Berkat torehan hattricknya, Raphina sukses menjadi bintang kemenangan 4-1 Barcelona kala menjamu Bayern Munich di ajang Liga Champions, Kamis (24/10).
Apalagi, jika mengacu pada catatan head-to-head, Barca sebenarnya tak terlalu diunggulkan. Sebelum laga dini hari tadi, mereka selalu kalah dari Bayern di enam pertemuan terdahulu (Seluruhnya di ajang Liga Champions).
Bahkan, sudah hampir 10 tahun berlalu sejak terakhir skuat Blaugrana berhasil mengalahkan The Bavarians, yakni di Liga Champions musim 2014/15. Kala itu, kedua tim bersua di semifinal. Barca menang 3-0 di leg kedua berkat dua gol Lionel Messi (menit 77’ dan 80’) dan gol Neymar (90+4’).
Kemenangan itu sekaligus mengantar Barca ke final lantaran mereka selamat dari kekalahan 0-2 versus Bayern di leg pertama. Pada musim itu, Barca akhirnya keluar sebagai juara usai menaklukkan Juventus 3-1 di laga puncak.
Kembali ke laga dini hari tadi. Raphina mempesona lewat torehan hattricknya. Ia sudah langsung mencuri perhatian lewat gol pembuka saat laga baru berjalan satu menit. Akan tetapi, Bayern bisa segera membalas dan menyamakan kedudukan lewat gol Harry Kane (18’).
Beruntung, Barca bisa menambah dua gol di 10 menit sebelum jeda berkat aksi Robert Lewandowski (36’) dan gol kedua Rapinha (45’).
Sekitar 11 menit setelah turun minum, Raphina menggenapi hattricknya guna mengantar Barca unggul 3-1. Skor itu bertahan hingga akhir laga.
Berkat torehan hattricknya tersebut, Raphina sukses mencatatkan namanya di buku sejarah Liga Champions. Dilansir Squawka, ia kini resmi menjadi satu dari hanya empat pemain yang mampu mencetak tiga gol ke gawang Bayern di ajang Liga Champions.
Para pendahulu Raphina adalah Roy Makaay (Deportivo La Coruna-2002), Sergio Aguero (Man. City-2014), dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid-2017).
Berkat tambahan tiga gol ini, Raphina berarti sudah mengoleksi delapan gol untuk Barca di semua ajang musim. Ia menjadi pemain terproduktif kedua di internal tim lantaran cuma kalah subur dari bomber utama, Robert Lewandowski (15 gol).
Yang tak kalah keren dari hattrick Raphina adalah soal bagaimana ia begitu efektif mengoptimalkan peluang. Menurut data statistik Whoscored, winger asal Brasil itu cuma melepas tiga tembakan yang mana seluruhnya on-target dan berujung gol.
Mengacu pada rating pemain, Raphina juga mendapat nilai tertinggi (9,5). Sebagai perbandingan, rekan setim yang rating penampilannya mendekati Raphinha hanyalah Lamine Yamal (8,5).
Menyusul berikutnya adalah Fermin Lopez (7,6) yang berkontribusi dua assist. Menurut Opta, Lopez – yang baru berusia 21 tahun dan 165 hari – menjadi pemain termuda Barca yang mampu menorehkan dua assist dalam satu laga Liga Champions setelah Isaac Cuenca (vs BATE Borisov di tahun 2011).
Kala itu, Cuenca baru berusia 20 tahun dan 223 hari. Saat ini, Cuenca tak lagi bergelut sebagai pemain. Kariernya mentok karena cedera lutut kanan yang cukup parah. Klub terakhir yang dibela Cuenca adalah Vegalta Sendai (Jepang).
View this post on Instagram


