Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menanggapi sindiran Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji yang menyebut dirinya mempersulit timnas U-23 Indonesia. Diketahui jika Bernardo Tavares belum mempersilahkan anak asuhnya untu bergabung bersama timnas U-23 Indonesia.
Dalam daftar 23 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk ikut pemusatan latihan timnas U-23 Indonesia di Jakarta, terdapat satu pemain PSM Makassar. Pemain PSM Makassar yang dipanggil oleh Shin Tae-yong adalah Dzaky Asraf.
Usut punya usut, Dzaky Asraf belum dilepas oleh Bernardo Tavares karena sang pemain masih dibutuhkan oleh timnya. Diketahui jiak Dzaky Asraf masuk starting line-up saat PSM Makassar kalah dari Bali United pada pekan kedelapan Liga 1 2023/24. Saat itu pertandingan dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Denpasar, Bali, Jumat (11/8).
Pada pertandingan tersebut Dzaky Asraf bermain selama 90 menit dan digantikan saat pertandingan akan berakhir. Namun, pada pertandingan tersebut PSM Makassar harus kalah dari Bali United dengan skor 3-2.
Menurut Bernardo Tavares, dirinya merupakan pelatih PSM Makassar dan menjadi penanggung jawab dalam timnya. Untuk itu, ia menanggapi jika dirinya hanya bekerja sesuai pekerjaannya.
Bernardo Tavares mengatakan jika dirinya tidak mempersulit timnas U-23 Indonesia. Pasalnya sebelum-sebelumnya ia sudah banyak melepas pemain ke timnas.
“Terkait Timnas saya hanya bekerja di sini saya tidak tahu apa yang mereka lakukan di nasional tim,” katanya saat konferensi pers selepas pertandingan.
“Yang ada malah kalian bisa lihat sejak kita bekerja sudah berapa banyak pemain yang kita berikan kepada mereka ke timnas,” tambahnya.
BANYAK LEPAS PEMAIN
Jika kembali ke belakang di beberapa gelaran yang diikuti oleh timnas Indonesia, memang Bernardo Tavares sudah banyak melepas pemainnya. Sebut saja, Ananda Raehan dan Ramadhan Sananta di Sea Games 2023.
Lalu ada tiga pemain seperti Reza Arya, Yakob dan Yance Sayuri yang membela Timnas Indonesia di laga melawan Palestina dan Argentina. Bernardo Tavares pun menegaskan jika dirinya tidak pernah ada niatan untuk mempersulit timnas Indonesia. Justru ia sangat menghormati timnas Indonesia.
“Kita respek kepada Timnas saya kira, berapa pemain yang sudah kita kirimkan pemain-pemain muda. Jadi saya hanya bekerja disini,” tegas pelatih 43 tahun itu.
“Terkait pelatih klub lain, itu urusan mereka. Saya hanya bekerja,” pungkasnya.
SUMARDJI KESAL
Sebelumnya, Sumardji sempat marah-marah di hari pertama pemusatan latihan timnas U-23 Indonesia. Ia marah-marah karena ada pemain yang belum dilepas timnya.
Dikatakannya jika Thomas Doll (pelatih Persija Jakarta) dan Bernardo Tavares masih menahan Rizky Ridho dan Dzaky Asraf untuk bergabung ke timnas U-23 Indonesia. Sumardji pun melontarkan kalimat yang cukup keras.
Thomas Doll dan Bernardo Tavares yang merupakan pelatih asing dinilainya hanya mencari uang di Indonesia dan enggan membantu timnas Indonesia berprestasi.
Ia menilai seharusnya kedua pelatih tersebut turut membantu perkembangan timanas Indonesia. Salah satu caranya melepaskan pemain ke timnas Indonesia.
“Yang membuat kami prihatin, saya sangat kecewa dengan tidak hadirnya dua pemain dengan alasan berbagai macam. Pertama Persija Jakarta (Rizky Ridho), yang kedua PSM Makassar (Dzaky Asraf),” kata Sumardji.
“Kalau pelatih asingnya yang ada di negara ini, yang cari makan di negara ini mempersulit, saya kira masyarakat bisa menilai sendiri. Dan ini akan saya laporkan ke ketua umum agar supaya ada tindakan ke belakang seperti apa.
“Tidak boleh kita biarkan. Orang pelatih asing cari makan di negara kita, tetapi mempersulit timnas. Kalau bicara timnas ini bicara negara. Sudah berulang kali, ini dua kali kita dipersulit oleh pelatih klub Persija Jakarta dan pelatih klub PSM Makassar,” jelasnya.


