Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Larangan Suporter untuk Away Dipastikan akan Berlanjut di Liga 1 Musim Depan
    Liga 1

    Larangan Suporter untuk Away Dipastikan akan Berlanjut di Liga 1 Musim Depan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaApril 30, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kebijakan larangan suporter untuk tandang atau away di kompetisi sepak bola Indonesia masih terus diberlakukan.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kebijakan larangan suporter untuk tandang atau away di kompetisi sepak bola Indonesia masih terus diberlakukan. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa aturan ini belum akan dicabut dalam waktu dekat, mengingat potensi kericuhan masih menjadi ancaman serius.

    Larangan ini telah berjalan sejak tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, yang memaksa PSSI mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya insiden serupa. PSSI menyebut bahwa kebijakan ini sejalan dengan rekomendasi FIFA, yang mendorong transformasi sepak bola Indonesia agar lebih aman dan terstruktur.

    “FIFA bersama PSSI melihat masih banyak kejadian, home dan away ini tentu tingkat kritikalnya masih tinggi. Jadi saya tentu begini, bila terjadi ada hal-hal di sebuah Liga, itu yang bertanggung jawab penuh siapa? Kok PSSI semua? Jadi Liga (PT LIB) diberikan wewenang oleh PSSI untuk mengeluarkan Liga,” kata Erick Thohir.

    Lebih lanjut, Thohir menjelaskan bahwa PT LIB, sebagai operator kompetisi, memiliki kendali penuh atas penyelenggaraan liga. PSSI hanya memegang satu persen saham, sementara 99 persen dimiliki oleh klub-klub peserta.

    “Dan kepemilikan Liga (PT LIB) itu 99 persen dimiliki klub-klub. PSSI hanya 1 persen. PSSI berkewajiban menjaga liga tidak ada match-fixing. Kalau ada, kami tangkap. Apalagi sudah punya Satgas bersama Kepolisian dan Kejaksaan,” tambahnya.

    BACA JUGA: Impian Eliano Reijnders Tercapai Bersama Timnas Indonesia, Tertawakan Rumor Dirinya akan Pindah ke Liga Malaysia

    TANGGUNG JAWAB

    Erick Thohir juga menekankan bahwa penerapan aturan, termasuk larangan suporter tandang, merupakan tanggung jawab PT LIB dan klub. Sementara itu, PSSI fokus pada sinkronisasi jadwal kompetisi dengan agenda tim nasional untuk menghindari benturan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

    “Liga (PT LIB) punya independensi yang luar biasa. Artinya apa? Penyelenggaraan liga itu tentu tanggung jawab Liga (PT LIB). Sepakat dulu ya. Dan tentu kompetisi tanggung jawab Liga (PT LIB).

    “Klub bertanggung jawab dengan pertandingannya. Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, Liga dan klub bertanggung jawab sepenuhnya,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa meskipun PSSI dan FIFA menilai kehadiran suporter tandang masih berisiko tinggi, keputusan akhir tetap berada di tangan PT LIB dan klub.

    “Artinya apa? Kami sebagai PSSI dan FIFA menjaga dan menilai bahwa konteks home and away supporter ini masih rawan. Tetapi kalau Liga (PT LIB) dan klub ingin melakukan, silahkan bertanggung jawab.

    “Kalau nanti ada peristiwa seperti Kanjuruhan lagi, jangan sampai nanti bolanya dilempar sana-sini tidak punya rasa tanggung jawab. Nah itu saja kalau saya,” pungkasnya.

    Dengan demikian, kebijakan larangan suporter tandang masih akan terus diterapkan hingga ada jaminan keamanan yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Erick Thohir PSSI
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.