Borneo FC berhasil menutup pekan ke-14 dengan menempati posisi puncak klasemen Liga 1 2023/ 2024. Pesut Etam meraih itu setelah mampu menang dramatis atas Madura United, yang sebelumnya menjadi penguasa klasemen sementara di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan (1/10).
Stefano Lilipaly tampil menjadi pahlawan kemenangan setelah berhasil mencetak gol kedua Borneo FC yang berawal dari kesalahan lini belakang Madura United pada menit ke-85. Sebelumnya, Borneo sempat memimpin lebih dahulu lewat Terens Puhiri pada menit ke-29 dan kemudian disamakan Madura United lewat gol dari Salim Tuharea pada menit ke-40.
Borneo FC kini unggul satu poin dari Madura United setelah sebelumnya mengekor dengan dua poin. Persaingan papan atas pun semakin panas lantaran Borneo FC masih akan bertemu Persib Bandung pada pekan ke-16 (21/10).
Komentar Pieter Huistra
Selepas laga, pelatih Borneo FC asal Belanda, Pieter Huistra menuturkan bahwa jalannya laga sangat menarik lantaran Madura United dan anak asuhannya memainkan sepakbola positif. Huistra juga bertutur bahwa kunci suksesnya adalah dalam 20-30 menit anak asuhannya yang sempat berada dalam tekanan akan tetapi mampu keluar dari situasi itu.
“Dua tim ingin memainkan sepak bola yang positif, intensitas bagus. Saya harus kasih selamat untuk Madura United juga. Tetapi kami layak menang,” Pieter Huistra menuturkan.
“Tentang bagaimana golnya itu tidak penting. Kami akhirnya menang 2-1 dan ini hasil yang penting,” tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, Pieter Huistra, bek Borneo asal Brasil yakni Leo Lelis juga memuji jalannya pertandingan yang dianggapnya menghibur. Bagi Lelis, baik Borneo FC dan Madura United sama – sama menerapkan intensitas tinggi dan minim kesalahan.
“Ini laga sangat sulit, pertandingan sepak bola dengan intensitas tinggi. Sepak bola Indonesia harus menikmatinya. Kedua kesebelasan sangat siap dan hanya ada kesalahan-kesalahan kecil,” ungkap Lelis.
Pelatih Madura United Geram
Komentar kontras justru muncul dari pelatih Madura United, Mauricio Souza setelah pertandingan. Eks-juru latih Vasco da Gama itu geram dengan keputusan wasit yang dianggap merugikan Laskar Sape Kerrab.
Jalannya laga juga sangat panas lantaran wasit Heru Cahyono sampai mengeluarkan kartu kuning kepada ofisial Madura United yang dianggap lakukan protes berlebihan kepada pengadil.
“Jadi mungkin wasit pikir kami tidak pernah ada dalam lapangan dan kami juga tidak kenal dengan sepak bola,” ujar Mauricio.
“Saat kami kemasukan di babak pertama, dia tidak pernah kasih tendangan bebas lagi untuk Borneo, dia kasih tendangan bebas untuk kita terus,” ungkapnya.
“Setelah skor 1-1 dia mulai seimbang lagi. Namun, kami punya penalti dan itu jelas sekali. Dari kamar ganti pun bisa melihatnya dan dia tidak kasih apa pun lagi,” terang Souza.


