Sejarah akhirnya berbicara di laga ini. Chelsea memperlihatkan ketangguhan di bawah tekanan saat menyingkirkan tuan rumah Aston Villa pada Rabu (7/2).
Sorotan utama sebelum sampai sesudah pertandingan di Villa Park ini tertuju kepada Mauricio Pochettino. Timnya tampil gemilang untuk menyelamatkan sang bos.
Drama di Bridge
Latar belakang berat menggelayut di pundak Chelsea, terutama bosnya, Pochettino, sebelum replay ronde keempat ini. The Blues kalah di dua pertandingan Premier League. Pochettino terancam didepak karena performa buruk pasukannya.
Saat Blues digebuk Wolves, publik Stamford Bridge menyuarakan preferensi mereka kepada Jose Mourinho dan Roman Abramovich daripada Pochettino dan Todd Boehly. Repotnya lagi, internal tim terusik pihak luar yang dekat dengan anggota tim.
Sehari sebelum laga, istri Thiago Silva, Isabelle, melontarkan keresahan di X alias Twitter perihal terpuruknya Chelsea. “Saatnya perubahan. Kalau menunggu lebih lama, akan terlambat nanti,” kicau Ny. Silva.
Isabelle meminta maaf sebelum kick-off. Silva duduk di bangku cadangan. Menurut Pochettino, alasan Silva dicadangkan adalah untuk performa dan keseimbangan, bukan hukuman.
Sejarah bicara
“Kau akan dipecat besok pagi!” demikian nyanyian publik Villa Park yang ditujukan kepada Pochettino. Namun, ancaman sebenarnya dari tuan rumah buat Si Biru adalah kiprah apik musim ini di bawah arahan Unai Emery. Villa hanya dua kali kalah dan menang 13 kali di rumah musim ini di semua kompetisi.
Namun, Chelsea merupakan salah satu kubu tersukses di kompetisi tertua ini dengan delapan gelar. Hanya Arsenal dan Man. United klub dengan koleksi Piala FA lebih banyak daripada Si Biru.
Sebaliknya, Aston Villa sedang jeblok di ajang ini. Sudah enam kali The Villans tersingkir saat tampil di kandangnya. Setelah keok di final 2015, klub kota Birmingham ini mentok di ronde keempat.
Gairah biru
Chelsea menggebrak sejak sepak mula. Kerja sama Nicholas Jackson dan Noni Madueke berujung geberan Conor Gallagher untuk membuka skor pada menit ke-11.
Tuan rumah bereaksi. Leon Bailey dan Ollie Watkins meluputkan kesempatan menyamakan skor, sebelum Jackson menyundul masuk umpan Malo Gusto pada menit ke-21.
Cole Palmer hampir memperlebar jarak keunggulan The Blues tapi dimentahkan Emiliano Martinez. John McGinn hanya hampir menyempitkan jarak sesaat sebelum turun minum, tapi kansnya masih tertahan tangan kiper Dorde Petrovic.
Pada menit ke-54, Enzo Fernandez boleh jadi merasakan momen terbaiknya sejak diboyong dengan transfer mahal musim lalu dari Benfica. Gelandang Argentina itu menaklukkan kompatriotnya, Martinez, dengan tendangan bebas ciamik. Eksekusi melengkungnya bersarang di pojok atas gawang Villa.
Moussa Diaby membuat gol hiburan buat Villans semenit memasuki injury time. Namun, Villa kembali gagal melaju ke 16 besar ajang ini.
View this post on Instagram
Lega Poch
Pochettino tentu lega dengan hasil ini. Setelah laga, pelatih asal Argentina itu mengutarakan kembali pentingnya para suporter bersabar.
“Orang-orang tidak sabaran. Mereka tidak ingin mendengar alasan. Kami bukan Chelsea di masa lalu. Ini proyek baru. Para pendukung perlu percaya. Kadang kala ekspektasi menjadi berat karena tim kami masih muda. Namun, kami bertumbuh dalam cara yang sangat baik,” ucapnya di BBC.
Pada hari yang sama juga replay ronde keempat, Nottingham Forest berhasil mengungguli klub Championship Division, Bristol City, melalui adu penalti. Di ronde kelima, Forest akan menjamu Man. United.
Chelsea akan menjamu Leeds United. Sensasi musim ini, Maidstone United, akan bertandang ke klub Championship, Coventry City. Maidstone menjadi klub divisi keenam terbaru yang mencapai 16 besar sejak Blyth Spartans pada 1977-78.
Jadwal Ronde 5
26/2: Coventry vs Maidstone
27/2: Bournemouth vs Leicester, Blackburn vs Newcastle, Luton vs Man. City
28/2: Chelsea vs Leeds, Nottm. Forest vs Man. United, Wolves vs Brighton, Liverpool vs Southampton


