Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Pelatih Timnas U-22 Thailand Sebut Indonesia Tidak Sportif, Pemainnya Justru Lakukan Hal Tak Terpuji
    Sepakbola Nasional

    Pelatih Timnas U-22 Thailand Sebut Indonesia Tidak Sportif, Pemainnya Justru Lakukan Hal Tak Terpuji

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 17, 2023No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Pemain timnas U-22 Thailand, Jonathan Khemdee. (Foto: Instagram.com/jkhemdee17)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Timnas U-22 Thailand harus rela mendapatkan medali perak di SEA Games 2023 usai kalah di partai final melawan Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion National Olympic, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5) berakhir dengan skor telak 5-2.

    Akibat kekalahan tersebut, Thailand gagal mendapatkan emas di SEA Games. Terakhir kali mereka juara di cabor sepak bola di SEA Games ialah pada tahun 2017 lalu di Malaysia.

    Kegagalan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun selama dua edisi. Pada tahun 2021 lalu, Thailand juga lolos ke babak final. Hanya saat itu, mereka berhasil dikalahkan oleh Vietnam dengan skor tipis 1-0.

    Kalahnya Thailand atas Indonesia dengan skor besar, menjadi yang pertama untuk mereka di final SEA Games. Sebelumnya skor kekalahan terbesar Thailand di final SEA Games adalah 3-0 oleh Myanmar pada tahun 1969 di Myanmar.

    Saat menghadapi Indonesia di final SEA Games 2023, pelatih timnas U-22 Thailand, Issara Sritaro sebetulnya menilai jika pemainnya bermain cukup baik. Bahkan, mereka berhasil menyamakan kedudukkan menjadi 2-2 saat beberapa detik pertandingan akan berkahir.

    Namun, mental mereka mulai runtuh saat kebobolan oleh gol Irfan Jauhari di menit awal babak extra time. Akibat runtuhnya mental pemain Thailand, Indonesia berhasil menambah dua gol kembali yang saat itu dicetak oleh Fajar Fathur Rahman (107′), dan Beckham Putra (120′).

    Pada waktu normal sendiri gol Indonesia dicetak oleh Ramadhan Sananta pada menit ke-21 dan 45+5. Sedangkan untuk gol Thailand dicetak oleh Anan Yodsangwal (65′) dan Yotsangkorn Burapha (90+7′).

    Dengan hasil tersebut, Issara Sritaro mengaku sangat terpukul oleh kekalahan melawan Indonesia. Ditambah lagi karena gol Indonesia yang dianggapnya tidak sah.

    “Sebagai pelatih sepak bola, kalah 0-7 atau bahkan 0-10 pun itu bisa diterima. Tapi kebobolan dengan cara seperti ini kami tidak rela. Kami bertanya kepada wasit meminta kejelasan tapi gol itu disahkan,” katanya seperti dikutip dari vnexpress.net.

    “Kami bereaksi terhadap wasit tapi dia bilang gol itu sah. Indonesia bermain tidak sportif,” sambungnya.

    PELAJARAN PENTING UNTUK PEMAIN THAILAND

    Meski gagal menjadi juara, Issara Sritaro tetap senang melihat anak asuhnya bermain penuh dengan semangat. Ia menilai jika anak asuhnya sudah bermain sangat baik.

    Banyak sekali yang bisa dijadikan pelajaran untuk timnya dari kekalahan atas Indonesia. Yang menjadi fokus utamanya adalah pada masalah mentalitas pemain.

    Setelah mentalitas pemain meningkat saat mencetak gol kedua, justru tak berselang lama langsung runtuh tak berbekas. Terlihat dari tiga gol yang terjadi di babak extra time.

    “Pertandingan hampir tidak ada hubungannya dengan sepak bola (banyak perkelahian),” ujar Issara.

    “Di perpanjangan waktu, pemain kedua kubu dikeluarkan silih berganti, sehingga seolah-olah hanya tersisa tujuh orang di masing-masing kubu.”

    “Ini pelajaran bagi para pemain muda Thailand, agar mereka tahu bagaimana mengendalikan mentalitas di laga penting,” lanjutnya.

    LAKUKAN HAL TIDAK TERPUJI

    Selain itu, ada momen kurang terpuji yang dilakukan oleh salah satu pemain timnas U-22 Thailand, Jonathan Khemdee. Pemain berusia 21 tahun itu bahkan sudah jauh dari kata fair play.

    Jonathan Khemdee menyerobot saat pembagian medali dan suvenir di SEA Games 2023 Kamboja. Ia juga tak melakukan jabat tangan saat pengambilan medali dan suvenir tersebut.

    Bukannya berjabat tangan, ia ustru ia mengambil sendiri medali perak dan souvenir-nya serta langsung berjalan tanpa meninggalkan sepatah dua patah kata. Padahal baik medali maupun suvenir seharusnya diberikan oleh pihak yang ditunjuk oleh panitia.

    Tidak sampai situ saja, usai mendapatkan medali dan suvenir, Jonathan Khemdee langsung menghampiri tribun para pendukung Thailand. Ia langsung melemparkan suvenir serta medali yang dibawanya ke bangku penonton.

    Lemparan medali dan suvenir yang dilakukan Jontahan Khemdee seolah menandakan bahwa ia ingin membuang medali perak dan suvenir tersebut karena gagal meraih medali emas.

    ALASAN JONATHAN KHEMDEE LAKUKAN HAL TIDAK TERPUJI

    Usai melakukan hal tak terpuji, terkuat jika hal tersebut didasari oleh keputusan wasit yang dianggapnya tidak adil. Ia menilai jika performa wasit yang jauh dari kata bagus. Menurutnya, banyak keputusan wasit yang keliru di pertandingan menghadapi Indonesia.

    Akibat dari kekeliruan tersebut timnya harus kalah dan hanya meraih medali perak. Padahal ia dan tim sudah menargetkan medali emas di SEA Games 2023 di Kamboja.

    “Wasit membuat banyak kesalahan, dan itulah alasan perkelahian terjadi. Wasit tidak mengontrol permainan, lalu semua orang mulai berkelahi,” kata Jonathan Khemdee.

    “Bermain sepak bola harus memiliki semangat fair play,” ucap Khemdee. Saya kecewa karena gol itu merupakan kesalahan besar dari wasit.”

    “Wasit tidak memiliki kendali atas permainan ini. Dalam semua situasi, wasit harus selalu bersikap adil, tapi dalam pertandingan ini wasit tidak bisa melakukan itu.”

    REHAT DARI TIMNAS THAILAND

    Selain itu, yang membuat Jonathan Khemdee semakin naik pitam adalah karena harus menutup momen terakhirnya bersama timnas Thailand dengan sebuah kegagalan. Ya, sebelum pertandingan menghadapi Indonesia, Jonathan Khemdee menyampaikan akan rehat bahkan penisun dari timnas Thailand.

    Tentu keputusan tersebut cukup kontriversial, apalagi usia Jonathan Khemdee saat ini masih terbilang cukup muda. Ia menyampaikan tidak akan memperkuat timnas Thailand dalam waktu yang cukup lama.

    “Hari ini, ini adalah laga terakhir saya bersama timnas Thailand,” ujar Jonathan Khemndee dilansir dari Main Stand.

    “Saya butuh break dari timnas saya tidak tahu, mungkin 2-3 tahun. Saya tidak akan bermain di tim senior. Saya butuh break seperti yang saya katakan sebelum laga (pensiun).”

    “Saya butuh break lama dan mungkin saja saya tak bermain lagi untuk timnas Thailand,” tambahnya.

    ALASAN REHAT ATAU PENSIUN

    Jonathan Khemdee sendiri enggan mengatakan alasannya rehat dari timnas Thailand. Ia hanya menyampaikan keinginannya untuk fokus bersama timnya saat ini.

    Diketahui saat ini pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu bermain untuk tim Thai League 1, Ratchaburi.

    “Alasannya akan saya simpan sendiri. Saya hanya ingin berterima kasih kepada fans, suporter Thailand yang hadir di sini, saya sangat senang, terima kasih semuanya,” ujarnya.

    “Saya hanya akan meletakkan fokus saya di klub dan liga. Saya ingin main bagus di sana.”

    “Saya harap bisa kembali lagi (ke timnas) dengan performa lebih baik,” tutupnya.

    Indonesia Issara Sritaro Jonathan Khemdee Kamboja SEA Games 2023 timnas U-22 Thailand
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.