Exco PSSI sekaligus Ketua Komite AdHoc Suporter, Arya Sinulingga meminta adanya rekonsiliasi antara Bobotoh dan Jakmania sampai ke ruput akarnya. Permintaan tersebut buntut dari adanya kericuhan saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9).
Pada pertandingan tersebut terjadi kericuhan sampai keluar stadion. Bahkan terdapat beberapa video yang bereda di media sosial terkait kericuhan tersebut
Kericuhan terjadi akibat adanya suporter Persib Bandung yang menyusup dan memaksakan menonton pertandingan tersebut. Padahal kedua suporter terkenal memiliki rivalitas yang sangat tinggi.
PSSI sendiri sebelumnya sudah melarang suporter tim tamu untuk tidak datang langsung ke stadion. Namun, hingga saat ini larangan tersebut masih banyak yang tidak mengindahkan.
Arya Sinulingga juga sudah membangun komunikasi dengan suporter Persib dan Persija Jakarta. Ia meminta kepada kedua belah pihak untuk segera melakukan pertemuan dan rekonsiliasi damai.
“Jadi sejak tadi pagi, kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman Vikingnya Persib, Bomber serta Jakmania, kami sudah berkoordinasi, sudah meminta supaya dilakukan secepatnya pertemuan dan rekonsiliasi sampai level akar rumput,” kata Arya dalam keterangannya, Minggu (3/8/2023).
Arya Sinulingga juga menyinggung wilayah perbatasan. Pasalnya tak jarang di wilayah perbatasan terjadi gesekan dari dua suporter yang berbeda.
Pria berusia 52 tahun itu berharap dengan adanya rekonsiliasi damai maka tidak akan ada lagi gesekan yang menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak.
“Khususnya di daerah Korwil perbatasan antara teman-teman di Persib dan Persija, langkah ini dilakukan supaya jangan nanti, supaya ada rekonsiliasi dan tidak merembet ke depannya, dan tidak ada lagi dendam-dendam,” jelasnya
“Inilah kita coba mendamaikan sampai level bawah, dengan menodorng teman-teman Viking, Bomber dan teman-teman dari Persija ya, Jakmania,” sambungnya.
Sebelumnya, Arya Sinulingga mengetahui jika Ketua Suporter dari Jakmania, Diky Soemarno dan Viking, Tobias Ginanjar melakukan pembicaraan terbuka melalui Instagram. Keduanya melakukan live instagram satu hari sebelum pertandingan.
Pada live tersebut keduanya terlihat cukup akrab dan hangat. Tidak ada pembicaraan yang mengarah kepada permusuhan. Baik Diky Soemarno dan Tobias Ginanjar sepakat untuk sama-sama berharap agar pertandingan tersebut berjalan dengan lancar.
Melihat hal tersebut, Arya Sinulingga menilai sebetulnya kedua suporter di level atas memiliki hubungan yang cukup baik. Hanya, pergejolakan ada di level bawah.
“Karena kita percaya teman-teman di elite-nya suporter, itu mereka oke, bahkan tadi malam, sebelum pertandingan Diky (Soemarno) dan Tobi itu melakukan IG live bersama-sama,” ucap Arya.
“Tapi ternyata di bawah terjadi kejadian seperti kemarin, maka saya sudah dorong mereka untuk melakukan pertemuan, tidak hanya pertemuan di atas sampai level akar rumput di bawah,” tandasnya.
MINTA MAAF
Dalam akun Twitter pribadinya, Diky Soemarno meminta maaf atas kericuhan yang terjadi. Belum lagi banyaknya informasi yang simpang siur terkait kekerasan yang terjadi di luar stadion.
Sebagai Ketua, Diky Soemarno memastikan dirinya tidak pernah menginstruksikan para anggotanya untuk berbuat kekerasan. “Mengenai kejadian yang ramai tentang tukang cuanki.
“Banyak sekali versi awal mulanya. Tapi satu fakta yang pasti, ada kekerasan yang terjadi, dan adanya korban yang dirugikan. Ini bukan hal yang baik. Sekali lagi, kami mohon maaf. Usaha belum maksimal,” cuit Diky pada Twitter pribadinya, @DikySoemarno.
“Beredar informasi bahwa ada sweeping pedagang. Gue sendiri tidak bisa bilang iya dan tidak bisa bilang tidak. Karena gue tidak ada di tempat kejadian,” ucap Diky.
“Yang bisa gue pastikan, tidak ada instruksi apapun untuk sweeping atau berbuat onar apapun hasil pertandingan Persija,” lanjutnya menambahkan.
View this post on Instagram


