El clasico pertama musim ini akan terhelat pada Sabtu (26/10). Duel yang bakal menarik dan semakin panas karena posisi di klasemen.
Barcelona boleh menempati pucuk klasemen La Liga seiring musim perdana mengesankan di bawah asuhan Hansi Flick. Namun, Real Madrid memiliki banyak alasan untuk bisa meraup tripoin.
1. Poin Posisi Teratas
Dua kubu yang saling bermusuhan ini menempati dua posisi teratas di klasemen La Liga. Kondisi ini saja sudah menjadi alasan benturan jornada 11 nanti akan terhampar keras.
Barcelona memuncaki klasemen dengan keunggulan tiga poin. Madrid sudah barang tentu akan menyasar enggak kurang dari tiga poin untuk menyamakan perolehan poin walau mungkin belum bisa melampaui selisih gol Barca.
2. Rekor Rival
El Real akan terpacu pula untuk meneruskan catatan ciamik tidak terkalahkan yang sudah mencapai 42 partai (31 kali menang). Hanya kemenangan yang akan menyamakan torehan rekor 43 laga tak terkalahkan, yang dipegang tak lain dari Barca. Kans untuk menyamai catatan musuh itu sangat besar. Madrid selalu menang di empat benturan klasik terakhir.
3. Bangkit Tengah Pekan
Modal besar Madrid untuk bisa mewujudkan ambisi menang terlihat beberapa hari lalu. Los Blancos bisa bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 5-2 atas tamunya di Liga Champion pada tengah pekan, Dortmund. Mental pemenang sang juara bertahan La Liga dan Liga Champion masih sangat gede.
4. Pesan Vini
Vinicius Junior menebar pesan jernih buat Barca dengan hattrick ke gawang Dortmund. Jika pertahanan Blaugrana lengah, sayap Brasil ini bisa merajalela lagi. Di samping itu, kampanye untuk mendapatkan Ballon d’Or yang dijalani Vini akan tetap tergelar di partai klasik ini.
5. Sambutan Bernabeu
Di Santiago Bernabeu, Madrid akan tampil ngotot untuk memelihara pula hasil tak terkalahkan di rumahnya itu. Sejak April 2023, El Real menghadirkan 33 kemenangan di depan publiknya.
Khusus saat disambangi Barcelona, Si Putih bisa percaya diri dengan catatan hanya sekali kalah dan empat kali menang di lima jamuan buat rival bebuyutan itu.
6. Skuad Dalam
Kelebihan Madrid terletak pada kedalaman skuad. Bahkan saat tidak ada pemain di posisi tertentu akibat cedera, akan ada pemain lain yang bersedia menempatinya meski bukan posisi aslinya.
Ambil contoh Lucas Vazquez. Sayap serang ini tampil menawan mengisi tempat yang ditinggalkan Dani Carvajal yang cedera. Jangan lupa, Vazquez adalah pencetak gol ketiga yang menandai kebangkitan Madrid saat menjamu Dortmund. Saat melawan Barca musim lalu, Vazquez memenangi penalti, mencetak gol dan assist.
7. Pengalaman Sang Don
Hansi Flick akan melakoni el clasico pertamanya. Saat menatap debutnya, bos lawan sudah malang melintang dengan sekian banyak meracik strategi buat duel klasik ini.
Carlo Ancelotti sudah 16 kali melakoni el clasico. Persentase kemenangannya masih besar dibandingkan dengan kekalahan (9 menang, 7 kalah). Dengan jam melatih sedemikian tinggi, jumlah kemenangan Don Carletto sepertinya akan bertambah.
Bagaimana Barca?
Barcelona bukan tentu bukan tanpa peluang. Flick sejauh ini terbukti mampu memberikan warna baru buat meningkatkan permainan klub Catalan ini. Lamine Yamal cs. bisa tampil dominan tapi tetap efektif.
Dengan meningkatnya kesuburan ujung tombak gaek, Robert Lewandowski, Barca mampu tampil produktif musim ini. Blaugrana mengukir rata-rata 3,5 gol per laga di laga tandang terakhir mereka. Raphinha cs. dapat mencetak setidaknya dua gol di 10 partai tandang terakhir, dengan hasil tujuh kemenangan dan tiga kekalahan.
Selain itu, Barca juga mendulang keyakinan tinggi dari hasil di Liga Champion. Mereka mampu membabat Bayern Munchen dengan skor 4-1.
Blaugrana juga mulai melihat beberapa pemain telah pulih dari cedera dan siap tampil, seperti Gavi dan Fermin Lopez. Hanya, beberapa pilar masih menghuni daftar cedera, seperti Marc-Andre ter Stegen, Ronald Araujo, Andreas Christensen, Marc Bernal, dan Ferran Torres, semenara Eric Garcia menanti sampai saat-saat terakhir.
Di sisi lain, Madrid mendapatkan masalah yang tidak kecil. Kiper Thibaut Courtois dan Rodrygo bakal absen di partai klasik nanti mengikuti Carvajal dan David Alaba. Bisakah Barca memanfaatkannya? Satu poin masih mungkin didapat Barca. Tiga angka bakal susah.
Yang jelas, dengan segala pertaruhan terutama gengsi, nantikan duel keras, ketat, dan ofensif.
View this post on Instagram


