Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » APPI Desak Klub Liga 2 Lunasi Tunggakan Bayaran Pemain, Persikab Bandung dan PSKC Cimahi Dapat Sorotan
    Liga 1

    APPI Desak Klub Liga 2 Lunasi Tunggakan Bayaran Pemain, Persikab Bandung dan PSKC Cimahi Dapat Sorotan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaSeptember 1, 2023No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendesak agar klub Liga 2 segera menyelesaikan tunggakan bayaran kepada para pemainnya. Sejauh ini tercatat ada sembilan klub yang masih memiliki tunggakan bayaran ke pemain mereka.

    Dalam daftar tersebut ada Gresik United, Persijap Jepara, Kalteng Putra, PSMS Medan, PSPS Riau, Persiraja Banda Aceg, Semen Padang, Persikab Bandung dan PSKC Cimahi. Bahkan total tunggakan kesembilan klub itu mencapai Rp 5 Miliar. Jumlah tersebut meliputi 138 pemain di Liga 2 2022/2023.

    Seperti diketahui, padahal Liga 2 2023/24 akan memulai kick off pertamanya pada 10 September 2023 mendatang. Dalam rilis yang diterima oleh Jebreeetmedia, APPI menuntut para klub untuk segera menyelesaikan tunggakannya sebelum kompetisi berlangsung.

    Hardika Aji selaku CEO APPI meminta PSSI dan PT LIB untuk terus mengawal polemik tunggakan pemain saat ini. Pasalnya, jika ternyata PSSI atau PT LIB tidak menanggapi tunggakan ini maka ia memastikan jika kualitas kompetisi telah menurun.

    “Kami juga meminta kepada PSSI dan PT LIB untuk dapat mengawal dan memverifikasi karena salah satu aspek Club Licensing Regulation untuk dapat mengikuti kompetisi selanjutnya adalah faktor finansial,” kata Hardika Aji, Jumat (1/9/2023).

    “Liga 2 musim kompetisi lalu, 2022/2023 dapat berjalan dengan tanpa adanya sisa kewajiban yang belum terselesaikan.

    “Jadi jika pada musim baru 2023/2024 ini masih terdapat tunggakan pada saat liga digulirkan, jelas telah terjadi penurunan kompetisi pada tahun ini,” lanjutnya.

    POTENSI HUKUMAN

    Menurut Hardika AJi, bukan tidak mungkin nantinya klub yang masih menunggak untuk bisa dihukum oleh FIFA. Terlebih adanya aturan dari FIFA terkait dengan tunggakan pembayaran pemain.

    “Adanya potensi hukuman bagi klub yang belum memenuhi kewajiban terhadap pemain sebagaimana tercantum dalam regulasi FIFA,” ungkap Hardika Aji.

    GUGATAN PEMAIN PSKC CIMAHI DAN PERSIKAB BANDUNG

    Para pemain PSKC Cimahi dan Persikab Bandung, melalui APPI pernah mengajukan gugatan kepada NDRC Indonesia terkait kasus penyelesaian kewajiban pembayaran hak-hak pemain.

    Namun, NDRC Indonesia tidak dapat memproses gugatan yang APPI kirimkan dikarenakan di dalam kontrak kerja antara pemain dengan Klub PSKC Cimahi maupun Klub Persikab Bandung keduanya sama-sama menyebutkan bahwa:

    “Apabila di kemudian hari terjadi perselisihan maka Pemain dan Klub sepakat akan menyelesaikannya secara musyawarah dan kekeluargaan. Para pihak tidak akan
    membawa permasalahan kepada National Dispute Resolution Chamber (NDRC),” tulis isi kontrak PSKC Cimahi dan Persikab Bandung.

    MERUGIKAN PEMAIN

    Klausul dalam kontrak PSKC Cimahi dan Persikab Bandung dianggap oleh APPI sangat merugikan pemain. APPI menilai jika klausula sebagaimana tersebut juga sangat ironis dan tidak sejalan dengan yurisprudensi umum FIFA DRC serta tidak sesuai dengan SPC (Standard Player’s Contract) yang telah dibuat oleh PSSI.

    Perlu digaris bawahi bahwa pemilihan badan penyelesaian sengketa melalui NDRC Indonesia dalam SPC telah disepakati setelah melalui proses negosiasi yang panjang antara perwakilan klub, perwakilan
    pemain (APPI) dan PSSI yang disupervisi oleh FIFA.

    “Sangat tidak dapat diterima bahwa anggota PSSI, dalam hal ini Klub PSKC Cimahi dan Persikab Bandung melanggar peraturan ini dan merugikan hak-hak pemain yang berarti juga Klub-klub tersebut tidak menghargai dan menghormati NDRC Indonesia yang merupakan Pilot Project-nya FIFA dan PSSI.” jelas Jannes Silitonga selaku Head Legal APPI.

    ATURAN SURAT KELUAR

    Selain masalah penyelesaian tunggakan gaji oleh Klub Liga 2, APPI juga telah menerima puluhan laporan dari pemain yang mengalami masalah dengan permintaan Surat Keluar dari Klub ketika akan melakukan perpindahan ke Klub yang lain.

    Dalam rilis APPI, menginformasikan bahwa sehubungan dengan adanya regulasi FIFA RSTP (Regulations on Status and Transfer Players) Edisi bulan Maret 2023, Pasal 6 ayat 5, yang menyebutkan bahwa:

    “Dalam kasus di mana sekretariat umum FIFA mengizinkan pendaftaran di luar periode pendaftaran berdasarkan pengecualian dalam ayat 3 a), setiap ketentuan peraturan domestik atau perjanjian kontrak yang membutuhkan persetujuan dari klub sebelumnya untuk mendaftarkan pemain akan batal demi hukum.

    “Dalam kasus di mana kontrak kerja pemain telah berakhir, maka persetujuan dari mantan klub tidak diperlukan untuk mendaftarkan pemain tersebut.”

    “Maka APPI berharap agar Sepakbola Indonesia melalui PSSI dan PT LIB dapat menerapkan regulasi FIFA RSTP tersebut di atas ke dalam regulasi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, mengingat banyaknya kesimpangsiuran atas aturan terkait Surat Keluar yang terjadi selama ini yang sangat merugikan pemain.” ujar Riza Hufaida selaku Legal APPI.

    Berikut 9 Klub Peserta Liga 2 yang Belum Menyelesaikan Kewajiban pada Pemain:

    1. Gresik United: Rp160.583.540 (22 pemain) & Rp227.050.000 (5 pemain)
    2. Persijap Jepara: Rp20.000.000 (1 pemain)
    3. Kalteng Putra: Rp653.500.000 (19 pemain)
    4. PSMS Medan: Rp127.500.000 (2 pemain)
    5. PSPS Riau: Rp1.591.000.000 (26 pemain)
    6. Persiraja: Rp388.000.000 (20 pemain)
    7. Semen Padang: Rp93.750.000 (1 pemain)
    8. Persikab Bandung: Rp1.313.210.000 (16 pemain)
    9. PSKC Cimahi: Rp873.000.000 (29 pemain)

    Total: Rp5.447.593.540

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    APPI Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia Hardika Aji liga 2 Persikab Bandung PSKC Cimahi PSSI PT LIB
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.