Real Madrid akhirnya sungguh mengambil keuntungan dari kemenangan pada leg 1 untuk lolos ke perempat final. Di leg 2 pada Rabu (6/3), Los Blancos mesti menahan kegugupan meski tampil di rumah menghadapi RB Leipzig.
Secara keseluruhan, penampilan Madrid tidak meyakinkan di laga ini. Potongan-potongan berikut ini menggambarkan kiprah biasa-biasa saja itu, kecuali mungkin satu hal selain tiket ke delapan besar.
Lesu di rumah
Publik Santiago Bernabeu tampak gusar melihat performa gamang skuad El Real. Dengan daya gedor besar, Si Putih tidak bisa menghasilkan sebiji shot on goal pun di paruh pertama.
Kepayahan itu tampak berlanjut di awal babak kedua. Meski menorehkan penguasaan bola yang lebih tinggi, kubu Madrid beberapa kali mudah kehilangan bola.
Gol bagus
Amunisi mengilap di segi ofensif akhirnya menunjukkan kualitasnya di pertengahan paruh kedua. Pada menit ke-65, El Real menuai buah manis serangan balik cepat mereka.
Diawali keberhasilannya menguasai bola di ujung kotak penalti, Toni Kroos mengirimkan bola ke Jude Bellingham. Gelandang asal Inggris itu menggiring bola ke tengah dan menyodorkan bola daerah. Vinicius Jr. memotong dari sayap kiri sebelum melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang Leipzig yang dikawal Peter Gulacsi.
View this post on Instagram
Tekanan Banteng Merah
Gol Vini itu boleh jadi merupakan satu-satunya hal menyenangkan petang itu buat para fan Madrid. Leipzig meneruskan penampilan berani mereka, dan mendapatkan hasilnya.
Setelah kegagalan menuntaskan banyak kesempatan di leg 1 dan beberapa lagi di babak pertama duel ini, skuad asuhan Marko Rose itu bisa menjebol gawang Madrid. Hanya tiga menit setelah tertinggal, kapten Willi Orban bisa menyundul masuk umpan David Raum.
Sisa laga dapat dikatakan menghadirkan kecemasan lanjutan buat suporter Madrid. Eks binaan Barcelona, Dani Olmo, menciptakan peluang saat injury time, tapi sundulannya hanya menyisir mistar.
Satu gol yang akan memaksa perpanjangan waktu seiring dihapusnya aturan gol tandang, tidak bisa didapat Leipzig. Wakil Bundesliga itu yang akhirnya pulang dengan kekecewaan.
Teralihkan
Carlo Ancelotti mengamini penampilan buruk skuadnya. “Kami tampil buruk dengan sedikit fokus saja. Aspek psikologis sangat memengaruhi kami. Kami menghadapi lawan berkualitas yang tampil lepas, sementara kami menahan diri sejak awal. Kami mengalami kesulitan, tapi yang terpenting lolos ke perempat final,” ucap Ancelotti kepada Diario AS seperti dikutip Football Espana.
Laga juga diwarnai insiden pelanggaran Vinicius terhadap Orban di tengah lapangan. Aksi itu disebut layak diganjar kartu merah.
View this post on Instagram


