Antonio Rudiger menyita perhatian di bagian akhir duel el clasico di final Copa del Rey pada Sabtu silam. Tak hanya Real Madrid klubnya kalah di tangan Barcelona, bek tengah itu mendapatkan cedera dan kartu merah.
Sobek Lutut Kiri.
Rudiger ditarik keluar saat perpanjangan waktu laga puncak di Estadio de La Cartuja, Sevilla. Pemain berusia 32 tahun itu didiagnosis mengalami sobek sebagian pada meniscus eksternal di lutut kirinya.
Tahan 7 Bulan.
Di media sosial, mantan pemain Stuttgart dan Roma itu menyatakan bahwa dirinya telah bermain dengan menahan rasa sakit selama tujuh bulan terakhir. Lutut kirinya pun membutuhkan pembedahan untuk memulihkan kondisi.
Bedah Sukses.
“Kini saya bebas dari rasa sakit lagi. Operasinya sukses. Terima kasih untuk tim medis. Ada dua turnamen besar di depan, yaitu Nations League dan Club World Cup, tapi saya akan harus mencermati pekan ke pekan. Saya akan melakukan segalanya untuk bisa bermain di dua turnamen itu,” ucap Rudiger dikutip BBC.

6-8 Minggu.
Madrid tidak mencantumkan perkiraan kesembuhan produk akademi Dortmund itu. Namun, media-media Spanyol menyebut bahwa pemulihannya akan memakan waktu enam sampai delapan minggu.
Absen Ajang Musim Panas.
Kalau perkiraan itu tepat, Rudiger akan absen di sisa musim. Ia juga diragukan tampil di Club World Cup yang dimulai pada 15 Juni. Babak final Nations League yang diikuti Jerman pun mungkin sulit diikuti Rudiger.
Momen Sanksi.
Istirahat Rudiger mungkin akan berbarengan dengan hukuman bakal yang diterimanya karena perilaku agresif plus kartu merah saat Madrid kalah 2-3 di final Copa del Rey. Bek berusia 32 tahun ini meleparkan sebuah objek, yang kabarnya berupa es batu, ke arah sang pengadil.

Bisa Setahun.
Rudiger dihadapkan pada pasal 101 kode disipliner PSSI-nya Spanyol, RFEF, yang mengurusi antara lain kekerasan terhadap wasit. Sang bek bisa diganjar hukuman larangan bermain selama antara empat sampai 12 minggu. Kalau didapati lebih serius, sanksinya dapat sampai antara tiga bulan sampai setahun.
Rudiger telah meminta maaf untuk insiden itu. Eks bek Chelsea menyatakan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan perilakunya.
View this post on Instagram


