Barcelona boleh saja cuma bermain imbang di leg 1 semifinal Liga Champion di kandangnya saat ini, Estadi Olimpic Lluis Companys. Hasil seri dengan Inter Milan pada Rabu (30/4) itu bahkan didapat secara susah-payah, tapi seorang bintang Barca banjir pujian.
Lamine Yamal menguasai bola yang nyaris hilang dari penguasaannya. Ia menusuk ke dalam kotak penalti, kemudian mengecoh Henrikh Mkhitaryan sebelum melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kiri. Bola membentur tiang, tapi lalu menggetarkan jala gawang Inter yang dikawal Yann Sommer.
Yamal tak mau membandingkan dirinya dengan legendad hidup Barcelona, Lionel Messi. “Saya tak mau membandingkan diri dengan siapa pun. Perbandingan itu tidak masuk akal, terutama dengan Messi. Saya hanya berusaha menikmati permainan dan menjadi diri sendiri,” ucap Yamal sebelum laga sambil menyatakan bahwa Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah.
Namun, faktanya Yamal lebih mengilap di usia 17 tahun daripada dua megabintang, Messi dan Cristiano Ronaldo. Per laga ke-100 dirinya, Yamal telah mengemas 22 gol. Di usia yang sama, Messi hanya mencetak satu gol dari sembilan laga, sementara Cristian Ronaldo 5 gol dari 19 laga sebelum genap berusia 18 tahun. Yamal sudah mencatat pula 27 assist.
Di timnas Spanyol, Yamal sudah mengemas empat gol dari 19 laga. Messi dan Ronaldo baru melakoni debut timnas setelah menginjak 18 tahun. Yamal sudah merasakan kenikmatan mengangkat trofi Euro 2024 sehari setelah berulang tahun ke-17.
Yamal mengukir rekor pemain termuda di usia 15 tahun dan pencetak gol dan assist termuda di La Liga. Hal terakhir terukir pula di Euro. Di Liga Champion, sang sayap merupakan starter termuda, pencetak gol termuda di fase gugur, perempat final, dan kini semifinal.
Pujian pun bertebaran ke arah Yamal. Simak berikut ini, dengan yang termewah datang dari pelatih yang baru menghadapinya, dan yang paling menarik adalah cara curang atau cheat code buat Barca dengan tinggal memberikan bola kepadanya sementara yang lain minggir.
Simone Inzaghi, pelatih Inter Milan.
“Lamine adalah jenis talenta yang muncul setiap 50 tahun sekali. Melihatnya dari dekat sungguh mengesankan saya. Ia memberikan masalah besar buat kami sebab kami seharusnya hanya mengirim dua pemain untuk menjaganya, tapi ternyata tidak cukup.”
Hansi Flick, pelatih Barcelona.
“Ia istimewa. Ia jenius. Di laga-laga besar, ia menunjukkan kemahirannya. Jika hadir setiap 50 tahun seperti yang dikatakan Simone, saya senang hadirnya di Barcelona.”
Ally McCoist, eks Rangers, komentator TNT.
“Saya rasa enggak pernah melihat aksi 45 menit seperti itu sebelumnya dalam hidup saya. Sulit dipercaya.”

Owen Hargreaves, eks Man. United, pandit TNT.
“Saya hanya ingin melihat Yamal mendapatkan bola dan yang lain enggak usah merecokinya.”
Stephen Warnock, eks Liverpool, komentator BBC.
“Ia sering tak bisa ditahan. Golnya dahsyat. Menyenangkan menyaksikan Yamal. Ia benar-benar fenomenal dan saya senang menontonnya. Ia calon penerima Ballon d’Or di masa depan.”
Rio Ferdinand, eks Man. United, pandit TNT Sports.
“Sebagai bakat murni, Yamal berada di level berbeda dari pemain lain di lima liga teratas di dunia. Sungguh luar biasa.”
“Ada kekosongan saat Messi pergi. Anak 17 tahun ini melakukan hal yang tak pernah kita saksikan sebelumnya. Kenyamanan dan kesantaian yang ia tampilkan luar biasa dan ia santai pula di luar lapangan.”
View this post on Instagram


