Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat ini tengah berada di Jepang untuk memenuhi undangan dari Presiden Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA). Selama berada di Jepang, sepertinya banyak yang diperbincangkan oleh kedua belah pihak.
Sebelumnya JFA telah banyak membantu soal perwasitan di Indonesia. Demi mengembangkan kualitas para wasit di Indonesia, JFA mengirimkan dua wasit untuk menjadi instruktur di Indonesia.
Tidak hanya instruktur saja, JFA juga mengirimakn dua wasit terbaiknya untuk memimpin pertandingan di Indonesia. Dihadirkannya wasit tersebut sebagai pembelajaran untuk wasit di Indonesia bagaimana cara mempimpin jalannya pertandingan dengan baik.
Selain itu, pertemuannya dengan JFA tersebut menghasilkan sesuatu yang sangat baik untuk untuk Indonesia. Erick Thohir mengatakan kalau timnas putri Indonesia akan segera memiliki pelatih baru.
Nantinya pelatih timnas putri Indonesia akan berasal dari Jepang. Akan tetapi, belum diketahui siapa nantinya pelatih yang akan bertugas menangani timnas putri Indonesia.
“Saya berterima kasih kepada mereka (JFA) yang sudah memberikan bantuan wasit dan sudah mulai bagus sekarang dan juga saya telah memastikan bahwa kita bisa mendapatkan bantuan untuk timnas putri Indonesia dengan pelatih dari Jepang,” jelas Erick Thohir dikutip dari akun Instagram pribadi miliknya, Senin (1/1).
PELATIH SEBELUMNYA
Timnas putri Indonesia sendiri sebelumnya dipegang oleh Rudy Eka Priyambada. Namun, sang pelatih telah resmi hengkang sejak 1 Agustus 2023.
Hengkangnya Rudy Eka Priyambada dari timnas putri Indonesia, karena sang pelatih menangani tim lain. Gresik United, menjadi tujuan Rudy Eka Priyambada pada saat itu.
“Keputusan ini bisa menjadi kolaborasi yang hebat sesuai dengan tagline manajemen to the top. Tujuan kami kan pasti kepingin naik ke Liga 1 musim depan. Inilah tantangan yang harus saya terima,” cetus Rudy Eka Priyambada.
MUNDUR DARI GRESIK UNTED
Sayangnya Rudy Eka Priyambada tak lama menangani Gresik United. Pasalnya tiga bulan berikutnya ia justru mundur dari posisinya.
Mundurnya Rudy Eka Priyambada setelah timnya kalah 1-2 dari rival mereka Deltras FC. Selain itu, kericuhan antar suporter menjadi faktor lain dirinya memilih mundur dari kursi kepelatihan Gresik United.
“Sesuai dengan apa yang saya bicarakan, kekalahan 1-2 dari Deltras FC yang menjadi duel gengsi serta reputasi daerah. Diri saya siap dievaluasi,” kata Rudy Eka Priyambada.
“Saya datang ke Gresik bukan tanpa poin. Saat ini masih di posisi ketiga. Untuk itu, berharap kedepan Gresik United bisa lebih bagus lagi,” tambahnya.
“Sampai di sini saya menangani Gresik United. Ini mungkin hal yang terbaik saya putuskan, dan tidak mungkin ditarik kembali,” ungkapnya.
SAKSI KEKALAHAN THAILAND
Kembali ke Erick Thohir, diundangnya Erick Thohir ke Jepang tidak hanya membicarakan lebih lanjut soal kerjasama kedua belah pihak. Ia juga turut menjadi saksi perlawanan timnas Thailand menghadapi tuan rumah, Jepang.
Pada laga tersebut, timnas Thailand dicukur habis oleh Jepang dengan skor 5-0. Tentu menjadi sinyal bahaya untuk timnas Indonesia. Pasalnya Jepang akan satu grup dengan timnas Indonesia di Piala Asia 2024.
“Dari National Stadium Tokyo saya diundang oleh presiden JFA. Saya bisa menyaksikan timnas Jepang melawan Thailand,” katanya.
Pada pertandingan tersebut, Ao Tanaka membuka pesta gol Jepang di menit ke-51. Kemudian, Keito Nakamura menggandakan skor di menit ke-72, sebelum Elias Dolah membuat bunuh diri dan mengubah skor menjadi 3-0 untuk Jepang.
Takumu Kawamura kemudian ikutan menambah derita Thailand di menit ke-82, sebelum Takumi Minamino memastikan kemenangan Jepang menjadi 5-0 atas Thailand.
BELAJAR KE JEPANG
Erick Thohir tak menampik jika dirinya mendapatkan ilmu baru dari Jepang selepas menonton pertandingan tuan rumah menghadapi Thailand. Pria berusia 53 tahun itu cukup takjub dengan Jepang.
Bukan tanpa alasan, pada pertandingan tersebut ia bisa melihat bagaimana tuan rumah bisa mengadakan sebuah pertandingan dengan sangat baik. Tidak sampai situ saja, ia juga memuji penonton yang langsung hadir di stadion.
“Saya banyak belajar bagaimana mereka mempersiapkan pertandingan yang sangat-sangat rapih dan seluruh penontonnya tertib, dan juga bagaimana hospitalitynya semua benar-benar dijaga dengan baik. Kita perlu banyak belajar kepada mereka,” ungkapnya.
View this post on Instagram


