Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Tanggapan Mano Polking Usai Timnas Thailand Dicukur Habis Georgia, Pemain Terbaik Serie A Sumbang Satu Gol
    Sepakbola Nasional

    Tanggapan Mano Polking Usai Timnas Thailand Dicukur Habis Georgia, Pemain Terbaik Serie A Sumbang Satu Gol

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaOctober 13, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Timnas Thailand yang sudah terlebih dahulu lolos ke putaran dua Kualifikasi Piala Dunia 2026, melangsungkan laga FIFA Matchday menghadapi Georgia. Bermain di Stadion Mikheil Meskhi, Georgia, Kamis (12/10) timnas Thailand kalah dengan skor telak 8-0.

    Georges Mikautadze menjadi pencetak gol terbanyak pada pertandingan tersebut dengan empat gol (24′, 37′, 41′, 56′ pen). Ada juga Zuriko Davitashvili yang mencetak brace (9′, 43′). Lalu Luka Lochoshvili (12′) serta pemain terbaik Serie A Italia musim 2022/23, Khvicha Kvaratskheilia (66′) yang masing-masing mencetak satu gol.

    Kekalahan yang didapat timnas Thailand atas Georgia menjadi yang terbesar kedua sepanjang sejarah tim. Kekalahan terbesar Thailand selama ini didapat dari Britania Raya di Olimpiade 1956 di Australia.

    Saat itu Thailand kalah dari Britania Raya dengan skor 9-0. Atas kekalahan tersebut, saat itu Thailand gagal melaju ke perempat final Olimpiade 1956.

    Pelatih Thailand, Mano Polking mengakui timnya sangat kepayahan saat menghadapi Georgia. Terlebih banyak pemain yang tidak bisa bergabung pada FIFA Matchday kali ini.

    Diketahui para pemain Thailand banyak yang absen karena harus mematangkan persiapan dengan klubnya masing-masing. Nama-nama seperti Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, Supachok Sarachat, hingga Teerasil Dangda, absen membela Gajah Perang.

    “Kami sendiri berharap bisa melakukan yang lebih baik dari ini. Tapi seperti ini, pemain-pemain yang kami panggil kali ini banyak yang baru pertama kali mendapat kesempatan bermain untuk timnas,” kata Mano Polking dari THSport.

    “Ada banyak pemain baru. Hasilnya seperti ini. Namun saya rasa saya tidak menyalahkan para pemain kami,” sambungnya.

    APRESIASI

    Meskipun kalah dengan jumlah yang sangat besar, Mano Polking tetap mengapresiasi para pemainnya. Ia menilai Elias Dolah dan kawan-kawan tetap tampil habis-habisan.

    Pria berdarah Brasil-Jerman itu meminta anak asuhnya untuk melupakan kekalahan atas Georgia. Pasalnya masih ada pertandingan lain selepas menghadapi Georgia.

    “Semua orang yang bermain dan datang bersama kami hari ini telah melakukan yang terbaik. Semua orang mencoba yang terbaik.

    “Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya,” jelasnya.

    BELAJAR

    Pada pertandingan menghadapi Georgia, Mano Polking menegaskan anak asuhnya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Terlebih lagi soal memperkuat lini pertahanan.

    Mano Polking menyebutkan bahwa anak asuhnya cukup lengah dalam bertahan. Akibat kelengahan itulah, gawang timnas Thailand banyak kebobolan.

    “Ini adalah pertandingan penting untuk dipelajari para pemain, karena kami bertemu tim kuat seperti Georgia. Kami berbicara sebelum pertandingan tentang perubahan haluan Georgia yang cepat,” ucap Mano Polking.

    “Dan itu tim yang bagus. Di babak pertama kami melakukan banyak kesalahan dan dihukum karena kesalahan. Kita harus belajar bersama,” lanjutnya.

    PERSIAPAN

    Setelah melawan Georgia, Thailand bakal kembali melanjutkan tur Eropanya. Mereka akan bersua tim peringkat 115 dunia, yakni Estonia.

    Thailand akan melawan Estonia di Le Kok Arena pada 17 Oktober 2023. Di hari yang sama timnas Indonesia akan melangsungkan pertandingan di kandang Brunei Darussalam.

    “Semoga Georgia beruntung untuk pertandingan berikutnya. Bagi kami, kami akan bekerja keras untuk bangkit dan tampil baik,” ujarnya.

    “Semua orang mencoba yang terbaik. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya melawan Estonia,” tutupnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Estonia FIFA Matchday Georges Mikautadze Georgia Khvicha Kvaratskheilia Kualifikasi Piala Dunia 2026 Luka Lochoshvili Mano Polking Timnas Thailand Zuriko Davitashvili
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2025 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.