PSM Makassar hanya bermain imbang melawan tim yang tengah menjadi juru kunci Liga 1 2023/24. Bermain di Stadion Gelora B.J Habibie, PSM Makassar dan Bhayangkara bermain 1-1.
Kenzo Nambu berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit ke-59 yang membuat tuan rumah unggul satu gol. Namun di menit ke-79 Bhayangkara FC menyamakan kedudukan melalui gol Junior Brandao.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengaku sangat sedih dengan hasil tersebut. Apalagi pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi laga terakhir di Stadion B.J Habibie sebelum stadion tersebut direnovasi.
“Terkait dengan pertandingan ini jujur saya sedih,” kata Bernardo Tavares saat jumpa pers usai laga, Jumat (8/12).
Bernardo mengatakan Stadion Gelora BJ Habibie merupakan stadion bersejarah bagi PSM Makassar. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilannya membawa PSM Makassar mengakhiri puasa gelar Liga 1 di Parepare.
“Saya tidak akan melupakan Parepare yang mana di sini tahun lalu pemain staf, suporter dan kalian para jurnalis kita mendapatkan pencapaian yang luar biasa musim lalu. 23 tahun PSM belum pernah memenangkan juara liga dan kita melakukan itu tahun lalu,” katanya.
PSM Makassar bisa saja unggul l bih cepat dari sebelumnya. Pasalnya sempat terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Bhayangkara FC.
Namun, wasit yang bertugas memandang lain. Yuran Fernandes yang dijatuhkan oleh pemain Bhayangkara FC tidak dianggap dan membuat PSM Makassar gagal mendapatkan penalti.
“Kalau kita bandingkan wasit yang memimpin kita di pertandingan sebelumnya dengan hari ini, tetap ini (wasit Chandra) melakukan banyak kesalahan,” jelasnya
“Yuran didorong seharusnya ini penalti tetapi wasit tidak memberikan hal tersebut,” cetusnya.
Tidak sampai situ saja, bek Bhayangkara FC Herrera sempat menyentuh bola di dalam kotak penalti. Lagi-lagi wasit tak menganggapnya. Menurut Bernardo, momen itu terjadi saat Herrera mencoba menghentikan counter attack.
“Dia (Herrera) menyentuh bola dengan tangannya dan wasit tidak memberikan terhadap momen ini,” katanya.
PSM Makassar juga sempat mencetak gol keduanya ke gawang Bhayangkara FC. Saat itu Adilson berhasil membobol gawang Aqil Savik. Akan tetapi, wasit justru menganulir gol tersebut karena menganggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu sebelum adanya gol.
“Malah wasit memberikan pelanggaran kepada kita dan menganulir golnya bahkan lebih jelas mereka melompat ke depan tidak berada di garis saat penalti,” kata dia.
Selain gagal meraih hasil sempurna di laga terakhir di Stadion B.J Habibie, para pemain, pelatih dan staff PSM Makassar juga ternyata sudah lebih dahulu terkena masalah. Tim berjulukan Juku Eja itu kembali menunggak gaji para pemain, pelatih dan staff
Hal tersebut diketahui dari Bernatdo Tavares langsung. Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan timnya kembali menunggak gaji sebelum laga melawan Bhayangkara FC dimulai.
“Jadi kita juga mengalami masalah finansial, kemarin kita tidak latihan karena hal tersebut,” kata pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares pada sesi konferensi pers jelang laga, Kamis (7/12).
“Kami sayangkan ada dari pemain-pemain kami yang ditunggak gajinya, ada yang satu bulan gaji, ada yang lain dua bulan, yang lain juga ada pemain tiga bulan dan ada yang staf yang lima bulan gaji,” paparnya.
Tavares beranggapan hal tersebut harus cepat diselesaikan. Selain karena menyangkut hidup orang lain, juga bisa berpengaruh ke performa sang pemain.
“Kita harus perbaiki hal-hal yang seperti ini dan ini bukan masalah individual saat ada beberapa orang telah diberikan haknya dan ada beberapa yang tidak diberikan haknya, dan ini tidak membuat situasi dalam tim lebih bagus,” imbuhnya.
Masalah tunggakan gaji juga berdampak panjang. Sampai-sampai ada runor kalau Bernardo Tavares akan hengkang.
Menanggapi soal rumor itu permasalahan itu, Bernardo Tavares menyatakan enggan membicarakan terkait masa depannya di PSM Makassar.
“Untuk saat ini, saya tidak fokus ke hal seperti itu. Saya lebih dulu fokus kepada pemain,” ungkap Bernardo Tavares.
Lebih lanjut, Bernardo Tavares mengatakan bisa saja klub segera membayar tunggakkan yang ada dan membuat permasalahan tersebut selesai.
Ia dengan tegas mengatakan dirinya hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana perkembangan situasi dan tim ini ke depannya. “Saya bisa bilang apa yang benar hari ini, kemungkinan bisa sudah tidak benar,” jelasnya.
“Dan saya cuma mau bilang kita hanya bisa melihat apa yang terjadi nantinya,” tegasnya.
View this post on Instagram


