayanan yang diberikan mulai dari penyediaan fasilitas lapangan, pelayanan, serta hospitality,” tutur Ratu Tisha.

    “Mengingat tim-tim kelas dunia pasti memiliki riders (daftar permintaan khusus) pasti sangat banyak dan itu semua bisa terpenuhi,” kata dia lebih lanjut,

    Tapi, dari berbagai pujian yang diberikan, LOC tidak luput juga dari evaluasi yang diberikan oleh federasi sepak bola dunia tersebut. Ada tiga evaluasi, menurut Tisha yang diberikan oleh FIFA.

    “Pertama, adalah soal perencanaan. Ada antara perencanaan dan implementasi hanya ada waktu yang sangat mepet. Untuk FIFA ini harus tepat penerimaannya. Misalnya, jika perencanaannya 70 persen, maka implementasinya juga harus 70 persen. Lalu, kalau rencananya A ya implementasinya juga harus,” katanya.

    Kedua, adalah perbedaan sistem manajemen di FIFA dan di Indonesia, terutama di beberapa kementerian atau lembaga yang tidak sama. Sehingga monitoringnya dinilai sedikit menyulitkan FIFA.

    “Jadi butuh sistem yang lebih terukur lagi, yang bisa menyelaraskan dengan sistem FIFA. Karena sistem di Indonesia, bukan hanya di PSSI saja, tetapi di kementerian atau lembaga juga memiliki sistem yang beragam,” tuturnya.

    “Evaluasi ketiga adalah harus ada progres. Bagaimana dari 50 pertandingan yang telah berjalan berprogres. Bukan masalah menangnya, tetapi bagaimana kami memiliki perubahan dari berbagai sisi penyelenggaraan. Misalnya, karena ini kompetisi maka utamanya adalah sisi sepak bolanya, yang mana di setiap pertandingannya kualitasnya selalu semakin lebih baik,” tambahnya.

    Menurutnya, dari FIFA banyak yang bisa ditingkatkan tapi perubahan itu tidak bisa dilakukan secara radikal. Ada beberapa sektor yang dinilai bisa ditingkatkan, seperti di area fan services, security, match operation, serta cara pemisahann match operation seperti apa dan lain-lain.

    “Exraordinary selama penyelenggaraan tidak ada. Ini kita tidak bahas masalah JIS ya karena itu case extraordinary. Dengan waktu mepet, kami dapat memenuhi kebutuhkan rumput untuk lapangan yang bisa menahan banyak pertandingan yang digelar di sana,” ujarnya.

    “Total ada 16 pertandingan dalam 15 hari penyelenggaraan. Ini extra, karena biasanya 16 gim itu dilakukan dalam empat bulan untuk menjaga kualitas rumput. Untuk case ini, kami mendapatkan expert bukan hanya dari FIFA tapi dari negara lainnya, seperti Australia. Khusus untuk cara penanganan JIS untuk pitch manajemen saya acungkan jempol,” tukasnya

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    FIFA piala dunia U-17 2023 Ratu Tisha Destria
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.