Kalau ada salah satu pemain Bayern Munich yang paling terpukul dengan kekalahan dramatis 1-2 dari Real Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (9/5), maka Harry Kane-lah orangnya.
Bagaimana tidak, ia termasuk salah satu pemain Bayern yang tampil baik kontra Madrid dini hari tadi. Striker Inggris itu memang tidak mencetak gol, tapi ia menjadi pemain Bayern yang paling banyak mengancam gawang Madrid (tiga kali).
Dilansir dari situ Whoscored, Kane juga mencatatkan nilai tujuh untuk rating penampilannya. Di antara 15 pemain Bayern yang tampil dini hari tadi, ia hanya kalah bagus dari Matthijs de Ligt (rating 7,3). Selain itu, kontribusi Kane di leg pertama juga besar lantaran ia menyumbang satu gol.
Kala memutuskan pindah dari Tottenham Hotspur ke Bayern Munich awal musim ini, mimpi terbesar Kane adalah mencicipi nikmatnya gelar juara. Sesuatu hal yang tak pernah ia rasakan bersama The Lilywhites. Ditambah lagi, Kane juga belum pernah menikmati gelar bersama Inggris di level tim nasional.
Dengan bergabung ke Bayern, kutukan itu semestinya berlalu. Masalahnya, trofi Liga Champions justru menjadi gelar terakhir yang bisa diharapkan Bayern musim ini, terutama setelah mereka kalah bersaing dengan Bayer Leverkusen di Bundesliga dan secara mengejutkan ditekuk klub kasta ketiga Jerman, FC Saarbrucken, di babak kedua DFB Pokal.
Dengan kekalahan dari Madrid, Bayern dipastikan nirgelar musim ini. Sebuah pencapaian negatif yang terakhir kali mereka rasakan pada musim 2011/12. Kala itu, Die Bayer cuma menjadi runner-up di Bundesliga, Liga Champions, dan DFB-Pokal. Kane seakan bergabung ke Bayern di musim yang salah.
Padahal, untuk ukuran musim debut bersama klub baru, Kane bisa langsung nyetel di Bayern dan membayar semua kepercayaan besar yang dilimpahkan kepadanya.
Ia sudah mengemas 44 gol untuk Bayern di semua ajang musim ini. Koleksi 44 gol itu bahkan menjadi koleksi gol terbanyak Kane dalam satu musimnya. Sebagai perbandingan, selama 10 tahun membela Spurs, torehan gol tertinggi Kane hanya 41 gol (musim 2017/2018).
Khusus di kancah Bundesliga musim in, Kane berhasil mengoleksi 36 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak. Koleksi 36 gol Kane juga langsung menyandingkannya dengan eks bomber Bayern sebelumnya, Robert Lewandowski. Ketika masih membela Bayern, koleksi gol terbanyak kedua Lewandowski berjumlah 35 gol dan itu sudah dilampaui Kane.
Kane kini tinggal mengejar pencapaian terbaik pendahulunya tersebut, yakni kala sukses mengemas 41 gol di musim 2020/21.
Hal lain yang tak kalah keren adalah soal kebugaran fisiknya. Dari total 45 kali penampilannya di Bayern musim ini, Kane juga baru sekali tampil sebagai pemain pengganti.
Di sisa 44 penampilan lainnya, ia selalu menjadi starter dan hanya tujuh kali ditarik keluar, itupun kala Bayern sudah unggul dan pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir.
Dari beragam catatan di atas, Kane sudah menyuguhkan kemampuan terbaiknya bagi Bayern. Namun, mimpinya untuk mencicipi gelar tak juga terwujud. Coba lagi musim depan Kane!


