Persib Bandung mendapatkan dukungan moril dari Bobotoh menjelang laga tandang melawan Persija Jakarta. Ribuan Bobotoh datang ke sesi latihan Persib pada Kamis (13/2) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Kehadiran Bobotoh tersebut memang dimaksudkan untuk dapat menambah motivasi para pemain menjelang laga akbar tersebut. Duel klasik Persija melawan Persib merupakan laga pekan ke-23 Liga 1 2024/25, digelar Minggu (16/2) di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.
Kapten Persib Marc Klok memandang dukungan ini punya nilai positif. Dalam kata-katanya, Marc Klok siap memberikan segalanya untuk membawa pulang tiga poin di markas Macan Kemayoran.
“Bersama-sama kita lebih kuat, kita ke Persija untuk ambil tiga poin, kita di lapangan akan berikan yang maksimum semua pemain, semua staf, satu hal yang saya minta dari kalian tetap di belakang kami, tetap dukung, tetap positif dan satu lagi siap back to back,” ujar Klok.
Pelatih Persib Bojan Hodak punya penilaian jika duel Persija vs Persib layak dilabeli sebagai derby terbesar di Asia Tenggara. Big match yang menyita banyak perhatian tak hanya dua kubu fans, tapi juga pecinta sepak bola tanah air.
“Kami memahami bahwa untuk fans ini adalah pertandingan tahun ini, salah satu pertandingan yang paling penting di Asia Tenggara, derby terbesar di Asia Tenggara,” sebut pelatih Persib, Bojan Hodak.
“Tentu saja pemain punya perasaan yang sensitif dan emosional untuk menghadapi pertandingan itu. Kami paham, dan kami senang karena memiliki suporter yang besar,” urai Hodak.
Selain itu, Hodak juga menyebut kalau Persija Jakarta sedang dalam tekanan. Berbeda dengan timnya yang diakuinya lebih santai menghadapi laga nanti.
“Kami mengalahkan mereka beberapa kali tahun lalu. Kami ada di puncak klasemen dengan jarak (poin). Mereka harus menang, kami tidak (tertekan),” kata Hodak.
Hodak mengatakan, andai timnya tidak dapat poin di laga tandang melawan Persija, hal itu bukan masalah. Sebab, Persib masih berjarak dengan posisi kedua. Namun, bagi Hodak, kemenangan atas Persija akan tetap diperjuangkan karena itu merupakan hal yang fantastis.
“Jika mendapatkan satu poin itu sudah bagus, dan jika menang itu akan fantastis. Jadi kami tidak merasakan tekanan seperti mereka,” pungkasnya.
PERSIJA JAKARTA
Di sisi lain, seluruh elemen Persija Jakarta tengah dalam tren negatif. Pelatih Carlos Pena memastikan bahwa ambisi untuk kembali ke jalur kemenangan begitu kuat dalam timnya.
Persiapan menatap laga selanjutnya, kontra Persib Bandung pun menjadi fokus tim saat ini. Carlos paham jika mengalahkan Persib tak hanya bagus dalam koleksi poin dan posisi di klasemen saja. Tapi, juga untuk merayakan perjuangan bersama the Jakmania dalam tajuk laga klasik.
“Kami akan mengumpulkan energi untuk mendapatkan tiga poin. Tetap fokus, lakukan pekerjaan dengan baik, dan harus dapat kemenangan di kandang,” ujar juru taktik berusia 41 tahun tersebut.
Sementara itu, Carlos Pena pun tak merasa terpuruk dengan hasil tiga laga terakhir, yaitu dua hasil imbang dan sekali kekalahan. Dia pelatih yang selalu berpikir positif dan selalu bergerak aktif dalam mencari jalan keluar.
“Benar kami tidak menang dalam tiga laga terakhir, tetapi dalam enam partai sebelum ini (kalah dari Dewa United) kami tidak pernah kalah. Kami harus mengerti kekalahan ini adalah bagian dari perjalanan kami di kompetisi,” ucapnya.
“Kami tidak bisa menang setiap laga. Kami akan selalu menganalisa untuk mencoba lebih baik. Laga selanjutnya (vs Persib) akan memancing motivasi tersendiri bagi semua pemain,” kata Carlos melanjutkan.
View this post on Instagram


