AC Milan menelan kekalahan dramatis 2-4 kala bertandang ke Monza, Minggu (19/2). Disebut dramatis karena skuat asuhan Stefano Pioli itu sebenarnya sudah tampil habis-habisan lantaran cuma bermain dengan 10 orang.
Monza mencetak dua gol di pengujung babak pertama berkat gol penalti Matteo Pessina (menit 45’) dan Dany Mota (45+6).
Tertinggal dua gol, Pioli seakan menyadari kecerobohannya dalam menentukan starting-eleven. Sang pelatih langsung melakukan tiga penggantian pemain untuk mengawali babak kedua.
Trio yang biasanya jadi starter, yakni Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Tijani Reijnders, masuk menggantikan Noah Okafor, Samuel Chukwueze, dan Yacine Adli.
Misi untuk mengejar ketertinggalan sempat bertambah berat karena Luka Jovic diganjar kartu merah (53’). Namun, Pioli pantang menyerah. Semenit kemudian, ia kembali memasukan langganan starter lainnya, Olivier Giroud, untuk menggantikan gelandang bertahan, Ismael Bennacer.
Strategi menurunkan para pemain utama dan pendekatan ofensif itu sempat berbuah manis. Meski kalah jumlah pemain, Milan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Giroud (65’) dan Pulisic (88’).
Alih-alih merasa puas karena berhasil mengejar ketertinggalan dua gol, pasukan Setan Merah malah terus memburu gol kemenangan. Hal itu berhasil dimanfaatkan Monza dan Milan kena batunya.
Lewat serangan balik, tuan rumah akhirnya kembali unggul berkat gol Warren Bando (90’). Gol itu berawal dari assist pemain yang tengah dipinjamkan Milan ke Monza, Daniel Maldini, anak dari bek legendaris Paolo Maldini.
Di lima menit tambahan waktu, Milan terus ngotot menyamakan skor dan strategi itu kembali harus dibayar mahal. Lagi-lagi lewat serangan balik, Monza malah memperbesar keunggulan menjadi 4-2 berkat aksi individu Lorenzo Colombo.
Sama seperti Maldini, Colombo juga pemain yang tengah dipinjamkan Milan ke Monza. Striker muda berusia 21 tahun itu bahkan memilih untuk tak melakukan selebrasi demi menghormati Milan.
Usai laga, media-media Italia sempat mempertanyakan keputusan Pioli dalam merotasi starting-eleven Milan. Hanya saja, sang pelatih menegaskan keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang, khususnya dalam menjaga kebugaran pilar-pilar utamanya.
“Pulisic mulai kelelahan karena tak pernah bermain sebanyak ini di beberapa musim terakhir. Jadi, ia harus diistirahatkan. Ia bahkan tak ikut sesi latihan H-1. Kondisi Leao juga sebenarnya tak cukup fit 100%. Awalnya, kami bahkan tak mau mengambil resiko itu (memainkan Leao),” ujar Pioli dilansir Football Italia.
“Tampil dengan hanya 10 pemain juga membuat segalanya main sulit. Namun, kami sempat mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada momen itu, tim makin percaya diri dan sangat ingin memenangi laga. Namun, kami justru melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Pioli.
===


