Madura United sepertinya bertekad untuk memperbaiki catatannya di Liga 1 2024/25. Runner-up Liga 1 musim lalu ini justru terperosok ke zona degradasi sampai pekan ketujuh Liga 1 2024/25.
Penurunan kualitas permainan Madura United akhirnya membuat manajemen melakukan pergantian di kursi kepelatihan. Madura United resmi mendatangkan pelatih asal Portugal, Paulo Jorge Coelho Meneses untuk menggantikan Widodo C Putro.
Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) sebagai badan hukum Madura United FC, Annisa Zhafarina mengucapkan selamat datang dan bertugas kepada Paulo. Ia merupakan sosok yang akan mengisi kekosongan bangku pelatih kepala selama ini.
Nisa juga menjelaskan, perekrutan tersebut bukan asal pilih. Pihaknya mempertimbangkan rekam jejak pelatih asing itu seperti halnya membawa tim sebelumnya, Nejmeh SC sebagai Juara Liga Libanon dan Super Cup.
“Dia juga berhasil membawa timnya tidak terkalahkan selama 11 bulan, dan masih banyak lagi prestasi yang dia capai,” ujar perempuan berusia 29 tahun ini.
Selain pelatih kepala, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini juga mendatangkan Helder Sarmento, yang akan menempati posisi asisten pelatih, dan Tiago Marques sebagai pelatih fisik.
“Semoga upaya ini bisa membawa hasil baik dan menjadi titik awal kebangkitan Madura United FC musim ini,” lanjutnya.
BELUM PERNAH MENANG
Dari tujuh laga yang sudah dijalani, Madura United belum pernah sekalipun meraih kemenangan. Dari tujuh laga yang dijalani, mereka baru bisa bermain imbang di tiga laga.
Hasil imbang itulah yang membuat Madura United saat ini baru mengemas tiga poin saja. Sisanya mereka meraih kemenangan.
Adapun tiga poin tersebut dipetik saat Madura United menahan imbang Malut United, Dewa United, dan Persib Bandung. Sebaliknya, kekalahan didapat saat mereka menghadapi Barito Putera, Persita Tangerang, Persis Solo dan PSBS Biak.
Selanjutnya, lima laga sulit akan menanti Madura United. Mereka akan menghadapi sang pemuncak klasemen sementara saat ini, PSM Makassar, lalu ada PSIS Semarang, Persija Jakarta, Arema FC dan terakhir Persebaya Surabaya.
Melihat pertandingan yang ada tentunya akan menjadi tantangan untuk sang pelatih anyar. Bisakah ia membawa perubahan di tubuh Madura United atau justru harus menetap di zona degradasi karena proses adaptasi yang masih berjalan.
CARETAKER
Sebelum kehadiran Paulo, Madura United dipimpin oleh seorang pelatih caretaker bernama Rakhmat Basuki. Ia menjadi sosok yang turut membawa Madura United menjadi runner-up di Liga 1 2023/24.
Meskipun saat ini Madura United tengah terperosok, Rakhmat Basuki tetap optimistis dengan potensi para pemain. Dia terus mengajak para pemain untuk berpikir positif dan mengeluarkan seluruh kemampuan yang mereka miliki di setiap laga.
Menurutnya, hasil klasemen bukan satu-satunya ukuran kualitas tim, tetapi performa yang ditampilkan di lapangan lebih penting.
“Saya selalu katakan kepada pemain, pembuktian kita adalah di lapangan. Jika mereka bisa menunjukkan seluruh kemampuan mereka, maka orang akan melihat kualitas tim ini,” tegasnya.
Dengan masih panjang perjalanan musim ini, Rakhmat berharap Madura United segera menemukan konsistensi agar bisa kembali bersaing di papan atas klasemen, seperti yang mereka lakukan di musim sebelumnya.
Fokusnya saat ini, menurutnya, adalah memperbaiki lini pertahanan, yang telah kebobolan 14 gol dalam 7 pertandingan, sembari mempertajam lini serang yang baru mencetak 7 gol.
“Kami saat ini memang lebih fokus memperbaiki pola bertahan tim, sambil tetap berupaya mempertajam serangan dan meningkatkan penyelesaian akhir,” jelas pelatih asal Madura itu.
View this post on Instagram


