Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » La Liga Janji Pangkas Jumlah Insiden Rasis dalam Enam Bulan jika Punya Kuasa
    Liga Spanyol

    La Liga Janji Pangkas Jumlah Insiden Rasis dalam Enam Bulan jika Punya Kuasa

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 26, 2023Updated:May 26, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Vinicius Jr., mendorong La Liga meminta kewenangan lebih besar terkait rasisme. (foto: twitter RealMadrid)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Rasisme yang menimpa Vinicius Junior di Mestalla minggu lalu masih ramai diperbincangkan. La Liga berniat menekan jumlah kasus serupa dalam setengah tahun. Namun, dengan syarat.

    Vinicius Jr. mengalami sejumlah diskriminasi rasial musim ini. Puncaknya terjadi di Mestalla akhir pekan silam. Valencia mendapat sanksi dari La Liga. Namun, pihak pengelola liga menyatakan tidak bisa menghukum pelaku, hanya mengirimkan keluhan kepada otoritas. Presiden La Liga, Javier Tebas, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan keluhan terkait pelecehan rasis kepada sayap Madrid itu.

    La Liga kemudian menyodorkan kemungkinan mengenakan sanksi bagi pelaku. Kemungkinan itu bisa terjadi kalau permintaan mereka dikabulkan legislatif.

    “Kami yakin, bila memiliki kewenangan, dalam hitungan bulan kami akan menyelesaikan masalah ini. Setidaknya, kami akan membaik secara umum, terutama dalam kasus Vinicius. Kalau tidak mempunyai kekuasaan itu, yang bisa kami lakukan cuma melayangkan keluhan,” ucap Tebas dikutip BBC.

    “Kami ingin kekuatan hukum. Kami tidak ingin menyembunyikan isu hinaan rasis. Tidak cukup melayangkan keluhan. Kami ingin dapat menghukum siapa pun yang menghina secara rasis,” lanjut Tebas.

    Sang presiden mengaku bahwa menghilangkan masalah rasisme itu tidak akan bisa sampai 100%. Menekannya masih mungkin. “Jika diberikan kuasa yang dibutuhkan, dalam enam atau tujuh bulan kami dapat bilang bahwa kami tidak memiliki masalah rasisme,” ucap Tebas.

    La Liga telah membuat permohonan resmi kepada pemerintah Spanyol. Dua undang-undang akan memberikan La Liga kewenangan untuk memberikan hukuman seperti laga tanpa sebagian atau seluruh penonton di stadion, hukuman larangan datang ke stasion kepada suporter pelaku, dan sanksi finansial.

    Saat ini, La Liga mengirimkan surat per minggu kepada komisi kompetisi RFEF (PSSI-nya Spanyol) dan Komisi Negara untuk Kekerasan, Rasisme, Xenophobia, dan Intoleransi dalam Olah Raga. Isinya berupa laporan mengenai setiap ucapan atau nyanyian dalam pertandingan yang menyiratkan kekerasan dan hinaan.
    Bila hinaan bernada kebencian, La Liga juga melaporkannya kepada Kantor Penuntut Kebencian. Kasus Vini termasuk salah satunya.

     

     

    Setelah laga di Mestalla, Tebas dan Vini Jr. sempat terlibat perselisihan di media sosial setelah pemain asal Brasil itu melabeli Spanyol sebagai “negeri rasis” dan La Liga “milik rasis”.

    Tebas merespons dengan menyatakan bahwa sang pemain tidak datang dalam beberapa dengar pendapat untuk mendiskusikan masalah rasisme. Tebas juga menambahkan bahwa Vini perlu mendapatkan informasi sebelum mengkritik La Liga.

    Sang presiden liga kemudian meminta maaf untuk responsnya itu. “Saya tidak ingin menyerang Vinicius. Momennya tidak ideal saat itu. Saya merasa pesannya tidak disusun secara memadai,” ucapnya.

    Ia juga menepis anggapan bahwa Spanyol dan La Liga membiarkan rasisme. “Saya tidak bilang bahwa tidak ada kejadian rasisme. Namun, secara umum, liga, para pemainnya, dan para fan bukanlah rasis,” lanjutnya.

    Vini sendiri mendapat simpati dari banyak pihak. Sebelum laga Real Madrid menjamu Rayo Vallecano pada Rabu (24/5), pengisi skuad El Real menunjukkan dukungan dengan mengenakan kostum bernomor punggung 20. Sehari sebelumnya, Real Valladolid dan tamunya Barcelona membentangkan spanduk antirasisme. “Rasisme mesti keluar dari sepak bola,” begitu pesannya.

     

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    barcelona javier tebas la liga mestalla rasisme Rayo Vallecano real madrid real valladolid valencia vinicius vinicius junior
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2025 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.