Ketua Umum PSSI, Erick Thohir secara resmi menyambut baik kemungkinan pemain diaspora Timnas Indonesia untuk bermain di Liga 1. Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam upaya meningkatkan kualitas persepakbolaan nasional.
Beberapa nama pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri belakangan ramai dikabarkan akan merumput di Liga 1. Rafael Struick disebut-sebut akan memperkuat Bali United, sementara Thom Haye dikabarkan menjadi incaran Persija Jakarta. Nathan Tjoe-A-On dan Shayne Pattynama sempat diisukan akan bergabung dengan Bhayangkara FC.
Namun kabar terbaru mengindikasikan Shayne Pattynama lebih memilih melanjutkan karier di Thailand dengan bergabung bersama Buriram United. Keputusan ini menunjukkan bahwa pemain diaspora Indonesia kini menjadi rebutan klub-klub di Asia Tenggara.
Respons Pro-Kontra dari Publik
Rencana kedatangan pemain diaspora ke Liga 1 menuai beragam tanggapan dari publik. Sebagian pihak berpendapat bahwa kualitas pemain seperti Thom Haye dan kawan-kawan dinilai masih terlalu tinggi untuk level Liga 1 saat ini. Mereka khawatir langkah ini justru akan menghambat perkembangan karier para pemain tersebut.
Di tengah perdebatan ini, Erick Thohir menegaskan bahwa Liga 1 telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Kalau saya sangat terbuka, kan memang Liga 1 sudah lebih baik,” kata Erick Thohir di Jakarta pada Senin (2/6/2025).
BACA JUGA: Apresiasi serta Doa Mengiringi Beckham Putra di Timnas Indonesia
Thom Haye dan Potensi Besar untuk Liga 1
Sorotan utama tertuju pada Thom Haye, gelandang Timnas Indonesia yang saat ini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Almere City berakhir. Kabar kuat menyebutkan bahwa Persija Jakarta serius ingin merekrut pemain ini.
Kehadiran pemain sekelas Haye di Liga 1 diprediksi akan memberikan dampak positif ganda. Selain meningkatkan kualitas Persija, hal ini juga akan mendongkrak daya saing Liga 1 di kancah regional Asia Tenggara.
Kebijakan PSSI
Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI tidak akan membatasi ruang gerak pemain Timnas, termasuk para pemain diaspora. Organisasi induk sepak bola Indonesia ini justru mendorong agar mereka tetap aktif di lingkungan yang kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri. “Kami sangat mendukung jika klub Liga 1 bisa memberikan fasilitas dan atmosfer kompetitif bagi pemain,” ujarnya.
Evaluasi dan Persiapan Menyambut Musim Baru
Meski optimis dengan perkembangan yang ada, Erick mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kualitas Liga 1. PSSI terus melakukan berbagai pembenahan menyeluruh, terutama dalam menyambut musim kompetisi 2025-2026.
“Masih banyak kekurangan, makanya nanti kan di Kongres akan didorong lagi perbaikan-perbaikan yang lain. Kami tergantung pemainnya,” ungkapnya.
Kongres Biasa PSSI yang akan digelar pada Rabu, 4 Juni 2025 di Jakarta menjadi momentum penting untuk membahas berbagai langkah strategis. Salah satu agenda utama adalah menyusun rencana peningkatan kualitas Liga 1 agar lebih menarik bagi pemain lokal maupun asing, sekaligus menciptakan ekosistem sepak bola nasional yang lebih kompetitif.
View this post on Instagram


