Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengumumkan bahwa kompetisi musim 2025/2026 akan hadir dengan nama baru, Super League. Nama ini dipilih untuk menggantikan Liga 1. Perubahan ini juga ditandai dengan hadirnya trofi baru yang lebih modern.
“Trofi Super League pasti baru dong,” ujar Ferry. Trofi ini akan menggantikan trofi lama yang baru dipakai sejak PSM Makassar menjadi juara pada musim 2022/2023.
Seiring dengan perubahan ini, I.League menargetkan kenaikan peringkat Indonesia di AFC Competition Ranking. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-25, atau keenam di Asia Tenggara.
Kenaikan Peringkat Liga
Ferry menjelaskan bahwa peringkat ini sangat dipengaruhi oleh performa wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia. Dengan ditingkatkannya strata kompetisi dan jumlah pemain asing, I.League berharap poin Indonesia di AFC bisa meningkat.
“Jadi ini yang harus teman-teman wartawan sama-sama juga merefleksi sistem penilaian yang ada di AFC. AFC memberi penilaian murni dari hasil pertandingan atau dari hasil kontestan klub yang bertanding di AFC,” jelas Ferry.
BACA JUGA: Matangkan Mental Jelang ASEAN Women’s Championship, Berikut Daftar 23 Pemain Timnas Putri Indonesia
“Jadi semakin hebat di sana pasti akan lebih baik. Dengan strata yang kita naikkan, kemudian dengan jumlah pemain asing yang kita tingkatkan,” imbuh Ferry.
“Itu harapannya juga bisa menambah poin positif di turnamen antarklub Asia. Pasti ranking kita juga akan naik. Tahun lalunya kita naik dari ke-28 ke ke-25,” ucapnya.
Kenaikan Hadiah yang Signifikan
Selain itu, Ferry Paulus memastikan adanya kenaikan hadiah yang signifikan. Total hadiah untuk Super League musim depan akan meningkat sebesar 40% dibandingkan musim sebelumnya.
“Hadiahnya naiknya 40 persen. Jadi, hadiah jika dibandingkan sama tahun lalu lebih besar. Ya, termasuk kontribusi,” kata Ferry Paulus, Minggu (3/8/2025).
“Kontribusi itu kan ada dua. Fixed contribution itu naik 70%. Kemudian variabelnya juga naik 100%. Jadi, musim depan pasti akan kompetitif. Dan pasti akan lebih menarik tentunya,” tambahnya.
Belum Kasih Rincian
Ferry mengakui belum bisa memberikan rincian pasti mengenai total hadiah juara karena akan menggunakan sistem merit, di mana hadiah akan dihitung berdasarkan berbagai faktor. Sebagai perbandingan, juara Liga 1 musim lalu, Persib Bandung, menerima hadiah sebesar Rp 7,5 miliar.
“Jadi hadiah ini susah berhitungnya. Karena gini, hadiah itu kan dasarnya seperti yang ada di liga-liga pada umumnya. Bahwa dihitung berdasarkan merit system,” katanya lagi.
View this post on Instagram


