Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Timnas Indonesia “Dirampok” Wasit di Menit Akhir, Shin Tae-yong “Sentil” AFC
    Sepakbola Nasional

    Timnas Indonesia “Dirampok” Wasit di Menit Akhir, Shin Tae-yong “Sentil” AFC

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaOctober 11, 2024No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Timnas Indonesia harus menelan pil pahit setelah dicurangi wasit di laga menghadapi Bahrain dalam pertandingan lanjutan putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Bermain di di Stadion Nasional Bahrain, Kamis 10 Oktober 2024, timnas Indonesia ditahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2.

    Timnas Indonesia seharusnya menang ketika waktu menandakan sudah habis dan skor 1-2 untuk kemenangan timnas Indonesia. Hanya, wasit justru baru mengakhiri pertandingan saat Bahrain berhasil mencetak gol.

    Sebelumnya wasit cadangan telah memberikan tambahan waktu selama enam menit. Akan tetapi wasit utama, Ahmed Al-Kaf tak menghiraukannya dan sampailah ketika Bahrain mampu menyamakan kedudukan di menit 90+9.

    Lebih menyakitkan lagi, gol tersebut cukup kontroversial karena dianggap sebelumnya pemain Bahrain sudah berada di posisi offside, tetapi wasit tidak melakukan pengecekan VAR. Ketika pertandingan kembali dimulai, Ahmed Al-Kaf langsung meniupkan tanda pertandingan berakhir.

    Pemain Bahrain, Mohamed Mahroon menjadi mimpi buruk timnas Indonesia setelah ia berhasil mencetak dua gol. Gol pertama dicetak di menit ke-15 dan gol keduanya di menit akhir pertandingan.

    Adapun dua gol Garuda dicetak oleh Ragnar Oratmangoen pada menit 45+7 dan Rafael Struick pada menit 74. Gol ini pun menjadi yang kedua untuk Ragnar Oratmangoen dan pertama untuk Rafael Struick.

    JALANNYA PERTANDINGAN

    Pertandingan sendiri berjalan cukup monoton di awal-awal. Kedua tim bermain cukup berhati-hati.

    Namun, tekanan yang diberikan oleh Bahrain ternyata berhasil membuat timnas Indonesia kesulitan mengembangkan permainan. Peluang pertama di pertandingan ini didapatkan Bahrain pada menit 14 melalui tendangan bebas. Kesempatan ini tak disia-siakan.

    Pemain bernomor punggung 8, Mohamed Marhoon berhasil mencetak gol dari sepakan bebas jarak jauh setelah membuat Maarten Paes tak berkutik. Bahrain pun memimpin 1-0 dari Indonesia di menit 15.

    Memasuki menit 25, Garuda mulai mencoba menekan. Anak asuhan Shin Tae-yong ini perlahan membangun serangan lewat umpan-umpan pendek dan operan terobosan. Namun, upaya Thom Haye dkk masih dapat dimentahkan oleh lini pertahanan Bahrain.

    Di menit 35, Mees Hilgers sempat dianggap wasit melakukan pelanggaran di area terlarang. Setelah menggunakan VAR, wasit menilai tak ada kontak yang berarti sehingga timnas Indonesia terbebas dari hukuman penalti.

    Timnas Indonesia kembali mencoba menembus pertahanan tuan rumah. Akan tetapi, sejumlah umpan silang Sandy Walsh dari sisi kiri sulit dijangkau oleh para pemain depan Garuda.

    Menit 45+7, Ragnar Oratmangoen berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan dari sisi kanan oleh Ivar Jenner yang kemudian jatuh di kaki Ragnar dan langsung disambar dengan tembakan mendatar. Skor pun berubah, sama kuat 1-1.

    Kedudukan imbang 1-1 ini bertahan hingga peluit tanda turun minum dibunyikan oleh wasit.

    Usai jeda babak pertama, Shin Tae-yong langsung melakukan dua pergantian pemain demi menambah daya gedor. Eliano Reijnders dan Rizky Ridho masuk menggantikan Sandy Walsh dan Jordi Amat.

    Di menit 53, Bahrain kembali mengancam jala gawang Maarten Paes. Lagi-lagi Mohamed Marhoon melepaskan sepakan keras dengan kaki kanannya. Beruntung, bola yang dilepaskan melambung di atas mistar gawang timnas Indonesia.

    Marselino Ferdinan akhirnya dimainkan di menit 57 untuk menggantikan Malik Risaldi. Masuknya Marselino membuat permainan Garuda menjadi lebih agresif. Sesekali timnas Indonesia bisa menembus melalui sisi kiri.

    Meski sempat diserang secara bertubi-tubi, timnas Indonesia justru mampu mencetak gol kedua. Pada menit 73, Rafael Struick berhasil menceploskan bola dengan kaki kanannya ke gawang Bahrain. Indonesia kini memimpin dengan keunggulan 2-1 atas Bahrain.

    Demi mempersegar lini tengah, pada menit 81 Shin Tae-yong menarik keluar Thom Haye dan menggantikannya dengan Nathan Tjoe A On.

    Di sisi waktu pertandingan, Bahrain terus berupaya menyamakan kedudukan. Alhasil, pada menit 90+9, tuan rumah akhirnya mampu mencetak gol tambahan melalui Mohamed Mahroon setelah menyambut umpan dari sepak pojok.

    Gol balasan tersebut sekaligus menjadi penutup pertandingan dan timnas Indonesia harus berpuas dengan raihan satu poin dari Stadion Nasional Bahrain.

    KOMENTAR SHIN TAE-YONG

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong ternyata dibuat kesal oleh kepemimpinan wasit Ahmed Al-Kaf. Padahal Shin Tae-yong menilai kalau kedua tim sudah bermain sangat baik.

    Sayangnya, kepemimpinan wasit justru merusak nilai fair-play yang ada di laga tersebut. Pelatih asal Korea Selatan tersebut sangat menyayangkan wasit tidak bersikap adil di lapangan.

    “Kedua tim Bahrain dan Indonesia melakukan yang terbaik sampai peluit panjang akhir laga oleh wasit. Tetap saja saya akan menyebutkan hal memalukan soal keputusan wasit,” kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers pasca-laga.

    “Jika AFC mau berkembang, keputusan wasit juga harus ditingkatkan,” tambahnya.

    Tidak heran ketika di akhir laga terdapat protes keras yang dilakukan oleh pemain dan staff timnas Indonesia. Sampai manajer timnas Indonesia diberikan kartu oleh Ahmed Al-Kaf karena melakukan protes keras.

    Menurut Shin Tae-yong kemarahan para pemain merupakan sebuah akumulasi dari keputusan wasit yang selalu keliru. Tak jarang, timnas Indonesia dibuat rugi oleh keputusan Ahmed Al-Kaf termasuk tambahan waktu yang sudah melebihi waktu seharusnya.

    Ditambah lagi dengan pemain Bahrain yang cukup “cengeng” di atas lapangan. Kerap kali para pemain Bahrain memelas untuk meminta tendangan bebas kepada wasit ketika dijatuhkan oleh pemain timnas Indonesia.

    “Jika ada yang baru saja menonton pertandingan ini dan mungkin kalian pasti mengerti, kalian tahu kenapa pemain kami marah. Anda tahu menit tambahan waktu itu enam menit, itu lebih dari sembilan menit.

    “Keputusan wasit semua bias. Ketika kami menghalau pemain Bahrain, Anda tahu ini akan terjadi tendangan bebas. Jadi saya pikir semua orang tahu, Anda tahu mengapa pemain kami marah di sana,” tutup Shin Tae-yong.

    MELAYANGKAN PROTES

    Ketidakadilan wasit Ahmed Al-Kaf ternyata membuat PSSI tidak tinggal diam. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan kalau pihaknya akan melayangkan surat protes ke AFC.

    Menurutnya apa yang sudah dilakukan oleh Ahmed Al-Kaf sudah mencoreng nilai fair-play. Untuk itu, PSSI akan segera berkomunikasi dengan AFC.

    “Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit,” kata Exco PSSI, Arya Sinulingga.

    “Dia seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol. Ya kami akan kirim surat protes,” tambahnya.

    Selepas laga menghadapi Bahrain, timnas Indonesia akan menjalani laga keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Tiongkok. Laga tersebut akan berlangsung di Tiongkok, Selasa (15/10/2024).

    PERINGKAT TIMNAS INDONESIA

    Hasil imbang melawan Bahrain membuat timnas Indonesia harus turun ke posisi lima setelah sebelumnya menempati posisi empat. Begitu juga dengan Bahrain yang kini menempati posisi empat yang sebelumnya berada di tempat ketiga.

    Sebaliknya, Australia yang sebelumnya berada di bawah Indonesia dan Bahrain justru berhasil menyalip keduanya. Australia berhasil naik ke posisi dua setelah mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1.

    Untuk posisi kesatu masih dipegang oleh Jepang yang selalu menang di laga yang dijalaninya. Tiongkok menjadi kebalikan dari Jepang karena mereka selalu kalah di tiga laga yang dijalaninya, sehingga membuat mereka menempati posisi paling buncit.

    KLASEMEN

    1. Jepang 3-0-0 9
    2. Australia 1-1-1 4
    3. Arab Saudi 1-1-1 4
    4. Bahrain 1-1-1 4
    5. INDONESIA 0-3-0 3
    6. Tiongkok 0-0-3 0

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Ahmed Al-kaf Bahrain Kualifikasi Piala Dunia 2026 Mohamed Mahroon Rafael Struick Ragnar Oratmangoen Shin Tae-yong timnas indonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.