Musim BRI Liga 1 2024/25 memasuki fase akhir. Tiga pekan tersisa akan menjadi penentu nasib banyak tim, baik yang sedang berjuang bertahan di kasta tertinggi maupun yang memburu posisi runner-up demi tiket ke kompetisi Asia. Gelar juara memang sudah dikunci Persib Bandung, namun tensi kompetisi belum menurun.
Tujuh Tim Masih Terancam Degradasi
Zona degradasi Liga 1 musim ini akan dihuni tiga tim terbawah, yang akan digantikan oleh PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi FC, dan Persijap Jepara dari Liga 2. Hingga pekan ke-31, persaingan di papan bawah masih sangat terbuka, dengan tujuh tim belum sepenuhnya aman.
Dua tim terbawah saat ini adalah PSS Sleman dan PSIS Semarang yang sama-sama mengumpulkan 25 poin. Meski kecil, secara matematis keduanya masih bisa naik hingga posisi ke-13 andai menyapu bersih tiga laga terakhir, sambil berharap pesaing di atas gagal meraih poin.
Satu tim lain yang berada di zona merah adalah PS Barito Putera (30 poin). Barito hanya tertinggal satu angka dari Semen Padang FC (31 poin), dua dari Persis Solo (32), dan tiga dari Madura United FC (33). Posisi ini membuat Barito menjadi tim di zona degradasi dengan kans selamat paling besar.
Persik Kediri, meski berada di peringkat ke-12 dengan 37 poin, secara angka belum sepenuhnya aman. Barito masih bisa menyamai poin mereka jika menang tiga kali dan Persik gagal meraih hasil maksimal.
Statistik dan Tren: Semen Padang Melesat, PSIS dan Persik Terpuruk
Semen Padang FC menjadi tim dengan performa terbaik di antara tujuh tim papan bawah. Tiga kemenangan beruntun membuat mereka naik dari dasar klasemen ke posisi ke-15. Di sisi lain, Persik Kediri gagal menang dalam 13 pertandingan terakhir, sementara PSIS Semarang tanpa kemenangan dalam 11 laga beruntun.
Tiga Laga Penentu di Bawah
Tiga pertandingan krusial akan langsung mempertemukan sesama tim papan bawah. Hasil dari pertandingan ini bisa menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang turun kasta:
-
PSIS Semarang vs PSS Sleman – 9 Mei 2025
-
Semen Padang FC vs Persik Kediri – 18 Mei 2025
-
PSIS Semarang vs PS Barito Putera – 25 Mei 2025
Persaingan Papan Atas: Tiket Asia Masih Jadi Rebutan
Satu-satunya tiket kompetisi Asia yang tersisa akan diberikan kepada tim yang finis sebagai runner-up. Persaingan ketat terjadi antara delapan tim dari posisi ke-2 sampai ke-9 yang masih berpeluang finis di bawah Persib Bandung.
Dewa United FC dan Persebaya Surabaya sama-sama mengoleksi 54 poin dan berada di posisi dua dan tiga. Keduanya hanya unggul satu poin dari Malut United FC (53 poin), yang sedang dalam performa terbaiknya musim ini.
“Kami masih punya target besar di sisa musim ini,” ucap pelatih Persebaya, Paul Munster, setelah laga pekan ke-31.
Malut United memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 12 laga, termasuk kemenangan 1-0 atas juara liga, Persib Bandung.
Lima Tim Lain Menempel Ketat
Borneo FC Samarinda berada di posisi keempat dengan 49 poin, disusul PSBS Biak, Bali United FC, dan Persija Jakarta yang sama-sama mengoleksi 47 poin. Di posisi kesembilan, Arema FC juga masih berpeluang menyodok ke posisi runner-up karena hanya tertinggal delapan poin dari Dewa United, dengan tiga laga tersisa.
Enam Pertandingan Penentu di Atas
Sejumlah laga dalam tiga pekan terakhir mempertemukan tim-tim yang sedang bersaing di papan atas. Berikut jadwal laga-laga kunci tersebut:
-
Persija Jakarta vs Bali United FC – 10 Mei 2025
-
Borneo FC Samarinda vs Persebaya Surabaya – 18 Mei 2025
-
PSBS Biak vs Arema FC – 18 Mei 2025
-
Persebaya Surabaya vs Bali United FC – 25 Mei 2025
-
Dewa United FC vs PSBS Biak – 25 Mei 2025
-
Persija Jakarta vs Malut United FC – 25 Mei 2025


