Malut United baru saja kedatangan pemain anyar. Pemain tersebut merupakan rekrutan untuk pemain asing yang akan berjuang bersama Malut United di Liga 1 2024/25.
Rekrutan asingnya tersebut didatangkan langsung dari Liga Armenia dari klub FC Ararat. Pemain yang dimaksud adalah Adriano Castanheira.
Pemain berusia 31 tahun itu merupakan pesepakbola kelahiran Swiss yang menghabiskan sebagian besar masa kariernya di Portugal. Untuk musim lalu dia membela klub asal Armenia, FC Ararat.
Setelah menjalani satu musim bersama FC Ararat dengan torehan satu trofi Piala Armenia, pemain berkebangsaan Swiss-Portugal ini sepakat untuk pindah ke Malut United. Kerja sama antara Castanheira dan Malut United resmi terjalin setelah kedua pihak menyelesaikan proses penandatanganan kontrak berdurasi satu tahun.
Castanheira menambah daftar pemain asing yang telah diperkenalkan Malut United menjelang Liga 1 2024/25. Sebelum ini, manajemen lebih dulu mengumumkan kedatangan Tatsuro Nagamatsu (Jepang) dan Wbeymar Angulo (Armenia-Kolombia).
“Kehadiran Castanheira bersama pemain asing lain menjadi warna baru di tim. Kombinasi yang apik antara pemain asing dan lokal bakal menambah kekuatan Malut United di tengah sengitnya persaingan Liga 1,” kata COO Malut United, Willem D. Nanlohy.
Jauh sebelum bergabung dengan Malut United, Castanheira tumbuh di tengah ekosistem sepak bola Portugal. Perjalanan kariernya berawal di Covilha, sebuah kota yang dijuluki “Manchester of Portugal” karena pernah berjaya sebagai pusat industri wol nasional.
Castanheira menimba ilmu sepakbola dari pengalamannya berlatih bersama Covilha U15 dan U17. Dia pun pernah bergabung dengan beberapa akademi klub lain di Portugal, seperti FC Porto U17 dan Nacional U19.
Melalui sederet pengalaman di level junior, Castanheira terbentuk menjadi pemain bergaya elegan yang bisa bermain di beberapa posisi. Dia pernah bermain sebagai gelandang serang, sayap kanan, dan sayap kiri.
Kemampuan tersebut membantu Castanheira dalam menjalani karier, baik saat bermain di Liga Portugal maupun Armenia. Dia menjalani debut di divisi II Liga Portugal saat bermain untuk tim senior SC Covilha (2012-2013).
Lalu, Castanheira berjuang menjalani karier hingga bermain di Divisi I Liga Portugal selama 2 musim bersama FC Pacos de Ferreira.
Castanheira sempat melukiskan kenangan indah saat bermain untuk FC Pacos de Ferreira. Pemain yang memiliki akurasi dan power tembakan dengan kaki kirinya ini berhasil membobol gawang FC Porto dalam turnamen domestik bernama Allianz Cup (2020-2021).
Gawang FC Porto ketika itu dijaga oleh kiper tim nasional Portugal, Diogo Costa. Castanheira menggetarkan gawang kawalan Costa dari luar kotak penalti setelah mengelabui winger asal Kolombia yang kini bermain untuk Liverpool, Luis Diaz.
Riwayat karier Castanheira dilengkapi dengan pengalaman tampil di kualifikasi Liga Konferensi Eropa bersama FC Pacos de Ferreira (2021-2022) dan FC Ararat (2023-2024).
Bermodal pengalaman yang telah ia miliki, Castanheira diyakini akan berkontribusi untuk membantu Malut United bersaing di Liga 1 2024-2025.
“Kembali saya sampaikan, pemilihan pemain murni karena kebutuhan tim. Kami tidak mendatangkan pemain hanya karena punya nama besar,” kata Imran Nahumarury, pelatih kepala Malut United.
Sebelumnya, Malut United juga telah mengumumkan satu pemain barunya. Pengenalannya pun tepat satu hari sebelum memperkenalkan Adriano Castanheira ke publik.
Pemain yang dimaksud yakni Fredyan Wahyu. Bermain sebagai bek kanan, Ferdyan didatangkan untuk memperkuat sisi kanan permainan Laskar Kie Raha di Liga 1 2024/25 mendatang.
Fredyan Wahyu merupakan bek kanan berusia 26 tahun yang sebelumnya memperkuat PSIS Semarang. Dia mengikat komitmen bersama Malut United hingga dua musim ke depan.
Pesepak bola kelahiran 11 April 1998 ini dikenal sebagai bek kanan yang memiliki daya jelajah tinggi di atas lapangan. Selain disiplin dalam bertahan, Fredyan juga aktif membantu serangan.
Fredyan turut diberkahi kemampuan individu yang luar biasa. Kelincahan dan kemampuannya dalam mengolah bola kerap kali merepotkan lawan
“Saya siap memulai petualangan bersama Malut United,” kata Fredyan usai menandatangani kontrak bersama Laskar Kie Raha.
Fredyan memulai petualangan sepak bola dari berbagai SSB di kampung halamannya, Solo. Cita-cita Fredyan menjadi pemain sepak bola semakin nyata usai dirinya menembus tim Persis Solo Junior pada 2011.
Setelah lama menimba ilmu sepak bola di tim muda Persis Solo, Fredyan ditarik ke PS TNI Junior dan menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) U21 pada 2016.
View this post on Instagram


