Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Satoru Mochizuki Akui Level Timnas Wanita U-17 Indonesia di Bawah Tim Lain, Siap Bangun Sepakbola Wanita Indonesia Lebih Keras Lagi
    Sepakbola Nasional

    Satoru Mochizuki Akui Level Timnas Wanita U-17 Indonesia di Bawah Tim Lain, Siap Bangun Sepakbola Wanita Indonesia Lebih Keras Lagi

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 13, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Pelatih timnas wanita U-17 Indonesia, Satoru Mochizuki. (Foto: PSSI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tiga kekalahan yang diderita oleh timnas wanita U-17 Indonesia di ajang Piala Asia Wanita U-17 2024 membuat pekerjaan rumah yang menumpuk bagi pelatih kepala tim, Satoru Mochizuki. Laga terakhir mereka di ajang itu, takluk atas Korea Utara dengan skor telak 0-9, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, (12/5).

    Meski kalah, dia tetap melihat semangat dan usaha anak-anak asuhnya dari awal hingga akhir laga . “Kita memang kalah, tetapi saya lihat permainan anak-anak tadi, mereka berusaha sampai di menit akhir menahan hampir kebobolan. Kecewa, tapi saya ada rasa bangga kepada anak-anak,” buka pelatih asal Jepang itu.

    “Dari tiga laga yang sudah dilakukan, sangat terlihat dan terasa sekali perbedaan level kita dengan negara lain, kekurangan masih ada di bagian sepakbola dasar, seperti passing, control bola, shooting.

    “Saya rasa perlu diasah dan dilatih kembali. Yang penting, kita tidak terpuruk terus, larut dalam kekalahan ini. Kita harus menatap ke depan, latihan lebih keras lagi,” sambungnya.

    Setelah turnamen ini berakhir, banyak yang nantinya akan dilakukan oleh pria 59 tahun itu. Namun apa yang dilakukannya di turnamen ini adalah ingin melihat kemampuan para pemain.

    “Bagaimana mereka bermain, seperti apa mereka bermain, itu yang ingin saya ketahui di awal-awal. Saya juga melihat pertandingan di grup lain, seperti Australia, Tiongkok, lalu ada Jepang juga, jadi saya bisa mengetahui seberapa jauh perbandingan level kita dengan mereka.

    “Dengan begitu harapannya saya bisa mendapatkan gambaran, peta kekuatan negara lain. Saat ini kita bagaimana, agar kedepannya bisa lebih baik.”

    “Semua ini harus terus dilanjutkan, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun. Ini akan menjadi awal mula, pemain harus tetap semangat dan terus berlatih, serta berusaha lebih keras lagi,” jelasnya.

    Saat ditanya mengenai pencarian bibit pemain sepakbola wanita di Indonesia, dirinya tak bisa berkomentar banyak.

    “Saya juga baru datang ke Indonesia, saya belum tahu lebih detailnya seperti apa. Saya ingin informasi yang lebih banyak lagi, dan bisa saya pelajari,” bebernya.

    “Untuk itu, saya memperbanyak komunikasi dengan para staf, ofisial, dan PSSI. Rencana kami nanti akan mengadakan scouting pemain, perlu juga menyebarluaskan mengenai sepakbola wanita, agar semua pihak mengetahuinya,” tutupnya.

    Sementara itu, pemain sekaligus kapten timnas Wanita U-17 Indonesia, Zaira Kusuma tetap bersyukur atas hasil yang diraihnya pada laga terakhir Piala Asia U-17 Wanita melawan Korea Utara. Meskipun hasilnya sangat menyakitkan untuk Indonesia.

    Lebih tepatnya lagi, dirinya mengatakan tim sudah berjuang keras agar tidak memperoleh hasil lebih banyak dari laga sebelumnya melawan Korea Selatan, yang berkesudahan 0-12. “Kita sebelum mulai pertandingan pasti memang selalu punya target untuk menang, hanya saja karena kita tahu posisi kita dimana pada event ini.

    “Apapun yang terjadi saya katakan ke teman-teman, jangan sampai kalah hingga dua digit. Seperti kemarin, rasanya amat sakit. Kita bersyukur hal itu terjadi (kalah tak lebih dua digit),” ungkapnya.

    Menjadi pemimpin dalam tim, beginilah cara Zaira Kusuma menjaga kekompakan tim. “Kita lebih sering kumpul di ruang medis, di situ kita kumpul.

    “Kita juga suka berenang bersama, bermain voli, jadi interaktif saja di dalam dan luar lapangan. Sebab kalau hanya dilakukan di dalam lapangan saja, kita tentu tak akan kompak, satu sama lain,” jelasnya.

    Banyak hal yang perlu dia dan timnya pelajari usai turnamen ini digelar. “Banyak hal yang perlu kita pelajari selama turnamen ini berlangsung. Kita hanya ingin mengisi celah yang ada dengan negara lain.

    “Untuk itu, setelah ini saya akan terus belajar dan memperbaiki diri supaya bisa mendekati celah terdekat yang rasanya jauh sekali,” sebutnya. Saya akan menambah jam latihan lagi nanti, karena ini bukan titik akhir kita.

    “Kita masih 17 tahun, perjalanan kita masih sangat Panjang. Saya akan tetap terus berlatih,” tutup pemain yang akrab dipanggil Zoe itu.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Piala Asia Wanita U-17 2024 Satoru Mochizuki Timnas wanita U-17 Indonesia Zaira Kusuma
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.