Malut United harus rela berbagi angka dengan Persebaya Surabaya saat berlaga menjadi tuan rumah di pekan kedua Liga 1 2024/25. Bermain di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2024), Malut United dan Persebaya Surabaya bermain tanpa gol.
Pelatih Malut United, Imran Nahumarury menyebut kalau timnya kurang beruntung di laga tersebut. Banyak peluang yang tercipta, tetapi tidak ada gol yang terjadi.
“Masih banyak pekerjaan rumah bagi Malut United, termasuk penyelesaian akhir. Kami kurang beruntung, namun hasil satu poin melawan Persebaya dengan skor 0-0 harus disyukuri. Para pemain sudah bekerja keras untuk mendapatkan poin ini,” katanya.
Imran mengatakan, penyelesaian akhir timnya masih kurang baik. Ia pun berjanji akan segera melakukan evaluasi soal penyelesaian akhir timnya.
“Setelah pertandingan melawan Madura United, kami memang mengevaluasi seluruh lini tim. Termasuk memperbaiki penyelesaian akhir tim. Saya akui, chemistry pemain kami dalam membangun dan menyelesaikan serangan belum berjalan sesuai harapan,” ucap Imran Nahumarury.
Ia juga mengatakan kalau dua pemain timnas Indonesia, Yance dan Yacob Sayuri masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan skema tim. Bukan tanpa alasa, ia menilai kalua keduanya selalu bermain dengan formasi dan strategi yang berbeda yang ia terapkan.
“Saya pikir pemain yang hebat itu pemain yang bisa beradaptasi dengan semua sistem. Itu coba saya sampaikan ke Yakob dan Yance Sayuri. Bahkan, kalau latihan pun juga saya mencoba mereka menggunakan tiga bek,” kata Pelatih Malut United, Imran Nahumarury dalam konferensi pers seusai laga.
Perbedaan strategi dan formasi yang ia terapkan membuat Sayuri bersaudara bermain bukan dengan performa terbaiknya. Untuk itu, keduanya masih membutuhkan adaptasi lebih di Malut United.
Maklum saja, Sayuri bersaudara menjadi pemain yang didatangkan oleh Imran Nahumarury sebelum Liga 1 2024/25 dimulai. Tak heran jika keduanya masih membutuhkan adaptasi.
“Saya pikir itu yang paling penting bagi seorang pemain karena tiap pelatih pasti punya taktik yang berbeda. Tapi, kalau mereka bisa adaptasi dengan semua taktik pelatihnya, tentu mereka akan terus berkembang,” ujar Imran.
Kendati demikian, Imran Nahumarury tahu betul bahwa keduanya memiliki kualitas yang sangat baik. Tinggal menunggu Waktu keduanya bisa menyatu dengan tim.
“Saya pikir dan percaya bahwa mereka (Yakob dan Yance) akan terus menaikkan performa lagi karena ini tim baru buat mereka. Lalu, teman-teman yang lain juga harus memahami mereka juga,” kata Imran.
“Kita bisa lihat bagaimana mereka masih selalu dengan individual running. Tapi, butuh waktu untuk bisa pemain memahami mereka, mereka memahami teman-temannya. Kompetisi masih panjang, tentu mereka bisa lebih berkembang dari apa yang mereka sudah lakukan di sebelum-sebelumnya,” ujar mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.
PAUL MUNSTER
Di sisi lain, Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster sangat menyayangkan hasil imbang melawan Malut United. Namun ia tetap mensyukurinya karena masih membawa pulang satu poin.
Selanjutnya ia akan mengevaluasi timnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. “Yang penting kami tidak kebobolan dan kami mendapatkan poin, kami mulai fokus lawan Barito. Kami akan lakukan evaluasi maksimal di Surabaya,” ungkap Paul Munster.
Ungkapan kurang puas atas hasil imbang ini juga disampaikan oleh Ernando Ari, kiper utama Persebaya. “Kami kecewa tidak mendapat poin tiga, dan kami pasti evaluasi di pertandingan berikutnya,” kata Ernando Ari.
Dengan hasil imbang menghadapi Persebaya Surabaya, Laskar Kie Raha kini berada di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan mengamankan dua poin. Selanjutnya Malut United akan bertandang ke markas Persik Kediri pada pertandingan ketiga yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri (25/8/2024).
View this post on Instagram


