Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo akan melangsungkan pertemuan dengan Erick Thohir guna membahas Piala Dunia U-17 2023. Seperti diketahui FIFA baru saja menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 diinformasikan oleh FIFA pada Jumat (23/6) petang, menggantikan Peru. Artinya, Indonesia hanya punya waktu empat bulan lebih untuk menyiapkan turnamen tersebut.
Sebelumnya FIFA sudah pernah menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia, saat itu Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun karena adanya protes terhadap Israel, yang pada saat itu menjadi kontestan, akhirnya Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.
“Insya Allah Minggu depan kami sudah ada merencanakan agenda rapat bersama Ketua PSSI di Kemenpora. Ini dari PSSI memastikan dari FIFA-nya karena ada regulasi. Dari situ kami baru bisa menentukan venue, waktu acara, dan lainnya,” kata Menpora di Jakarta, Rabu (28/6).
VENUE
Pertemuan Dito Ariotedjo dengan Erick Thohir juga akan membahas venue Piala Dunia U-17 2023. Sejauh ini terdapat enam venue yang semula diproyeksikan untuk Piala Dunia U-20 2023.
Keenam stadion tersebut meliputi, Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Kapten I Wayan Dipta (Bali).
Oleh karena itu, meski waktu pelaksanaan Piala Dunia U-17 2023 sangat mepet, ia menegaskan jika Indonesia sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah pada ajang tersebut.
“Sudah siap karena sebenarnya kita sudah menyiapkan buat laga yang lebih senior U-20, dan itu memang semuanya sudah dipersiapkan tahun ini dan ini hanya mengubah dari U-20 ke U-17,” imbuh Menpora.
JIS
Pria berusia 32 tahun itu juga berencana akan mengadakan kunjungan ke Jakarta International Stadium (JIS). Kunjungan tersebut sebagai upaya melihat kelayakan JIS menggelar Piala Dunia U-17.
“Ini rencana saya akan mengunjungi JIS dalam waktu dekat ini, karena memang Bapak Presiden juga menginginkan JIS direnovasi sesuai standar. Nah, memang beberapa catatan buat Jakarta International Stadium itu terkait pintu ya, akses pintu, parkir,” jelasnya.
“Intinya kita ada Stadium Manahan Solo, ada Bung Tomo Surabaya, ada stadium di Sumsel dan ada GBK di Jakarta juga ada JIS, dan banyak lainnya. Ini kita masuk kita tambahkan menjadi opsi penyelenggaraan U-17, dan itu nanti pasti yang harus membahas adalah Kemenpora, PSSI, dan FIFA,” terangnya.
PERSIJA GUNAKAN GBK
Selain itu, Dito Ariotedjo juga sudah menggelar mediasi bersama PSSI, Direksi GBK dan PT Liga Indonesia Baru. Mediasi tersebut guna membahas status GBK yang akan digunakan untuk Liga 1.
Sebelumnya ramai diperbincangkan oleh banyak pihak bahwa rumput GBK mengalami kerusakan setelah acara Bulan Bung Karno, yang diselenggarakan PDIP. Dito Ariotedjo mengatakan jika rumput SUGBK tidak mengalami kerusakan seperti yang dibicarakan banyak pihak.
Dengan begitu ia memastikan jika SUGBK masih bisa digunakan untuk pertandingan antara Persija Jakarta menghadapi PSM Makassar sebagai pertandingan pertama keduanya di Liga 1 2023/24.
“Enggak, enggak, alhamdulillah. Rumputnya bagus. Alhamdulillah tadi jam 10 pagi sudah ditetapkan tetap di 2 Juli di Stadion Utama Gelora Bung Karno,” ucapnya.
“Tidak rusak karena pakai grass cover dan juga langsung kami treatment. Pihak penyelenggara sebelumnya juga sangat bertanggung jawab, membersihkan semua, lengkap dengan tenaga tambahan kebersihan dan DLH DKI juga support,” tambahnya.
PRESIDEN JOKOWI
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi turut menanggapi gelaran Piala Dunia U-17. Yang paling menjadi perhatiannya adalah adanya bentrok antara jadwal Piala Dunia U-17 2023 dan Konser Coldplay.
Sebelumnya Konser Coldplay sudah dipastikan akan dilaksanakan di GBK, namun karena adanya Piala Dunia setelah kepastian tersebut, akhirnya banyak yang meminta agar GBK digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Jokowi mengatakan jika stadion di Indonesia bukan hanya Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Untuk itu, nantinya akan ada pertemuan guna membahas penggunaan GBK antara PSSI dan pihak promotor.
“Ya nanti kan dicarikan solusi. Stadion kita kan juga bukan hanya GBK. Yang lain kan ada, ada JIS kan ada. Ada di Manahan ada. Ada di Jalak Harupat, ada banyak. Ada di Surabaya Stadion Bung Tomo ada juga. Wong stadion kita nih banyak kok yang sudah siap,” tuturnya.


