Kabupaten Bandung terpilih menjadi salah satu daerah yang akan menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Stadion yang digunakan di Kabupaten Bandung ialah Stadion Si Jalak Harupat.
Nantinya Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi venue untuk dua grup di Piala Dunia. Grup yang akan bertanding di Si Jalak Harupat adalah Grup D dan Grup F.
Untuk Grup D akan diisi oleh Jepang, Polandia, Argentina dan Senegal. Sedangkan untuk Grup F diisi oleh Meksiko, Jerman, Venezuela dan Selandia Baru.
Adapun untuk timnas U-17 Indonesia, akan bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Timnas U-17 Indonesia tergabung di Grup A bersama Ekuador, Maroko dan Panama di Piala Dunia U-17 2023.
Digelarnya Piala Dunia U-17 2023 ternyata berdampak kepada Persikab Kabupaten Bandung. Tim berjulukan Laskar Dalem Bandung itu harus mencari stadion lain untuk gelaran Liga 2 2023/24.
Sejak bergulirnya Liga 2 2023/24, Persikab Kabupaten Bandung sudah tidak bermarkas lagi di Si Jalak Harupat. Bahkan, mereka juga harus terusir dari mes-nya di komplek Stadion Si Jalak Harupat.
Saat dikonfirmasi kepada manajemen Persikab Kabupaten Bandung, ternyata mereka dilarang untuk berkegiatan di Stadion Si Jalak Harupat. Sekalipun itu tinggal di mes.
Pihak Si Jalak Harupat sendiri tidak menjelaskan kenapa Persikab Kabupaten Bandung tidak diperbolehkan untuk berkegiatan. Padahal sterilisasi stadion baru akan dilakukan pada 27 Oktober mendatang.
“Iya, kami tidak bisa berkegiatan kembali di Si Jalak Harupat. Mes pun tidak diperkenankan diisi oleh kami,” jelas Manajemen Persikab Kabupaten Bandung, Selasa (10/10).
Beberapa waktu lalu sempat ramai ketika Stadion Kabupaten Bandung digunakan oleh pihak pemerintah untuk mejalani laga persahabatan. Banyak pihak yang mempertanyakan, kenapa Persikab Kabupaten Bandung tidak bisa, tapi pihak lain bisa.
Menurut salah satu masyarakat Kabupaten Bandung, Kafi, dirinya sangat menyayangkan Stadion Si Jalak Harupat justru bisa digunakan oleh pihak pemerintah, tetapi tidak dengan Persikab Kabupaten Bandung. Padahal baginya Persikab Kabupaten Bandung merupakan tim lokal yang wajib untuk selalu didukung.
“Seharunya pemerintah yang di sana mencerminkan atau mencotohkan yang baik, bukan untuk bermain bola. Sedangkan 0ersikab [Kabupaten Bandung] tidak boleh [menggunakan], seperti Persikab tidak dianggap oleh pemerintah. Seperti Persikab diusir dari rumahnya sendiri,” jelas Kafi.
Sepakat dengan Kafi, Andhika juga menyayangkan Persikab Kabupaten Bandung harus terusir dari rumah sendiri. Ia berujar seharusnya sebagai tim asli Kabupaten Bandung, Laskar Dalem Bandung bermain di rumah sendiri.
“Disayangkan pastinya. Persikab kan tim asli Kabupaten Bandung, masa stadionnya di Kota Bandung. Masa mereka terusir di rumah sendiri.
“Bisa dilihat tim di Liga 1 bisa menggunakan stadion mereka sendiri, walaupun akan digunakan Piala Dunia. Tetapi kenapa Persikab tidak bisa,” jelas Andhika.
Usai tak bisa menggunakan Si Jalak Harupat, Persikab Kabupaten Bandung mengalihkan venue mereka ke Kota Bandung. Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi tempat berlangsungnya pertandingan kandang Persikab Kabupaten Bandung di Liga 2 2023/24.
Persikab Kabupaten Bandung pun menyampaikan terima kasihnya kepada beberapa pihak. Mereka bersyukur, Persikab Kabupaten Bandung tidak menjadi tim musafir.
“Ucapan terima kasih dan rasa hormat yang sangat luar biasa kepada Diaspora Kota Bandung yang mendukung penuh serta memfasilitasi Persikab. Terima kasih kepada Bapak Edi Marwoto & Bapak Hendi Maulana.
“Terima kasih juga kepada tim Persib beserta jajaran manajemen sudah memberikan dukungan kepada Persikab ber-home base di stadion GBLA sehingga tidak menjadi tim musafir. Hatur nuhun,” tulis Persikab di akun Instagramnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir telah memastikan sterilisasi stadion baru akan dilakukan pada 27 Oktober. Tanggal tersebut menjadi kesepakatan antara PSSI dan FIFA.
“Beberapa venue, sesuai dengan kesepakatan FIFA, tanggal 27 [September] kemarin sudah harus ada yang diserah terimakan. Pertengahan Oktober sudah ada,” kata Erick Thohir di Senayan, Selasa (3/10).


