Replay ronde keempat Piala FA melawan Aston Villa pada Rabu (7/2) bisa memberikan tekanan lebih besar lagi buat Chelsea. Posisi Mauricio Pochettino bakal sangat tidak aman kalau timnya kalah, yang repotnya mesti bertandang.
Setelah hasil 0-0 di Stamford Bridge, laga ulang di Villa Park ini tampak akan memberikan keuntungan buat pemiliknya. Apalagi, Aston Villa sedang beringas, kontras dengan Chelsea yang tengah remuk redam.
Akhir minggu lalu, Si Biru keok 2-4 dari Wolverhampton. Beberapa hari sebelumnya, The Blues menelan kekalahan telak 1-4 di tangan tuan rumah Liverpool.
Saat Chelsea menanti efek produktivitas penyerang, Villa sedang menikmati pengaruh positif ketajaman lini depannya. Akhir minggu lalu, The Villans mencukur Sheffield United dengan lima gol tanpa balas. Pasukan Unai Emery pun memberi respons tunai, bangkit dari kekalahan 1-3 dari Newcastle pada tengah pekan lalu.
Ollie Watkins, pemain Inggris pertama yang selalu mencetak minimal 10 gol di empat musim pertamanya setelah Robbie Fowler di Liverpool, akan menjadi momok buat pertahanan Si Biru.
Sejauh ini, Watkins sudah mengemas 11 gol. Aspek ofensif yang juga mesti diwaspadai sang penyerang adalah operannya. Watkins sudah membuat 10 assist musim ini.
Perhatian dari laga ini lebih tertuju kepada Chelsea. Tekanan tak pelak mengarah lagi ke Mauricio Pochettino. Eks pelatih Tottenham dan PSG ini sempat berkata bahwa persoalan waktu saja skuad mudanya akan mencuat.
Chelsea memang sempat membaik hingga medio Januari lalu. Namun, grafik permainan klub London Barat itu nyungsep lagi.
Kursi Mauricio Pochettino semakin panas saja. Sang manajer mengaku bahwa Chelsea tampil di bawah harapan.
“Kami tidak cukup baik saat ini. Itulah kenyataannya. Saya bertanggung jawab untuk situasi ini. Pemain mungkin juga perlu bertanggung jawab. Saat ini kami tidak cocok dengan sejarah klub. Kami perlu menerimanya dan kritis terhadap diri sendiri, tapi kami tidak boleh menyerah,” ucap Pochettino di BBC.
View this post on Instagram
Sejarah itu termasuk delapan kali kampiun Piala FA. Yang membuat fan Chelsea gusar, Si Biru tampil di tiga final beruntun pada 2020-2022. Dengan kiprah semenjana ini, Pochettino sadar bahwa dirinya semakin rentan terhadap pemecatan bila Mykhailo Mudryk cs. kalah di Villa Park.
Sebenarnya ada beberapa sisi yang bisa menaikkan harapan Chelsea. Meski tangguh untuk laga liga, Villans lesu di Piala FA di kandangnya. Dari lima kesempatan tampil di depan publik Villa Park, Villans selalu keok di sana sejak Januari 2016. Torehan ini jelas merupakan penurunan drastis sebab mereka merupakan finalis pada 2015.
Kans The Blues juga tidak jelek bila melihat rekor pertemuan. Villa hanya sekali menang dan lima kali kalah di enam pertemuan dengan Chelsea. The Blues juga dapat menyandarkan asa pada catatan tandang di ajang ini berupa enam kemenangan dari tujuh lawatan terakhir. Torehan itu berkebalikan dengan catatan tandang saat ini, yakni sekali menang dari tujuh laga tandang terakhir.
Akan ke arah mana kecenderungan hasil laga ini? Ucapan Pochettino bahwa Si Biru sedang jauh dari sejarah gemilang mereka sepertinya akan berlanjut di Villa Park.


