Mohamed Salah memang tidak mencetak gol ke gawang Wolverhampton. Meski begitu, ia tetap layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.
Liverpool lebih dulu tertinggal kala bertandang ke Wolverhampton Wanderers, Sabtu (16/9). Mereka dikejutkan lewat gol Hwang Hee-Can kala laga baru berjalan sembilan menit.
Gol cepat itu sempat membuat para pemain skuat Merseyside Merah jadi kurang nyaman bermain, khususnya di babak pertama.
Alih-alih lebih menguasai permainan lewat persentase penguasaan bola 67% berbanding 36%, gawang Liverpool justru lebih banyak terancam. Pasalnya, Wolves melepas tembakan lebih banyak (8 kali) dibanding The Reds (5 kali).
Pasukan Juergen Klopp baru tampil lebih lepas di babak kedua, terutama setelah berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Cody Gakpo di menit 55’. Striker Belanda itu berhasil meneruskan umpan silang dari Salah.
Gol itu juga menjadi gol pertama Gakpo musim ini. Di empat penampilan sebeluamnya, Gakpo selalu gagal menjebol gawang lawan.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Salah dkk. tampil makin garang. Serangkaian peluang mereka peroleh. Namun, gol yang dinanti-nanti justru baru hadir saat laga tinggal menyisakan lima menit waktu normal.
Giliran Andrew Robertson yang dimanja Salah. Hampir mirip dengan gol Gakpo, Andrewson juga tinggal mengeksekusi bola dari jarak dekat berkat assist Salah.
Gol bunuh diri bek muda Wolves yang baru berusia 20 tahun, Hugo Bueno, menjadi penutup dari aksi comeback Liverpool di laga tersebut.
*Kontribusi 200 Gol Salah
Meski namanya tak masuk di scoresheet, Salah tétap dinobatkan sebagai pemain terbaik laga berkat torehan dua assistnya.
Situs Whoscored bahkan sampai memberikan nilai 8,3 untuk penampilan Salah. Sebagai perbandingan, hanya Salah satu-satunya pemain Liverpool (dari 16 pemain total pemain – 11 starter dan 5 pemain pengganti), yang meraih rating di atas delapan. Sisanya di bawah delapan dan Robertson sebagai pemain terdekat (7,9).
Selain membantu timnya comeback, dua assist Salah juga bertambah spesial jika mengacu data statistik. Menurut Opta, berkat tambahan dua assist tersebut, Salah berarti sudah terlibat langsung dalam 200 gol selama 223 kali tampil berseragam Liverpool. Rinciannya berupa 139 gol dan 61 assist.
Yang tak kalah menarik, hanya satu pemain lain yang berhasil mencapai milestone tersebut (kontribusi 200 gol) dalam tempo yang lebih singkat dari Salah, yaitu Thierry Henry. Striker legendaris Arsenal itu hanya butuh 206 penampilan untuk mencapai milestone yang sama (kontribusi 200 gol).
Selain itu, nilai plus Salah juga bukan semata-mata soal catatan impresif tersebut, tapi juga kental unsur konsistensi.
Hal itu tak lepas dari keberhasilan Salah dalam menyumbang assist di lima laga tandang terakhir Liverpool secara berturut-turut.
Berkat tren bagus itu, Salah juga menjadi pemain keempat sepanjang sejarah Premier League, yang berhasil menggoreskan periode bagus serupa setelah Muzzy Izzet (Desember 2003), Cesc Fabregas (Januari 2015) dan Gerard Deulofeu (Desember 2015).


